DUGAAN KORUPSI PEMBANGUNAN GEDUNG SWA KELOLA DAK PROviNSI SMK1 TARUMA JAYA KAB BEKASI.

9/28/22, 07:45 WIB Last Updated 2022-09-28T00:45:02Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



.Kab Bekas, http/ aksara co id

 

Dalam menunjang kegiatan belajar mengajar dinas pendidikan harus memaksimalkan Pembangunan gedung sekolah yang layak dan aman ,maka bangunan gedung sekolah itu harus septy sebab menyangkut keselamatan nyawa manusia jika terjadi hal yang tidak kita inginkan atau ambruk sehingga dapat menelan korban jiwa.

seperti pembangunan gedung sekolah SMK1 Taruma Jaya Kec Taruma Jaya Kab Bekasi, bantuan DAK(Swakelola) Propensi Jawa Barat, dengan tiga ruang belajar dana anggaran Rp 1,5 miliar lebih diduga tidak sesuai RAB, dengan waktu pelaksanaan 120 hari,  13 Oktober 2022 ,  pembangunan gedung sekolah yang masih berjalan tersebut terindikasi adanya korupsi di segi konstruksi, seperti pondasi tiang penyangga (Pilar) memakai besi polos ukuran 12 banci. Yang seharusnya memakai besi Ulir. Pantauan dilokasi proyek pembangunan gedung sekolah tersebut tadak adanya  konsultan maupun pengawas yang berwenang. 

Ketika  akan dikonfirmasi oleh awak media  kepala sekolah yang berinisial *ADEK* Staf /securiti mengatakan bahwa kepala sekolah tidak ada ditempat dan jarang sekali datang kesekolah menurutnya kepala sekolah Ditunjuk di dua tempat Selain Di SMK1 Taruma Jaya Juga  di SMK 1 Cibarusah, masalah ini sudah dilaporkan kepada kasi pendidikan KCD wilayah 3  kab bekasi *Pa Nurdin* , dan ketika dihubungi lewat telpon selulernya kepala sekolah SMK1 Taruma Jaya yang berinisial *Adek* berdalih selalu mengatakan saya sedang sakit ucapnya

Terpisah"  ketika diminta tanggapan  kepada LSM Lembaga Investigasi Negara (LIN) terkait pembangunan gedung sekolah yang ada di SMK 1 Taruma Jaya Kab Bekasi., ketua LSM LIN. *Jayadi* mengatakan menurutnya pembangunan gedung sekolah tersebut diduga menyalahi spec tidak sesuai RAB, material ( besi) pilar  penyangga bangunan seharusnya memakai besi Ulir bukannya besi biasa yang ukuran 12 banci ini



 sudah menyalahi dan memang patut dipertanyakan karena diduga adanya korupsi, disegi konstruksi serta pondasi yang dibuat  semuanya tidak sesuai, menurut Jayadi   patut adanya kecurigaan sebab kalau kita lihat dari  besi konstruksinya sudah menyalahi RAB. Ucapnya 

Karena bangunan gedung sekolah semua tiang penyangga atau pilar harus memakai Besi ulir dan kedalaman pondasi maksimal 70 Cm atau lebih,  ini uang negara yang dipungut dari pajak rakyat. Dan dikembalikan lagi kepada rakyat dalam bentuk pembangunan fisik,  infrastruktur, 

Maka kekuatan bangunan tersebut harus benar benar septy serta kuat agar tercapai umur rencananya, karena ini menyangkut nyawa agar tidak terjadi musibah atau  gedung sekolah tersebut ambruk. 

Dan jika ditemukan adanya penyimpangan / korupsi  agar segera dilaporkan ke pihak berwajib, Kepolisian, BPK propensi  dan kejaksaan secepatnya segera diaudit, 

serta dapat  dijerat dengan UU tindak pidana korupsi ( Tipikor), jika ada uang negara yang dirugikan harus segera ditangkap/ penjarakan dan diseret kemeja hijau  tandasnya. (   *** HR )

Komentar

Tampilkan