Kasus Perkara Penipuan Dan Penggelapan Pihak Pelaporan Intervensi Saksi

8/19/22, 17:07 WIB Last Updated 2022-08-19T10:07:45Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Aksaranews.co.id ,KOTA BEKASI,- Diketahui berdasarkan perkara Laporan Polisi No : LP /B/182/IV/2022/SPKT/Polsek Bks Selatan /Restro Bks Kota/Polda Metro Jaya, tanggal 27 April 2022, Perihal perkara Penipuan dan atau Penggelapan sebagaimana dimaksud Pasal 372 KUHP yang sudah melalui proses SP2HP


Kepada media Kuasa Hukum Unggul Sapetua S.H dari pelapor Mastaria Manurung memberikan penjelasan, "Setelah pemeriksaan terlapor, pelapor dan saksi - saksi walaupun saat itu penyidik belum memeriksa E yang menerima langsung transferan dari pelapor, kemudian penyidik memanggil para pihak untuk datang ke Polsek dalam rangka konfrontasi yang dihadiri pelapor Mastaria Manurung, terlapor (MZA), (R) dan saksi konveksi dan W bendahara acara jalan sehat yang dilaksanakan sebuah yayasan," jelas Unggul, pada Kamis (18/8/2022).


Namun diawal konfrontasi terjadi perdebatan dengan adanya keberatan Penasehat Hukum  (PH) pelapor dan PH saksi konveksi dikarenakan terlapor (MZA) memakai identitas Pegawai Negeri Sipil (PNS), PH pelapor dan saksi minta kepada penyidik untuk menanyakan kepada (MZA) Identitas sesungguhnya karena masih ada 2 KTP (Kartu Tanda Penduduk) lainnya dengan pekerjaan yang berbeda dan tidak bisa membuktikan identitas PNS-nya maka (MZA) tidak ikut konfrontir, kemudian acara konfrontir dilanjutkan.


"Saat konfrontir penyidik menanyakan harga baju pada saksi konveksi yang dijelaskan bahwa per pcs senilai Rp 31.000 kemudian penyidik juga bertanya ke terlapor (R) mengenai pengembalian modal dan keuntungan pelapor dan diakui terlapor (R) belum ada pengembalian sama sekali kepada pelapor.


Setelah Konfrontir Kanit Reskrim Polsek Bekasi Selatan Iptu Valeri S.H menjembatani para pihak Mastaria Pelapor, Terlapor (MZA), (R), saksi W dan D, dihadapan Kanit  Reskrim dan Penyidik (MZA) dan R mengakui kesalahannya dan siap untuk mengembalikan modal dan keuntungan yang dijanjikan diawal kepada pelapor.


"Kemudian kami melanjutkan mediasi diluar namun tidak sepakat antara pelapor dan terlapor,dan pelapor meminta kepada kanit dan penyidik perkara ini dilanjutkan," terang Unggul. 


Menurut keterangan pelapor, pembicaraan diawal sebelum memberikan modal jalan sehat (MZA) yang memerintahkan mentransfer uang kepada E (istri Risda) dan transfer Ke R, W, dan siap bertanggungjawab untuk uang tersebut.


Selain itu menurut Penasehat Hukum pelapor, terlapor (MZA) menelepon saksi D ( Konveksi) dengan maksud agar saksi jangan datang apabila dipanggil Polisi dan mengajarkan berbohong terkait harga baju ke Polisi agar perkara yang dilaporkan jangan melebar dan Terlapor (MZA) sudah mengatur semuanya ke Polisi dan akan back up, dan hadapi dipolisi ucap (MZA) ke saksi D, yang artinya (MZA) berusaha menghalang - halangi penyidikan dan mengaburkan perkara hal ini akan dilaporkan kembali oleh Pelapor. 


Seluruh bukti - bukti sudah diserahkan ke Penyidik dan Kanit Reskrim Polsek Bekasi Selatan. 


Sebelumnya Derapdetik.com sudah Konfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Bekasi Selatan, Iptu Valeri S.H dan mengatakan bahwa secepatnya dalam 2 - 3 hari ini akan dilakukan gelar perkara.


PH pelapor Unggul Sapetua, S.H mengapresiasi kinerja Kanit Reskrim dan Penyidik Polsek Bekasi Selatan dimana menjembatani mediasi yang akhirnya terlapor mengakui kesalahannya dan siap mengembalikan modal dan keuntungan pelapor. ( Red)

Komentar

Tampilkan