PT GBB Diduga Dalang Mafia MusnahnyaTanah Kas Desa Di Kabupaten Bekasi. Kab Bekasi, https// aksara news co.id

8/10/22, 09:40 WIB Last Updated 2022-08-10T02:40:49Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini




Kab Bekasi, https// aksaranews.co.ir


Kronologis berawal dari kepemimpinan Dr Sa"dudin (almarhum) sebagai bupati bekasi satu priode pada waktu itu terjadi Ruislagh tanah kas desa (TKD)oleh tim 9 ada sepuluh desa di kabupaten bekasi yang diduga didalangi oleh pengembang perumahan yaitu PT Griya Bangun Bersama (GBB) dengan memanfaatkan bupati bekasi Dr Sa"dudin agar supaya mengajukan Ruislagh tanah kas desa kepada gubernur propensi Jawa barat pada waktu itu dijabat oleh Heryawan tetapi ditolak sebab Ruislagh tanah kas desa tersebut komersil akan dibangun perumahan oleh pengembang PT GBB jadi bukan untuk kepentingan umum ( masyarakat) bupati bekasi Sa"dudin tetap melakukan Ruislagh seakan telah disetujui oleh gubernur jabar *Heryawan*  maka terjadilah Ruislagh hingga ada sepuluh desa tetapi pengganti Ruislagh nya masih atas nama pengembang PT GBB Menurut Ketua Forum Masyarakat Sriamor (FORMASRI) H Darip . 

Tanah TKD dari sepuluh desa di kabupaten bekasi sebagian besar ada di desa Sriamor dan desa terdekat Srimukti dengan kepala desanya *Sadam*  yang diduga turut terlibat dalam  menggerogoti penjualan tanah kas desa . 

Dan pada waktu itu TKD tersebut digarap oleh masyarakat petani Sriamor dengan ditanami Padi  dan selanjutnya terjadi pelepasan hak dari PT GBB ke PT Hasana Damai  Putra (HDP) tanah kas desa yang digarap oleh petani sedang ditanami padi pihak perum HDP tanpa basa basi langsung memporak porandakan tanaman pohon padi tersebut dengan alat berat tanpa ada rasa belas kasihan sedikitpun kerugian menimpa petani penggarap hanya tertegun diam tapi tidak dapat berbuat apa apa

Camat Tambun Utara pada waktu itu dijabat oleh DODO dan setelahnya dimutasi ke POL PP kab bekasi  ( meninggal) selanjutnya dijabat oleh Deny  camat Tambun Utara yang sekarang menjadi PJ Pol PP kab bekasi sempat terjadi demo di kecamatan Tambun Utara waktu dijabat oleh DODO  masyarakat Sriamor berorasi menuntut agar tanah kas desa dikembalikan lagi kefungsinya sebagai TKD. 

Ketika diminta tanggapannya oleh awak media  ketua DPC LIN (Lembaga  Investagasi Negara ) Kab Bekasi Jayadi Sh mengatakan" Kasus ini sebenarnya sudah lama proses hukum berjalan tertatih tatih bahkan mungkin tidak diproses sama sekali atau diabaikan dibuang kebak sampah. 

.kalau bicara hukum di Indonesia masih berlaku bahasa *Tumpul keatas Tajam kebawah* atau Istilah kasih uang habis perkara ( KUHP),mana haram halal kadang mereka tidak dapat membedakan apalagi di kabupaten bekasi sebagian oknum pejabatnya sudah tidak punya Urat malu, muka tembok mereka dilahirkan dari rahim yang haram , sehingga mereka menghalalkan segala cara bebernya. 

Apalagi rasa belas kasihan sesama mereka sudah tidak punya hanya mementingkan kelompok dan keluarganya sendiri. 

Padahal Bp President RI Ir  Joko Widodo , pencetus Tumpas mafia tanah di Indonesia yang sangat merugikan Rakyat dan Negara atau jika ada yang membekengi Kepolisian maupun TNI akan diberikan sangsi hukum yang tegas Ucapnya. 

Sementara ini kita bersender kepada Kepolisian ,kejaksaan dan KPK untuk menjebloskan para mafia tanah kedalam Penjara yang ada di Republik ini khususnya dikanupaten Bekasi, semoga ada Titik Terang,, (Hum swasiastu) RED..

Komentar

Tampilkan