Diduga dana APBN untuk pengadaan hewan ternak digelapkan kades Sukajaya

11/01/22, 14:53 WIB Last Updated 2022-11-01T07:53:27Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



aksaranews.co.id , Kabupaten bekasi - Dalam menyikapi Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022 yang mengatur peruntukkan Dana Desa untuk kegiatan salah satunya adalah program ketahanan pangan dan hewani. Serta sebagai implementasi kegiatan prioritas dana Desa tahun anggaran 2022  yang diatur pada Permendesa, PDTT Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022 yang mewajibkan Desa di seluruh Indonesia menganggarkan program tersebut. 


Untuk Itu, salah satu kegiatan yang menunjang hal tersebut diantaranya adalah bantuan hewan ternak kepada kelompok masyarakat untuk dikelola dan dikembangbiakkan demi peningkatan perekonomian masyarakat. 


Dari hal itu, bantuan sebagaimana yang dimaksud pada poin di atas perlu kiranya ada keputusan kepala Desa atau SK tentang kelompok ternak yang menjadi dasar pengalokasian bantuan ternak yang bersumber dari DD tahun 2022. 


Dan dalam keputusan itu menjelaskan tentang hal-hal yang perlu ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta melampirkan nama-nama dari anggota yang dimaksud. 


Hal ini seperti yang sekarang dilakukan BumDes Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, yang mengalokasikan dana desa sebesar Rp104.000.000, untuk pengadaan hewan ternak bagi warga Desa Sukajaya. 


Kepala Desa Sukajaya sekaligus Komisaris BumDes, Amang S menjelaskan, program seperti ini diberikan kepada warganya. Dan, daerah yang mendapat program ini sedikitnya 5 kampung, yaitu Kampung Cikarang Jati, Kampung Wangkal, Kampung Brahol, Kampung Ceger, dan Kampung Rawa Lele. 


Namun, Kampung Rawa Lele yang pertama untuk menerima bantuan ini berupa ikan lele sebagai tahap pertama sebesar Rp104 juta rupiah. 


"Itu juga termasuk hewan ternak Kambing," ucapnya saat ditemui di Kantor Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Selasa (01/11/2022) pagi. 


Dia juga menambahkan, kebijakan ini perlu dioptimalkan untuk pengembangan potensi desa dan kawasan melalui berbagai macam komoditas pangan dengan memanfaatkan lahan desa, lahan masyarakat, lahan yang telah mendapatkan izin. 


“Penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan perlu dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat agar masyarakat desa memiliki kemampuan yang cukup dalam memenuhi kebutuhan pangan di desa secara mandiri. Dana Desa diharapkan mampu mendukung kegiatan dari mulai produksi, penyediaan lahan dan infrastruktur penunjang, pengolahan dan pemasaran," tutupnya. 


Sementara itu, dari hasil investigasi yang ditelusuri ke tingkat RT dan RW dari masing-masing Kampung di Desa Sukajaya, belum terealisasi bentuk fisik dari pengadaan hewan ternak tersebut. Meskipun Kades Sukajaya menyebutkan bahwa program ini hanya sampai akhir tahun 2022. 


"Bahkan, kandang kambing yang ada masih terlihat kosong, belum ada isinya (fisik hewan)," ucap salah satu warga yang enggan disebut namanya. 


"Maka itu, kami perlu kejelasan dari BumDes terutama komisarisnya tentang realisasi. Karena sejak turunnya anggaran Rp104 juta ini, kami hanya seperti diberi harapan yang belum tahu kebenarannya. Sedangkan yang kami tahu, anggaran itu sudah turun, dan Pak Lurah masih menyangkalnya bahwa dirinya belum menerima dana untuk pengadaan hewan ternak," pungkasnya. 


Untuk hal itu, dia melanjutkan, apabila program seperti ini belum sepenuhnya terealisasi, atau bahkan hingga saat ini belum ada bukti, dirinya akan melakukan pengawasan mengenai kemana larinya anggaran pengadaan hewan ternak. (Ari)

Komentar

Tampilkan