Peran Orangtua Dalam Mendukung Talenta Anak

7/24/22, 18:04 WIB Last Updated 2022-07-24T11:04:18Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


 

AKSARANEWS.CO.ID. JAKARTA - KEGIATAN olahraga saat ini bukan lagi sekadar berbicara tentang menjaga kesehatan atau membangun kebugaran fisik. Olahraga sudah menjadi kebutuhan hidup, karena
olahraga prestasi lewat jalur profesional sudah dapat menjamin seseorang hidup dengan tingkat sosial-ekonomi yang layak sampai di hari tua.

Hal itu dikemukakan wartawan olahraga senior Yesayas Oktavianus  saat memberikan materi dalam acara Sosialisasi Perda (Sosper) DKI nomor 1 tahun 2016 tentang Keolahragaan di Jalan Papanggo 2 Gang Mawar, kelurahan Warakas Kecamatan Warakas Jakarta Utara, Minggu, (24/7/2022) .


Olahraga adalah sebuah kegiatan universal yang “menabrak”semua sekat-sekat pembatas politik, kelompok, suku, ras, gender dan agama. Tidak ada lagi pembatas

yang bisa menghalangi siapa pun dan di mana pun jika kegiatan olahraga akan dimainkan.

Olahraga yang menganut filosofi fair play dan respek mendorong pelaku olahraga/atlet selalu memulai dengan hal paling sederhana, yaitu bersalaman. Bahkan ada yang berpelukan. Sebuah sikap dasar kemanusiaan yang paling fundamental.

Dimana, setiap orang/atlet memperlihatkan sikap kasih antarsesama, meski kemudian
mereka akan saling berlomba dan berkompetisi dengan aturan main yang sudah disepakatai bersama.

Sesudah bertanding, mereka pun akan bersalaman kembali, meski mungkin saja salah satu pihak/mengalami kekalahan atau kerusakan fisik, misalnya pada olahraga kontak fisik seperti karate, tinju, sepakbola dan judo. Untuk olahraga rekreasi, seperti gerak jalan, atau senam wanita dan pria bergabung
bersama-sama melakoninya.

Semuanya diliputi suasana gembira dan bersahabat. Pemda DKI Jaya telah menyiapkan konsep atau lebih tepatnya regulasi bagi warganya yang berminat dan berbakat terjuan dan terlibat dalam berolahraga, baik rekreasi
maupun prestasi.

Regulasi tersebut tertuang dalam Perda nomor 1 tahun 2016. Di
dalamnya, antara lain, Pemda menyediakan sampai memfasilitasi warga untuk bisa
melakukan kegiatan olahraga dengan mudah dan memuaskan. Ada fasilitas berupa gelanggango lahraga di kelima wilayaha DKI Jaya, dan ada pula bantuan biaya dari Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga), atau lewat Sudin (Suku
Dinas) olahraga di masing-masing kecamatan dan kelurahan.

Apakah semua kemudahan ini sudah dimanfaatkan secara optimal oleh warga masyarakat DKI Jaya untuk berolahraga ? Kalau bicara olahraga prestai, maka ukurannya adalah PON (Pekan Olahraga Nasional) yang digulirkan setiap lima tahun
sekali. Kalau olahraga rekreasi, maka sudahkah warga masyarakat bergiat melakukan lomba gerak jalan, atau senam di lingkungan paling terkecil, RT, RW sampai pada
tingkat kecamatan dan kelurahan. Mungkin kita sepakat, semua kegiatan ini belumlah optimal dilaksanaan oleh warga masyarakat.

NIAT atau gairah maupun kemauan untuk berolahraga biasanya dimulai dari
linkgungan terkecil, yaitu keluarga. Bila keluarga mendukung seorang anak untuk
berolahraga, maka selanjutnya semuanya akan berjalan dengan baik. Apakah anak tersebut akan mengambil dan berminat di olahraga rekreasi, atau prestasi? Hanya waktu yang akan menentukan sejauh mana bakat dan talenta anak tersebut
dikembangkan.

Di usia sekitar enam tahun biasanya bakat anak sudah mulai nampak, apakah ia lebih menonjol di cabang olahraga apa. Nah, di sini orangtua sudah mulai terlibat secara tidak langsung, dengan memberikan kesempatan bagi anak mengembangkan bakatnya. Bila seoarang anak mulai serius menekuni sebuah cabang tertentu, dukungan orangtua semakin dilibatkan, tidak lagi dukungan diberikan kepada sang anak berupa waktu tetapi mulai memperhatian pola makan, disiplin waktu, dan asupan gizi.

Juga yang tidak kalah penting, orangtua meluangkan waktu untuk bersama-sama mendampingi sang anak hadir dalam setiap kesempatan berlatih maupun bertanding yang diikutinya. Kehadiran orangtua bersama anak di sekitar kegiatannya, sangat mempengaruhi emosi
dan kepercayaan diri anak untuk terus memacu dirinya semakin baik dalam berprestasi.

Dalam beberapa kesempatan menggelarkan kompetisi sepakbola usia muda (U-15 dan U-17), saya melihat peranan orangtua saat mengantar dan
mendampingi anaknya bermain dan bertanding amat mempengaruhi penampilannya
di lapangan.

Untuk itu, peranan orangtua dalam mebangkitkan gairah sang anak berolahraga sangat mutlak dan perlu. Tanpa dukungan penuh dari orangtua terhadap keinginan dan kemauan anak berolahraga, apalagi olahraga prestasi, maka jangan harap kita bisa
menemukan talenta-talenta hebat dari olahraga, khususnya di DKI Jaya. Tentu, kita sebagai warga yang baik di DKI Jaya, akan ikut mendukung program pemerintah
yang telah mefasilitasi semua kebutuhan olahraga.

Marilah kita semua tidak saja menikmati sarana dan biaya yang telah disediakan, tetapi terus mendukung program pemerintah demi kemajuan olahraga di DKI Jaya. Lebih dari itu, kepada Bapak Steven Setiabudi Musa, kami juga mengucapkan terima
kasih karena telah terjun secara langsung di lapangan dan ikut membantu mendorong warga masyarakat untuk berolahraga. (YES)****

Komentar

Tampilkan