Strategi Targeting dan Cyber Survailance Crawling Bea Cuka Berhasi Gagalkan Rokok Ilegal

1/19/22, 12:48 WIB Last Updated 2022-01-19T05:48:07Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


    Batam , Aksara news co .id

 (19/1/2022). Tim Bea Cukai Batam berhasil melakukan cyber surveillance (crawling) bersama Bea

Cukai Madiun. Berdasarkan hasil crawling Bea Cukai Batam pada tanggal 11 Januari 2021, Bea Cukai

Madiun menemukan kembali rokok ilegal sebanyak 40 bungkus rokok jenis SKM isi 20 batang merk “FAJAR

BOLD” tanpa dilekati pita cukai pada Rabu, (12/1).

Selama periode Agustus 2021 hingga 16 Januari 2022, Bea Cukai Batam berhasil melakukan 87

penindakan terhadap barang berupa narkotika, obat-obatan tertentu (OOT), minuman mengandung etil

alkohol (MMEA) ilegal, dan rokok ilegal menggunakan metode targeting dan crawling dalam melakukan

penindakan. Penindakan tersebut berhasil menangkap sebanyak 311,31 gram narkotika, 800 butir OOT,

47.350 ml MMEA Ilegal dan 177.960 batang rokok Ilegal.

Rincian jenis barang hasil penindakan terhadap narkotika, OOT, MMEA ilegal, dan rokok ilegal adalah

sebagai berikut:

1. Synthetic Cannabinoid: 309,2 gram

2. MDMB-4en-PINACA(Bibit): 2,11 gram

3. Tramadol HCI: 630 butir

4. Aprozoam: 20 butir

5. Clonazepam: 50 butir

6. Trihexyphenidyl: 100 Butir

7. MMEA Ilegal: 78 botol @600ml

8. HT Ilegal: 177.960 batang

“Lokasi penindakan tersebut bervariasi ya, mulai dari bandara, pelabuhan, laut, tempat penimbunan

sementara, hingga via barang kiriman berhasil kami tangkap,” jelas Kepala Seksi Layanan Informasi Bea

dan Cukai Batam, Undani.

Penyelundupan narkotika dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati/

penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum

Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).

“Terhadap pelanggaran MMEA dan rokok ilegal tentunya ditindaklanjuti sesuai dengan pasal 54 dan 56

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dan pasal 71 ayat 2 huruf (b)

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan

Perdagangan Bebas,” pungkas Undani.

Keberhasilan Bea Cukai Batam dalam mengamankan barang-barang terlarang tersebut merupakan

komitmen Bea Cukai Batam untuk melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya yang

dapat merusak kesehatan dan moral masyarakat.

***

( HMS/ Austin media)

Komentar

Tampilkan