Belasa Mahasiswa Gelar Aksi di Baznas RI

6/11/22, 04:27 WIB Last Updated 2022-06-10T21:27:09Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Aksaranew.co.id Jumat 10 juni 2022 GEMASI melaksanakan Aksi yang di lanjut audiensi kepada Baznas RI. Belasan Mahasiswa menyampaikan aspirasinya. Dicky Armanda mengatakan didalam audiensi "Terkait dengan tersangka korupsi walikota nonaktif kota bekasi Rahmat Efendi Oktober Bahwa selama kurun waktu dari bulan Oktober 2021 sampai Januari 2022 dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, Terdakwa melalui Panitia Pembangunan Masjid Arryasakha Kota Bekasi yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Sakha Ramdan Aditya yang didirikan oleh Terdakwa dan keluarganya, menerima gratifikasi berupa uang Rp 100 juta dari Ketua Baznas Kota Bekasi, Ismail Hasyim. Baznas RI memiliki tugas dan wewenang untuk mengevaluasi setiap cabang cabang diseluruh indonesia.

Adanya pembayaran zakat profesi pada 13.800 TKK (Tenaga Kerja Kontrak) dan 4000 PNS (Pegawai Negeri Sipil) Eselon 2 sebesar 2,5 % dari gaji perbulan. Klasifikasi untuk pembayaran zakat profesi sesuai dengan nishab adalah penghasilan 85 gram emas dalam setahun. Dapat dikalkulasikan perbulannya adalah 6 jutaan sedangkan TKK dan PNS Eselon 2 kota Bekasi belum mencapai pembayaran wajib zakat profesi". 


Tnggapan dari Baznas RI menyambut baik dan menampung aspirasi GEMASI. Pihak Baznas RI mengatakan "pembayaran zakat profesi itu udah adanya surat kesepakatan dari TKK dan PNS ESELO 2 dengan Baznas untuk pembayaran zakat profesi dan apabila tidak setuju bisa membuat surat penolakan. Pembayaran zakat profesi itu bisa dikatakan untuk pembayaran infak. Zakat dialokasikan untuk masyarakat miskin". 


M. Andrean menanggapi pihak Baznas RI "terkait dengan baznas untuk pembayaran zakat profesi untuk membersihkan harta dari profesi pekerjaan. Tapi yang menjadi kejanggalan adalah adanya surat peraturan untuk membayar zakat profesi bagi TKK dan PNS tetapi penghasilannya tidak mencapai klasifikasi wajib pembayaran zakat profesi"


Tambahnya "menyinggung dari yang telah disampaikan pihak Baznas untuk pembayaran zakat profesi itu juga bisa dikatakan untuk pembayaran infak  namun TKK dan PNS Kota Bekasi untuk pembayaran zakat profesi bukan untuk infak. Menjadi bahan evaluasi bagi Baznas RI apakah itu masuk zakat profesi atau tidak. Apabila suatu peraturan itu untuk kebaikan tapi harus dilakukan juga dengan kebaikan". 


Tuntutan yang disampaikan Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi : 

1. Mendesak ketua Baznas RI untuk memeriksa Baznas Kota Bekasi

2. Meminta Baznas RI untuk mengevaluasi seluruh jajaran Baznas Kota Bekasi

3. Mendesak Baznas RI untuk memecat Ismail Hasyim Ketua Baznas Kota Bekasi dari jabatannya.


Setelah disampaikan aspirasi GEMASI Baznas RI akan mengevaluasi, melakukan audit dan pemeriksaan terhadap Baznas Kota Bekasi.

Komentar

Tampilkan