Erupsi Disertasi Awan Panas Penduduk Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru .

12/04/22, 16:57 WIB Last Updated 2022-12-04T09:57:53Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


 

AKSARANEWS.CO.ID.JAWA TIMUR-  Gunungapi Semeru secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Secara geografis berada pada posisi 8 6,5’ LS dan 112 55’ BT dengan tinggi puncaknya 3676 mdpl.

Gunungapi Semeru dipantau secara visual dan instrumental dari 2 Pos
Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berada di Desa Sumber Wuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, serta di Desa Agrosuko, Kecamatan Ampelgading,
Kabupaten Malang.

Tingkat aktivitas Gunungapi Semeru pada saat ini adalah Level III (Siaga) sejak 16 Desember 2021.
Perkembangan terakhir aktivitas Gunungapi Semeru hingga 4 Desember 2022 pukul 06.00 WIB sebagai berikut :

• Telah terjadi erupsi yang disertai Awan Panas Guguran (APG) pada tanggal
04 Desember 2022 pukul 02.46 WIB dengan tinggi kolom erupsi mencapai
1500 meter di atas puncak. Sumber APG berasal dari tumpukan material di
ujung lidah lava, yang berada sekitar 800 meter dari puncak (Kawah
Jonggring Seloko). Awan Panas Guguran tersebut berlangsung menerus dan
hingga pukul 06.00 WIB jarak luncur telah mencapai 7 km dari puncak ke arah
Besuk Kobokan.

• Aktivitas kegempaan pada tanggal 4 Desember 2022 pukul 00.00 – 06.00
WIB terekam 8 kali Gempa Letusan, 1 Gempa Awan Panas Guguran yang
masih berlangsung hingga pukul 06.00 WIB. Hal ini menunjukkan aktivitas
erupsi dan awan panas guguran di Gunungapi Semeru masih sangat tinggi.
Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga
masih tinggi mengingat curah hujan yang cukup tinggi di Gunungapi Semeru.

• Pemantauan deformasi masih menunjukkan terjadinya inflasi (peningkatan
tekanan) yang menunjukkan masih terjadinya proses suplai magma ke dalam kantong magma maupun ke permukaan. Pemantauan area panas (hotspot) menunjukkan peningkatan adanya anomali thermal menjadi 15 Mw di sekitar area kawah yang mengindikasikan masih adanya tumpukan material panas
pada kawah Gunungapi Semeru

• Mengingat kegiatan Gunungapi Semeru masih tinggi dan serta masih
berpotensi terjadinya awanpanas guguran serta aliran lava maka Badan
Geologi menyatakan Tingkat Aktivitas Gunungapi Semeru masih berada pada
Level III (SIAGA).

Sehubungan Tingkat Aktivitas Gunungapi Semeru saat ini masih berada di level
Level III (SIAGA), dihimbau kepada masyarakat/pengunjung/wisatawan:
1. Mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,

2. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk
Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut,
masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai
(sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda
perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

3. Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru
karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)

4. Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru,
terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Agar masyarakat tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Api Semeru,dan mengikuti arahan dari Instansi yang
berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB dan K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya.

Informasi mengenai aktivitas Gunungapi Semeru terkini dapat diperoleh melalui aplikasi/Website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (Facebook, Twitter, dan Instagram pvmbg_). (PR/Sera-21)****
Komentar

Tampilkan