Jawa Barat Raih Lima Medali Emas Nomor Sprint Kejurnas Arung Jeram 2022 di Probolinggo

12/01/22, 20:18 WIB Last Updated 2022-12-01T13:18:14Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Tim arung jeram Jawa Barat raih juara yang beranģgotakan Arsyil M Saleh, Tedi Agustandi,  Imam Buchari dan Hamdan melampaui rintangan di nomor Sprint Open Men pada Kejurnas Arung Jeram di sungai Pekalen , Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (1/12). FOTO : Sportsmoment/ Erli Bahtiar.


AKSARANEWS.CO.ID. PROBOLINGGO - Jawa Barat menyapu bersih perlombaan hari pertama Kejurnas Arung Jeram 2022 di Sungai Pekalen, Condong, Probolinggo, Kamis (1/12/2022). Bertanding di nomor sprint Jawa Barat meraih lima medali emas dari kategori open putra, open putri, junior putra, junior putri, dan youth putri R4. 


Pada nomor open putra, Jawa Barat menyisihkan salah satu persaing terdekatnya, Jawa Timur (MM) dengan selisih waktu 03,73 detik. Jawa Timur sendiri finis di posisi terbaik kedua dengan catatan waktu 2 menit 03.83 detik. Sementara di tempat ketiga ada Tim DKI Jakarta yang finis dengan waktu 2 menit 03,93 detik. 


Di posisi keempat dan lima ada Jawa Tengah dan Aceh. Jawa Tengah menghasilkan waktu 2 menit 05,39 detik atau lebih cepat 02,14 detik dari Aceh yang masuk di garis finis dengan catatan 2 menit 07,53 detik. Kemudian secara berurutan di posisi 6 hingga 11 ada Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Jawa Timur, Jambi, NTB, dan Sumatera Utara. 


Finis di peringkat pertama, Jawa Barat yang berkekuatan Arsyil Mustabshirin Saleh (18), Tedi Agustiandi (25), Ijam (22), dan Imam Buchori (26) berhak memperoleh poin 100. Kemudian Jawa Timur mendapatkan 92 poin dan DKI dengan 86 poin. 


Atlet DKI Jakarta, Cece Sunardi (38) mengatakan jika start pertama cukup sulit karena catatan waktu mereka menjadi patokan tim lain. Apalagi saat uji coba jalur untuk jarak pendek kemarin, timnya belum menghitung waktu hanya melakukan pengenalan jalur saja. 


"Kemarin saat latihan resmi belum menghitung waktu, hanya menghapalkan jalur saja. Secara persaingan memang di kategori open putra ini luar biasa, masih seputar Jawa Barat, DKI, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Belum ada tim luar Jawa yang bisa bersaing di kelas ini," tuturnya.


Setelah meraih emas pertama, ambisi Jawa Barat untuk merebut emas kedua pun tercapai. Pada nomor open putri, Jawa Tengah, DIY, Jambi, DKI, dan Jawa Timur belum bisa mengalahkan Jawa Barat yang diperkuat oleh tiga atlet juara dunia World Rafting Championship 2022 di Bosnia Herzegovina, Lista Natasya Peniawati (21), Selowati Solihin (21), dan Siti Nurranti (20). Lista dkk. mencapai finis terdepan dalam waktu 2 menit 09,32 detik. 


Terpaut cukup jauh dengan raihan Jawa Tengah yang finis di posisi kedua dengan waktu 2 menit 14,29 detik. Di tempat ketiga ada DIY dengan 2 menit 23,33 detik dan Jambi menempati peringkat keempat setelah menghasilkan waktu 2 menit 25,25 detik. Di tempat ke lima dan enam ada DKI Jakarta dan Jawa Timur. 


Pada nomor ini, atlet Jawa Timur sempat mengalami insiden ketika melewati salah satu jeram. Satu atletnya sempat terlempar keluar perahu, sehingga memperlambat pergerakan mereka. Meski ada insiden, seluruh atlet Jatim tetap bisa finis dengan selamat.  


Dengan hasil tersebut, tim putri open Jawa Barat memimpin sementara dengan mengoleksi 100 poin. Disusul Jawa Tengah dengan 92 poin, DIY 86 poin, Jambi 82 poin, DKI dengan 79 poin, dan terakhir Jawa Timur dengan 76 poin. 


Jawa Barat kembali merebut emas ketiganya pada ketegori junior putra. Mereka menghasilkan waktu 2 menit 03,63 detik atau lebih cepat 03,82 detik dari Tim Jawa Timur (YM) yang masuk garis finis tercepat kedua. 



Tim Arung Jeram Jawa Timur raih peringkat kedua yang beranggotakan Suhadi, Moh.Ahsan, Mattari Imam, Adi Ruswiono dengan perahu karetnya saat melewati rintangan pada Kejurnas Arung Jeram di sungai Pekalen , Probolinggo, Jawa Timur, Kamis
 (1/12). FOTO : Sportsmoment.id/ Erli Bahtiar. 



Tim Jawa Timur lainnya, meraih tempat ketiga setelah menghasilkan waktu 2 menit 07,91 detik. Lalu, secara berurutan ada Kalimantan Selatan, Jambi (YM), DKI, Jambi, DIY, dan Sumatera Utara di posisi empat hingga sembilan. 


Emas keempat Jawa Barat datang dari nomor junior putri. Mereka menghasilkan waktu tercepat 2 menit 20,39 detik, menyisihkan Jambi, Sumatera Utara, dan Jawa Timur yang finis di posisi kedua hingga keempat. Jawa Timur mencatatkan waktu 2 menit 33,50 detik, Sumatera Utara dengan 2 menit 39,10 detik, dan Jawa Timur dengan 2 menit 44,83 detik. 


"Hari ini tim sudah memberikan yang terbaik, tapi memang hasilnya masih kurang. Alhamdulillah selesai dengan baik. Kesulitannya karena perbedaan jalur saat latihan dengan saat lomba. Debit air di hari lomba ini lebih kecil dibandingkan saat latihan kemarin, jadi butuh adaptasi lagi saat di air. Karena debit air ini jadi salah satu yang mempengaruhi hasil pertandingan," ucap Firdaus Nur Alifah (19)


Emas terakhir Jawa Barat diperoleh tim youth putri. Jawa Barat mengoleksi waktu 2 menit 30,05 detik, disusul Jawa Timur dengan 2 menit 59,45 detik, dan Jambi dengan 4 menit 33,07 detik. Sementara tim Sumatera Utara berstatus DNS (Did Not Start). 


"Mereka mendaftarkan diri tetapi gagal/tidak mengikuti perlombaan karna tidak berada di garis start. Karena memang tidak ada timnya," kata chief judge, Tri Haryanto. 
Menurutnya setiap tim diberikan waktu untuk melakukan protes terhadap hasil perlombaan lima menit setelah catatan waktu final keluar. Namun, hingga waktu selesai tidak ada tim yang mengajukan protes. 


Pelatih Tim Jawa Barat, Aceng Supendi mengatakan jika hasil ini sesuai dengan target di hari pertama. Menyapu bersih semua kategori di nomor sprint. 


Secara raihan dirinya memang puas, tetapi secara performa, Aceng mengaku masih ada yang belum memenuhi ekspektasi. Pemahaman jalur masih jadi catatan bagi timnya. 


"Masih ada yang belum sesuai dengan apa yang direncanakan, tapi mereka sudah bekerja keras menunjukkan kualitas masing-masing baik putra dan putri. Apa yang belum sesuai, seperti pemahaman jalur yang memang menurut saya memang sulit. Jadi butuh berkali-kali menganalisa dan terkadang ini ditentukan oleh tinggi muka air, jadi itu yang membuat sulit," katanya. (Sera-21)****









Komentar

Tampilkan