Atmosfer Pertandingan di Kejurnas Arung Jeram Probolinggo Semakin Ketat

12/01/22, 21:23 WIB Last Updated 2022-12-01T14:23:19Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Peserta arung jeram pada Kejurnas Arung Jeram di Probolinggo, Jawa Timur. FOTO : Sportsmoment/ Erli Bahtiar. 



AKSARANEWS.CO.ID. PROBOLINGGO- Perlombaan hari kedua Kejurnas Arung Jeram 2022, Jumat (2/12/2022) besok akan menyajikan nomor head to head. Di nomor ini, persaingan dinilai akan cukup ketat. 


Bila di nomor sprint, Jawa Barat percaya diri bisa menguasai, namun tidak halnya di head to head. Mereka mengaku belum bisa memprediksi tim provinsi mana yang kuat. 


"Peluang? kalau di sprint kita bisa mengontrol tim-tim, karena di nomor ini semua jadi bisa kelihatan baik kekuatan fisik maupun tekniknya. Tapi besok, kita harus atur strategi lagi. Karena untuk pesaing, semua bisa dibilang kuat. Kita lihat saja nanti, karena untuk nomor ini kami tidak bisa memprediksi tim mana yang kuat," kata pelatih Tim Jawa Barat, Aceng Supendi usai perlombaan yang berlangsung di Sungai Pekalen, Condong, Probolinggo, Kamis (1/12/2022). 


Peta kekuatan Kejurnas edisi tahun ini dinilainya berbeda. Mulai dari atmosfer pertandingan, hingga munculnya tim-tim baru dari provinsi yang lain. 


"Peta kekuatannya jadi berbeda. Karena yang tadinya di Kejurnas sebelumnya tidak ikut, sekarang muncul, dan semua yang baru-baru muncul di Kejurnas ini tampil nyaris dengan tim-tim yang kuat," imbuhnya. 


Sementara itu Chief Judge, Tri Haryanto mengatakan jika persaingan lebih ketat biasanya akan terjadi di nomor head to head dan slalom. Karena biasanya akan banyak tim yang terkena pinalti. 


"Head to head lebih sengit karena pada akan ada adu dayung atau perahunya saling menghalangi. Jadi pasti nanti akan ada protes biasanya," tambahnya.


Atlet putri asal Sumatera Utara, Nabila Ajeng (21) mengatakan bahwa jalur Sungai Pekalen ini luar biasa. Setelah menjalankan lomba hari pertama, dia mengaku sudah mulai tahu jalur-jalur yang bisa dimanfaatkannya untuk perlombaan hari kedua ini. 


"Jalurnya luar biasa. Kalau kata orang Medan, 'ribak sude'. Semua sudah mantap persiapannya, kesulitan tidak ada. Hanya memang tinggi debit air pasti akan berpengaruh untuk pemilihan jalur nanti. Karena kalau surut kan batunya akan keliatan, tapi Insyaallah pasti bisa kita atasi," ungkapnya. (Humas PB FAJI/ Sera-21)****

 


Komentar

Tampilkan