Live Boxing tvone, Ahad, 10 April, Jam 09.00 wib. Mampukah Hammer Merubuhkan The Towering inferno

4/09/22, 16:28 WIB Last Updated 2022-04-09T09:28:03Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini





AKSARANEWS.CO.ID. JAKARTA - YOUNG GUN SHOWDOWN begitu Tom Brown melebeli laga WBC _Interim World Super Welter_ , Sabtu (9/4/2022) malam waktu Las Vegas atau Ahad (10/4/2022) pagi waktu Indonesia Barat. Tvone, satu-satunya stasiun televisi yang sejak 14 tahun lalu menyayangkan tinju secara terus-menerus, kembali akan menyajikannya untuk para penggila tinju tanah air.


Promotor dari TGB Promotions tidak sendirian menggelar laga istimewa ini. Sampson Lewkowicz (Sampson Boxing) ikut memptomotori laga dua jagoan muda itu. Saya ikut melebeli laga ini dengan _the War of Rising Star_. 


Ya, tidak berlebihan jika TB dan SL menempatkan laga ini sedemikian itu. Harapan yang lebih besar juga dikibarkan oleh para penggila tinju di mana pun  berada. Eric Lubin yang menyabet gelar juara WBC sementara ( _interim_ ) _World Super Welter_ yang kosong dengan mengalahkan Terrell Gausha (19/9/2020) baru berusia 26 tahun.


Para pakar mengatakan peluannya jadi bintang di kelas ini, terbuka lebar. Dari 25 kali pertarungannya, Lubin menang 24 kali dengan 17 di antaranya menang KO/TKO, dan baru sekali kah. Itu pun kalah dari seorang bintang besar Jermell Charlo (14/10/2017).


Kekalahan KO di ronde pertama itulah yang justru membangunkannya dari mimpi indah. Saat itu usianya baru 21 tahun, petinju kelahiran Orlando, Florida, sungguh sedang bermimpi indah. Dari 18 kemenangan, 15 kali dengan KO/TKO, seperti sedang betada di jalan bebas hambatan. Seperti petinju-petinju muda, ia terlena untuk mengejar gelar.


Begitu bertemu Jermell, Lubin terkejut. Sebelum kesadarannya pulih, bruuuuk, pukulan Jermell mendarat dan Lubin terkapar.


Seperti baru bangun dari mimpi indah, ia segera berbenah. Apa saja yang disarankan Sampson Lewkowicz, promotor merangkap manajemennya, ia ikuti. Maka tak heran, sejak kalah untuk pertama kali, ia kembali ngebut dengan memenangkan enam laga  erikutnya 3 dengan KO/TKO dan satu dengan RTD.


Jangkung

Sementara itu, Fundora yang saat ini betada di peringkat ke-2 WBC, adalah petinju betusia 24 tahun dan menjadi yang tertinggi di kelasnya. Dari catatan data pribadi, Fundora yang terlahir dari kekuarga tinju itu, memiliki tinggi 197 cm. Itu sebabnya ia dijuluki _the Towering Inferno_.


_The Towering Inferno_ adalah judul film laga yang sempat _Box Office_ di tahun 1974-78. Disutradarai oleh John Guillermin dan dibintangi oleh Paul Newman, Steve McQueen, William Holden, Faye Dunaway, dan bintang-bintang besar lainnya. Kisah mengerikan dan mebegangkan di tower yang tinggi.


Fundora yang memiliki tubuh jangkung itu oleh ayahnya Freddy yang sekaligus menjadi pelatih dan manajemennya, dijuluki _tower_ itu. Sang ayah asli dari Kuba, meski hanya selintas, pernah tampil di ring tinju profesional. Ibunya, Monique berasal dari Meksiko, juga petinju pro wanita. Saudarinya Gabriel, saat ini memegang gelar juara WBC-Latino, kelas terbang putri.


Meski oleh para pakar peluang menangnya melawan Lubin hanya 48 persen, Fundora sesungguhnya memiliki kualitas yang luar biasa. Ia disebut-sebut mampu memainkan pola apa saja. Saat ini Fundora memiliki rekor 18 (12)- 0- 1.


Bagi saya, keduanya adalah para _rising star_. Keduanya sebagaimana oleh TB dan SL di _design_ untuk menjadi pangganjal Jermell Carlo pemegang tiga sabuk WBC, WBA, dan IBF yang bulan depan akan berlaga kemvali dengan Brian Castano, juara WBO. Keduanya sungguh menjadi harapan bagi kita semua.


Lalu, pertanyaannya, sanggupkah Lubin yang dijuluki _the Hummer_ menggunakan Palunya untuk merubuhkan menara Inferno? Jawabnya tentu harus kita saksikan di tvone, Ahad (10/4/2022) pagi.

Semoga bermanfaat....  *****

M. Nigara

Wartawan Tinju Senior

Komentator Tinju Tvone

Penasehat PWI Pusat

Anggota SIWO Lintas-Generasi

Anggota AIPS, INA 0076/1



Komentar

Tampilkan