Dinas Kebudayaan Kabupaten Bekasi dan siswa/i Sekolah Meriahkan Hari Terakhir Pameran Lukisan di Gedung Juang 45 Tambun*

8/05/22, 05:06 WIB Last Updated 2022-08-04T22:06:14Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini




Akaaranews.co.id, BEKASI ~ Onin Sontani, pelukis fenomenal yang saat ini kiprahnya sedamg hangat dibincangkan masyarakat Bekasi hingga seantero negeri, membanderol lukisan yang menggambarkan sosok calon presiden kedelapan Republik Indonesia (RI), dengan harga yang sangat fantastis, yakni Rp 5 miliar.


Kecintaannya pada seni lukis ditambah pengalamannya telah mengantarkannya pada perjalanan ke berbagai kantong budaya nusantara membuat rekan sejawatnya yang sekaligus menjabat sebagai kepala seksi (kasie) Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Ulung Endi Suryadi (UES-red) berkunjung di hari terakhir pameran lukisan di Museum Bekasi, Komplek Gedung Juang 45 Tambun pada, Kamis (4/8/2022).


Dalam keterangan persnya pria yang akrab disapa Ki UES mengutarakan, "dalam kegiatan pameran ini kami selaku seksi Kebudayaan Disbudpora Kabupaten Bekasi sangat mengapresiasi pameran tersebut, didalam amanah UU No. 5 tahun 2017 tentang Kemajuan Kebudayaan itu ada kewajiban pemerintah terhadap seni dan budaya di daerah, diantaranya adalah kewajiban itu dalam rangka melindungi, melestarikan, mengembangkan, memberikan pembinaan, dan memanfaatkan. Ketika kita bicara budaya, seharusnya semua unsur seni termasuk seni rupa, seni lukis, seni musik, tari dan sebagainya itu menjadi tanggung jawab kita (pemerintah-red), namun selama ini garapan kami di dinas kebudayaan itu lebih banyak kepada seni-seni pertunjukan, terus terang saja memang untuk para seniman perupa (lukis, pahat, patung-red) itu belum mendapatkan porsi dari kita. Dan kebetulan ada teman lama saya ini (Onin Sontani-red) yang mencoba menawarkan ingin menggelar pameran lukisan, maka saya rekomendasikan Gedung Juang untuk menggelar pameran lukisan tersebut, mengingat Museum Bekasi di Komplek Gedung Juang 45 Tambun ini sudah terbuka untuk publik sehingga masyarakat ketika mengunjungi museum tersebut ada alternatif pilihan menggali potensi seni budaya yang terdapat di Kabupaten Bekasi," terang Ki UES.


Ki UES menambahkan, saat ini kami dinas kebudayaan baru sekedar dapat memfasilitasi tempat penyelenggaraan pameran lukisan, mudah-mudahan kedepannya ini menjadi tolok ukur bagi kita (dinas kebudayaan) dapat turut andil berperan serta memajukan seni lukis khususnya dalam pameran-pameran hasil para seniman Kabupaten Bekasi. Harapan tersebar kami, dinas kita itu kan senantiasa mendapatkan penilaian dari kinerja, penilaian kinerja di bidang budaya itu menggunakan standar indikator dari IPK (indeks pembangunan kebudayaan-red), didalam IPK itu ada salah satu indikator yang menjadi tolok ukur kemajuan suatu kebudayaan daerah itu adalah partisipasi masyarakat dan apresiasi masyarakat terhadap pertunjukan-pertunjukan kesenian, salah satunya kunjungan ke pameran lukisan kesini. Saya melihat langsung partisipasi dan apresiasi masyarakat terhadap pameran lukisan yang digelar saat ini antusias pengunjungnya sangat tinggi, siswa/i dari berbagai sekolah pun bergelombang datang ke pameran lukisan saat ini. 


"Saya sangat mengapresiasi hal tersebut, kita buat pameran lukisan lebih besar lagi nanti kedepannya." Pungkas ki UES.

(CP/red)

Komentar

Tampilkan