Montagu Bekas Jajahan Belanda dan Inggris yang Tetap Terjaga Hingga Kini

11/13/22, 06:41 WIB Last Updated 2022-11-12T23:41:07Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


 

AKSARANEWS.CO.ID. JULIET mengirim seorang utusan untuk menemui Romeo. Tapi sang utusan tak berhasil menemuinya. Romeo malah menerima kabar, sang kekasih meninggal.


Romeo berlari ke rumah sang pujaan (catatan- Tahun 1990 saat Belgia vs Spanyol (21/6/) 1-2, di Stadio, Marcantonio, Bertogodi, Verona, saya kebetulan meliput laga itu. Esoknya saya ikut tour Roneo-Juliet). Usaha Romeo tidak mudah untuk melihat sanh kekasih.


Paris, seorang keluarga Juliet dari klan Capulet, menghadang. Romeo tak tinggal diam, ia menikamnya.


Di hadapan jenazah Juliet, Romeo bersumpah untuk sehidup semati. Maka ditenggaklah racun yang sudah ia bawa. Matilah Romeo.


Namun ternyata Juliet belum meninggal. Melihat sang pujaan terkapar tak bernyawa, Juliet mengambil pisau yang dipakai oleh sang kekasih membunuh Paris, ditikamkan ke jantungnya. Maka sepasang kekasih itu pun berpulang bersama.


Begitulah kisah yang dituliskan oleh William

Shakespeare. Tragis dan memilukan. Yang sebelumnya sudah dituliskan sebagai sajak The Tragical History of Romeus and Juliet oleh Arthur Brooke tahun 1562.


*Montagu City*

Namun saya tidak ingin menulis ulang atau sejenisnya. Romeo-Juliet itu hanya berkait dengan nama kota kecil Montagu, karena Romeo berasal dari klan Montagues atau Montagu.


Nah keluarga Montagu sejak lama diakui memiliki satu sumber. Artinya setiap orang yang memiliki nama keluarga Montagu atau Montague atau Montacute, memiliki moyang yang sama, meski mereka tersebar di beberapa negara. Tentu yang terbanyak di Inggris, lalu Amarika, Italia, Prancis, dan lain-lain.


Dari catatan _Britannica.com,_ Keluarga Montagu , juga dieja Montague , atau ditulis Montacute. Nama keluarga  bangsawan Inggris di abad pertengahan  Salisbury, yang diturunkan dari Drogo dari Montaigu. Disebutkan dalam _Domesday Book_ (1086) sebagai salah satu pemilik tanah utama di Somerset. 


Keluarga pertama kali yang menonjol pada abad ke-14, terutama dengan pencapaiannya, adalah *William de Montagu* (diyakini sebagai moyangnya Montagu). Ia dikenal sangat dekat dan membantu Raja Edward III melepaskan pengawasan ibunya, Ratu Isabella, dan kekasihnya, Roger Mortimer, Earl of March. William diangkat sebagai Earl of Salisbury pada tahun 1337. 


Keturunannya bertempur dengan perbedaan dalam Perang Seratus Tahun . Thomas de Montacute (w. 1428), Earl of Salisbury, hanya meninggalkan seorang putri, Alice; dia menikahi Richard Neville (yang menjadi earl di sebelah kanannya).


Terkait kota Montagu yang terletak di provinsi Western Cape (Tanjung Barat) di Afrika Selatan, sekitar 180 kilometer (110 mil) dari Cape Town di Western Little Karoo, bukan milik keluarga Montagu. Meski demikian, oleh mereka yang bermarga Montagu, kota ini dianggap sebagai simbol keberhasilan.


Air Hangat

Awalnya, kota ini bernama Kloof Agater Cogman, kemudian diganti menjadi Montagu City, memakai nama belakang mantan Sekertaris Cape Colony, John Montagu yang dianggap sukses menata dan membangun kota yang luas totalnya 32, 71 km2.


Sejak 1851 hingga hari ini, Montagu dikenal karena memiliki sumber air mineral panas. Berbeda dengan air panas di Ciater, Kabupaten Bandung atau Ciseeng, Parung, Kabupaten Bogor yang bersumber dari Belerang, di Montagu bukan.


Montagu, di kelilingi pegunangan batu yang luar biasa indahnya, perpaduan warna merah bercampur warna lain. Montagu juga dikenal sebagai daerah pertanian dan perkebunan. Kebun dan kebun anggur terhampar begitu luas.


Selain itu, daerah pertaniannya, juga ditanami bunga 'Koo', yang terletak di utara kota. Juga terkenal dengan kualitas buah apel, pir, aprikot, dan persiknya. 


Tak heran jika udara kotanya sangat sejuk. Di puncak musim panas 2022 saja, hanya 18 derajat celsius. Kota yang tenang, meski penduduk utamanya berkulit hitam, tetapi kota peninggalan Belanda dan Inggris tetap terjaga dengan baik.


Gedung-gedung peninggalan Belanda-Inggris terawat dengan apik. Berbeda dengan di negara kita, gedung-gedung tua eks. Belanda, atas nama 'kebencian' atas penjajahan, dihancurkan.


Saya ingat saat setahun bekerja di Majalah Olympic, di Jalan Kembung, Jakarta kota, 1978 saat itu masih sangat banyak bangunan bersejarah dan indah, kini lebih dari 70 persen habis karena keserakahan. Habis karena kerakusan. Padahal, 1985 saat saya pertama ke Belanda, ada bagian Jakarta kota sangat mirip dengan Amsterdam. Sekarang punah dan diganti dengan gedung kotak-kotak yang sama sekali jauh dari indah.


Kembali ke Montagu. Bukit-bukit batu yang indah itu, juga dijadikan area olahraga panjat tebing. 


Selain itu, puncak _Bloupunt_ setinggi 1266 m, menghadap ke desa dan menawarkan beberapa jalur _hiking_, serta jalur  _kloofing_. Juga dijadikan jalur bersepeda gunung yang sangat menantang.


Montagu tepatnya berada di dekat Robertson Wine Valley , dan paling mudah dicapai melalui rute pemandangan Route 62 . (wikipedia)


Saat ini Montagu dihuni oleh 15.716 jiwa. Terdiri dari Afrika Hitam 6.4%, Berwarna75,7% ,  India / Asia 0,5%, Putih16,4% , dan Lainnya1,0% . Dan bahasa yang digunakan: Afrikaans 91,2%, Inggris 5,5%, Xhosa 1,5%, Lainnya1,9%.


Bahasa Afrikaans (Afrikaans, [afriˈkɑːns]) adalah suatu bahasa Jermanik Barat yang dituturkan di Afrika Selatan dan Namibia. Bahasa ini pada awalnya adalah dialek yang dituturkan oleh para pendatang Afrikaner dan budak yang dibawa ke daerah Cape Town oleh Kompeni Hindia Belanda (bahasa Belanda: Verenigde Oost-Indische Compagnie [VOC]) pada tahun 1652 dan 1705. Sebagian besar pendatang ini berasal dari Perserikatan Provinsi (sekarang Belanda), tetapi ada juga pendatang dari Jerman, Prancis, Skotlandia, dan beberapa negara lainnya. Para pekerja dan budak yang dibawa serta adalah orang-orang Melayu, orang-orang Khoi, dan Bushmen.


Bahasa Xhosa (isiXhosa) ialah salah satu bahasa resmi di Afrika Selatan dan merupakan anggota rumpun bahasa Niger-Kongo. Dituturkan oleh sekitar 6,5 juta jiwa di provinsi Tanjung Timur, Negara Bebas Oranye, Ciskei dan Transkei di Afrika Selatan. Botswana dan Lesotho, dua negara yang juga menggunakan bahasa itu. Bahasa ini juga berhubungan dekat dengan bahasa Zulu, siSwati dan Ndebele dan kurang lebih mirip dengan bahasa-bahasa itu. ****

M. Nigara

Wartawan Senior


Komentar

Tampilkan