9/17/22, 13:22 WIB Last Updated 2022-09-17T06:22:03Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



aksaranews.co.id ,Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyebutkan 5 daerah dengan kasus HIV/AIDS tertinggi di Jawa Barat pada tahun 2022. Beberapa daerah tersebut yaitu Bandung, Bogor, Bekasi, Kabupaten Indramayu dan Kab


upaten Bekasi.


Kota Bekasi menduduki peringkat ke tiga kasus HIV/AIDS di Jawa Barat dengan jumlah 365 jiwa. Jumlah tersebut berdasarkan hasil tes yang dilakukan selama rentang waktu januari sampai dengan juni 2022. Dan terhitung sampai dengan bulan agustus kasus HIV dan AIDS tembus mencapai angka 554 jiwa.


Namun pemantauan kasus tersebut memang belum maksimal sebab Kota Bekasi saat ini sedang dalam proses update aplikasi SIHA (Sistem Informasi HIV AIDS) yang kedepanya data kasus akan dipilah berdasarkan NIK, sehingga masih perlu waktu untuk memilahnya.


Berikut adalah grafik kasus HIV/AIDS di Kota Bekasi lima tahun ke belakang,


Tahun 2018 (360 Jiwa), Tahun 2019 (335 Jiwa),Tahun 2020 (237 Jiwa), Tahun 2021 (390 Jiwa), Tahun 2022 (554 Jiwa).


Meningkatkan nya kasus HIV-AIDS di Kota Bekasi, Jawa Barat, pada tahun 2022 sungguh sangat memperhatinkan. 


Pasalnya kasus HIV-AIDS tersebut menurut data dari tahun ke tahun belum adanya penurunan. Disini bisa dinilai bahwa Dinas terkait belum bisa srius dalam menangani kasus tersebut (HIV-AIDS).


Menindaklanjuti dari berita yang beredar saat ini Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Mitra Karya Kota Bekasi M. Rizky Yusa Maulana mengungkapkan bahwa kondisi di Kota Bekasi saat ini dalam penanganan kasus HIV-AIDS dinilai masih kurang serius melihat setiap tahunnya kasus kian meningkat.


"Saya sangat prihatin dengan kondisi penangan kasus penyakit HIV-AIDS di Kota Bekasi saat ini, karena menurut saya penanganan kasus HIV/AIDS belum maksimal,  Dinas terkait perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat dan memberikan sosialisasi secara konprehensif agar pemberantasan kasus HIV/AIDS dapat berjalan dengan efektif  , pasalnya saya melihat bahwa 5 tahun kebelakang  kasus penyakit ini kian mengalami peningkatan dan sudah seharusnya ditangani dengan serius." Ungkap Rizky, Sabtu (17/09/2022).


Ia menambahkan juga bahwa seharusnya dalam menindak lanjuti kasus seperti ini seharus nya Dinas Kota Bekasi memberikan langkah terbaik sehingga kasus penyakit HIV-AIDS di Kota Bekasi dapat tertangani dengan baik.


"Dalam hal ini menurut saya, Dinas Kota Bekasi harus serius baik dalam peningkatan sosialisasi maupun pengawasan. Dan dalam hal ini pula dinkes harus melibatkan banyak masyarakat ataupun stake holder yang ada jangan bekerja sendiri, sehingga mungkin kasus penyakit HIV-AIDS di Kota Bekasi dapat di atasi dengan baik." Tutup Rizky.

Komentar

Tampilkan