Membantu Ekonomi Masyarakat Prajurit Satgas 114 Satria Musara Mebghidupkan Pasar Rakyat Pegunungan Tengah Mbua

1/20/22, 23:13 WIB Last Updated 2022-01-20T16:13:28Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



Aksara News.co.id ,Mbua Nduga. ~ Satgas Yonif RK 114/Satria Musara mengambil turut berperan dalam membantu menjalankan perekonomian masyarakat di pegunungan tengah Nduga dengan merangsang masyarakat untuk menjalankan pasar rakyat Distrik Mbua Kabupaten Nduga. Kamis (20/01/2022)


Bukan menjadi rahasia lagi bahwa kehidupan masyarakat di pegunungan tengah Nduga jauh dari keramaian dan hiruk pikuk  seperti halnya di kota kecil wilayah Papua lainnya. Ini disebabkan terbatasnya akses transportasi menuju wilayah tersebut dan fasilitas komunikasi yang belum ada sehingga menghambat peningkatan perekonomian. Hasil kebun rakyat berupa sayuran, buah dan ubi hanya dijadikan sebagai makanan pokok Masyarakat setempat, potret ini tergambar dalam kehidupan masyarakat Distrik Mbua yang merupakan salah satu bagian dari wilayah Pegunungan tengah Nduga.


Prajurit Satgas RK 114/Satria Musara  Pos Mbua hadir untuk memberikan solusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui rangsangan untuk menghidupkan pasar Rakyat. Ide ini muncul berawal dari aksi keseharian masyarakat Distrik Mbua terutama mama-mama yang tidak jarang mendatangi Pos Mbua untuk menukar hasil kebun dan kerajinan tangan berupa kalung anggrek, gelang anyaman dan noken dengan bahan makanan seperti beras, mie instan, gula, kopi, sabun dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.


Dansatgas Letkol Inf Putra Negara, S.H., M.Han., menyampaikan pentingnya memberikan contoh dan rangsangan agar tradisi lama dengan cara barter diganti menjadi kegiatan ekonomi dalam bentuk jual beli, sehingga dapat sedikit merubah dan membantu ekonomi keluarga dan masyarakat lebih meningkat.


“Mengapa rakyat di pedalaman kondisi ekonominya dari waktu ke waktu tetap seperti ini, karena tidak ada contoh. Mereka mau mencontohi siapa yang hidupnya sama dengan mereka, jika tidak digerakan oleh komponen masyarakat perubahan dari segi perekonomian akan sangat sulit, kita yang mengerti harus mengawali serta memberikan contoh dan pelajaran,” Ungkap Dansatgas.


Melalui tokoh agama dan tokoh adat setempat personel Satgas Yonif RK 114/ Satria Musara yang diwakili oleh Pabintal Satgas Lettu Kav Robert Wilson Sihombing mengajak masyarakat Distrik Mbua untuk menghidupkan kembali pasar rakyat, dan ajakan ini disambut baik oleh para tokoh setempat. 


“Ide ini kami sampaikan kepada Pendeta dan tokoh adat saat pelaksanaan ibadah keliling setiap hari minggu di gereja, dan direspon baik, pada kesempatan ibadah di Gereja Bahtera oleh Pendeta langsung disampaikan kepada masyarakat,” Ungkap Pabintal Satgas.


“Pos Satgas Mbua terbantu dengan adanya Pasar rakyat ini, dan sayur dijamin masih segar, karena anggota Pos tidak harus memesan kebutuhan sayur dari Wamena, disamping harga lebih mahal karena trasnportasi, juga butuh waktu perjalanan yang cukup lama,” Lanjutnya menjelaskan.  


Pada kesempatan pertama, personel Satgas Pos Mbua langsung mendatangi lokasi bekas landasan bandara perintis Distrik Mbua yang dijadikan tempat pasar rakyat ± 150 meter dari Pos Mbua. Prajurit membeli berbagai macam sayuran segar, buah markisa dan ubi hasil kebun serta hasil kerajinan tangan masyarakat. Salah satu penjual sayuran, yang dikenal dengan Mama  Opmo mengatakan, “Sekarang mama dapat uang….. anak pos dapat daun sayur, mama bisa-beli titip lajuran ….eeeee…….wa ”, ungkapnya.


Manfaat yang tidak kalah penting dengan adanya pasar rakyat suasana kebersamaan personel Pos Mbua dengan warga dapat terjalin lebih  akrab. Pada kesempatan yang sama Gembala Jemaat Gereja Opmo hadir ditengah susana pasar rakyat dan berkesempatan menyampaikan ucapan terimakasih. 


“Terimakasih untuk Komandan, terimakasih untuk anak-anak TNI pos Mbua sudah bantu banyak untuk masyarakat, Bapak bisa ucap ini generasi ke empat TNI pos Mbua bisa kerja sama dengan masyarakat sehingga pasar bisa mulai lagi,” Ungkap Bapak Petrus Tabuni. (Pen Yonif 114/SM)

Komentar

Tampilkan