MPC Pemuda Pancasila Kota Bandung Ikut Mengecam Pernyataan Effendi Simbolon, Harusnya Mundur Tanpa Diminta

9/14/22, 19:25 WIB Last Updated 2022-09-14T12:26:09Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini





aksara news.co.id ,BANDUNG,  Setelah menuai banyak kecaman dari prajurit TNI atas pernyataan yang menyebut TNI seperti gerombolan. Anggota Komisi DPR RI dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon akhirnya menyatakan permohonan maaf.

Lihat juga

PWI Secara Tegas Melarang 20.000 Anggotanya Ikut UKW Lembaga Abal-abal dan Tak Patuhi UU Pers

Meriahkan HUT ke 77 RI, Tahfizh Qur'an Bersama Tarka Sanusa RW 09 Cipamokolan Gelar Lomba


"Saya dari lubuk hati paling dalam saya minta maaf atas perkataan saya yang menyakiti di hati prajurit siapapun dia dari mulai tamtama perwira sampai sesepuh dengan pernyataan yang diartikan lain," kata Effendi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9).


Pernyataan TNI seperti gerombolan oleh Effendi Simbolon yang diungkapkan dalam rapat dengar pendapat di DPR RI, (5/9) lalu, dianggap telah menyinggung korps TNI.


Tak hanya korps TNI, mayoritas rakyat Indonesia yang dianggap sebagai rahim TNI juga akan merasa tersinggung atas pernyataan tersebut.


Salahsatunya dari organisasi kemasyarakatan (ormas) Pemuda Pancasila Kota Bandung yang tidak terima dan marah atas pernyataan tidak pantas dari seorang wakil rakyat.


"Jangankan sekaliber TNI yang kita banggakan ketika dianggap gerombolan, tentu akan sangat marah dan gak terima. Kita juga yang hanya ormas tentu gak terima," tegas Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bandung, Yayan Suharlan, Rabu (14/9/2022).


Menurutnya, klarifikasi dan permohonan maaf yang disampaikan Effendi Simbolon tidaklah cukup. Harus gentlement mundur tanpa diminta. Sebagai bukti bahwa Effendi Simbolon adalah orang yang bertanggung jawab yang selalu siap dengan penuh kesadaran konsekuen atas segala tindakan.


Dirinya juga mengingatkan, agar sebagai anggota legislatif jangan merasa paling benar dan paling pintar.


"Seorang legislatif sebagai wakil rakyat jangan merasa paling hebat, paling bener, paling pintar," kesalnya.


Selain menyinggung korps TNI, kata Yayan, ucapan Effendi Simbolon juga ada menyebut kata ormas, yang seolah mendiskreditkan keberadaan dan peran ormas.


Bahkan, lanjut Yayan, jika dibandingkan dengan ormas, dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh seorang oknum legislatif yang tidak baik dirasakan oleh masa depan anak bangsa.


"Sejelek-jeleknya ormas, kita gak sampai merusak dan terindikasi menghancurkan bangsa. Kalo ada gejolak dikit paling urusan isi perut," ungkapnya.


"Tapi bayangkan dampak kerusakan oknum legislatif sekelas effendi simbolon, pertaruhan korbannya jelas masa depan anak bangsa," imbuhnya.

Untuk itu, Yayan ingin mengingatkan kembali peran setiap warga dalam membangun bangsa dan negara, bahwa Indonesia ada karena peran bersama. Bukan hanya peran dari kelompok, golongan dan suku tertentu.


"Indonesia ada karena kita bukan karena kami, kau, atau aku. Apalagi Effendi Simbolon yang jelas sudah sebagai wakil rakyat yang menikmati segala fasilitas negara justru melukai hati rakyat dan memecah belah bangsa," pungkasnya.


Sementara, Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Bandung, Hendra Guntara menambahkan, seyogyanya sebagai wakil rakyat juga sebagai anggota dewan yang terhormat bisa menyaring pernyataannya sebelum disampaikan di depan publik. Agar pernyataan yang keluar tidak melukai rakyat.


"Statemen seorang wakil Rakyat harus nya di saring, dan tidak mengeluarkan kata-kata yang melukai, terlebih TNI dihina, dan kamipun dihina dengan kata-kata Gerombolan, ini kesekian kali nya terjadi dari wakil Rakyat, tidak boleh terjadi lagi," tegasnya.

Komentar

Tampilkan