Galakan Operasi Gempur Rokok Ilegal Bea Cukai, Amankan Kapal Cepat Berosi Ratusan Ribu Rokok Ilegal

6/16/22, 20:56 WIB Last Updated 2022-06-16T13:56:17Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini





       Batam, Aksara news co id. (16/06/2022). Bea Cukai Batam kembali amankan satu buah kapal cepat pada Rabu, 8 Juni 2022.

Penindakan yang dilakukan Bea Cukai Batam berhasil menggagalkan penyelundupan Barang Kena Cukai

(BKC) Hasil Tembakau (HT) ilegal sebanyak 80 (delapan puluh) karton dan BKC Minuman Mengandung Etil

Alkohol (MMEA) sebanyak 58 (lima puluh delapan) karton. Penindakan tersebut dilakukan oleh Bea Cukai

Batam di perairan Kepala Riau.

Undani, Kepala Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Batam membenarkan penindakan kapal cepat tersebut.

Undani juga memaparkan uraian kronologis penindakan yang dilakukan oleh Bea Cukai Batam.

“Pada hari Rabu tanggal 8 Juni 2022 kapal patroli Bea Cukai Batam melakukan patroli pada sektor perairan

Batam dan sekitarnya. Pukul 00.30 waktu setempat, kami mendapat informasi dari masyarakat terdapat

kapal cepat di pelabuhan rakyat yang melakukan kegiatan muat barang yang diduga berupa BKC ilegal,”

Jelas Undani.

Tim patroli Bea Cukai Batam segera melakukan pendalaman informasi dan didapati benar adanya kapal

cepat yang sedang melakukan giat muat yang diduga BKC ilegal. Dengan cepat, tim patroli Bea Cukai

Batam melakukan pemantauan laut dan segera berkoordinasi dalam upaya mengamankan kapal cepat yang

menjadi target operasi tersebut.

“Pukul 04.00 waktu setempat, tim patroli berhasil mengamankan kapal cepat yang menjadi target, namun

untuk nakhoda dan anak buah kapal tersebut berhasil melarikan diri pada saat kapal cepat tersebut

dikandaskan. Segera setelah dilakukan penangkapan, tim patroli Bea Cukai Batam melakukan pemeriksaan

terhadap muatan kapal cepat tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan BKC ilegal jenis HT dan

MMEA dalam kapal cepat tersebut. Kemudian kapal cepat tersebut diamankan dan dibawa menuju dermaga

Bea Cukai Batam di Tanjung Uncang. ” sambung Undani.

“Barang-barang yang diamankan dari kapal cepat tersebut berupa BKC hasil tembakau dan minuman

mengandung etil alkohol. Sebanyak 800.000 (delapan ratus ribu) batang rokok ilegal dan 452.160 (empat

ratus lima puluh dua ribu seratus enam puluh) milliliter. Estimasi nilai barang yang diamankan sebesar Rp.

2.343.080.000 (dua miliar tiga ratus empat puluh tiga juta delapan puluh ribu rupiah) dan potensi kerugian

negara mencapai Rp. 1.951.687.000 (Satu miliar sembilan ratus lima puluh satu juta enam ratus delapan

puluh tujuh ribu rupiah).”

BKC hasil tembakau ilegal yang diamankan berupa rokok ilegal dengan merek dagang “L” sebanyak 70

(tujuh puluh) karton, dengan total 700.000 (tujuh ratus ribu) batang, dan rokok ilegal dengan merek dagang

“R” sebanyak 10 (sepuluh) karton, dengan total 100.000 (seratus ribu) batang. Pada BKC minuman

mengandung etil alkohol yang diamankan, berupa minuman keras dengan merek dagang “H” sebanyak 10

(sepuluh) karton, dan minuman keras dengan merek dagang “C” sebanyak 48 (empat puluh delapan)

karton.

Hasil yang diamankan oleh Bea Cukai Batam dari kapal cepat tersebut menambah kasus rokok ilegal yang

telah ditindak dan diamankan.Sebelumnya Bea Cukai Batam tercatat hingga April 2022 telah mengamankan

2.322.724 (Dua juta tiga ratus dua puluh dua ribu tujuh ratus dua puluh empat) batang rokok ilegal dan

minuman mengandung etil alkohol sebanyak 700,86 (tujuh ratus koma delapan puluh enam) liter. Di tahun

2021, total kasus rokok ilegal yang berhasil ditindak oleh Bea Cukai Batam mencapai 86 kasus, dengan total

barang yang diamankan mencapai 74,32 juta barang rokok ilegal yang diestimasikan senilai Rp 79,49 miliar

dengan potensi kerugian negara sebanyak Rp 51,81 miliar.

Upaya dalam memberantas rokok ilegal yang dilakukan oleh Bea Cukai Batam merupakan kegiatan yang

berkesinambungan dari tahun ke tahun. Bersama-sama dengan aparat penegak hukum lain serta

masyarakat, dengan sinergi dan kolaborasi, usaha menekan peredaran rokok ilegal di Indonesia, khususnya

di Batam, akan menjadi semakin optimal.

( HMS / Austin media )

Komentar

Tampilkan