Gusti Tanati Fotografer Papua  Yang Tak Pernah Berhenti Berkarya

12/12/21, 20:27 WIB Last Updated 2021-12-12T13:27:53Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini





 AKSARANEWS.CO.ID. JAKARTA   - Namanya cukup dikenal dikomunitas fotografi di Papua. Karyanya dibilang unik dan hidup. 'Bak seperti foto terbaik mewakili seribu kata'. 


Ya. Dia seorang hobbies yang tekun dan selalu ingin tahu dan mau belajar. Gusti Zeth Tanati selalu menaruh hormat kepada senior-seniornya dan selalu terbuka menerima masukan utamanya trik-trik fotografi yang terus berkembang. 


Keingintahuannya itulah membawa Gusti  cepat akrab  dengan yang belum dikenal , apalagi yang sudah dia kenal akrab. Dia selalu senyum setiap bersapa. 


Perawakannya cukup ideal dan cepat 'moving' bila dia ingin dapat karya menurutnya terbaik. Dia punya konsep dan mau bersusahpayah dalam menghasilkan karya foto terbaik. 


Pengalaman di komunitas dan diskusi , seminar serta sebagai 'freelancer' membuatnya  teguh dan tak takut kalah bersaing dengan sederetan fotografer di Papua atau Jakarta. 


Kini Gusti, memiliki sederet karya cipta  membangun fotografi di Papua agar terus maju dan menjadi 'survival' di Papuà dan dunia fotografi. 


Foto terus hidup dan memenuhi ruang dan waktu. Hari ini, esok , lusa dan hingga waktu tak terhingga. Itulah maka karya Gusti ingin 'hidup' di satu tempat galeri namanya  ' Galery Black Orchid' . Bukan sok..ke Barat-Baratan . 


“Black Orchid itu adalah jenis anggrek unik yang hanya ada di Papua. Sangat kuat mencirikan diri kita sebagai anak Papua. Jadi itu saya bikin Black Orchid. Kita juga anak Papua jarang sekali punya karya, di mana-mana juga jaranglah Papua. Jadi saya ambil satu nama bunga itu,” ungkapnya seperti dilansir radarmerauke.co. 


Gusti tidak hanya menekuni fotografi 'landscape' tapi juga kehidupan sosial warga Papua di pedalaman dengan sentuhan fotografi jurnalistik. Karyanya berkat ketekunannya perdalam fotografi di LKBN Antara Jakarta dan berbagai kegiatan fotografi di tanah air. 


Kini terpajang 100 lebih karya hasil fotografinya menampilkan gaya hidup masyarakat Papua yang terlihat menarik dan sangat khas. Terasa nyaman dan menyenangkan. Cocok digunakan sebagai ruang diskusi para jurnalis. 


“Kita punya tema-tema foto jadi dikonsepkan. Ini ada orang Papua bagian pedalaman. Kalau kita sudah biasa dengan mereka, mereka mau dipotret. Kalau kita langsung jepret-jepret mereka tidak mau,”  tutur Gusti menerangkan  karya foto di pedalaman warga Papua. 


Tahun 2014 menjadi titik tolaknya berkarya. Sejumlah daerah  'disatroni' nya demi karya foto terbaik. Sebut saja  Sorong, Merauke , Manokwari hingga ke Papua Barat sekalipun. 


Pria kelajiran Serui Papua ini bangga sudah merenovasi rumah kost-an jadi galery yang hidup. 


Tujuannya adalah hanya ingin membagikan ilmu tentang fotografi jurnalistik. Agar teman-teman komunitas di Jayapura ini bisa diskusi terkait ide atau isu, serta bisa membuat proyek foto di galeri ini. 


“Kebanyakan mereka punya foto, bingung diarahkan kemana, Jadi mari kita bicara Papua lewat karya,” kata Gusti bercita-cita.(Sera-21)**** 


Sumber : radarmerauke.co.

Komentar

Tampilkan