Live Boxing TVONE  Ahad (12/12/2021). Bagian Dua :  Pertahanan Commey, Lemah

12/08/21, 21:07 WIB Last Updated 2021-12-08T14:08:12Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini




AKSARANEWS.CO.ID. - RICHARD Commey, mantan juara dunia Lightweight versi IBF tak mampu membendung gempuran Teofimo Lopez. Commey, bukan hanya kehilangan gelar juara dunia  Lightweight versi IBF-nya, petinju Ghana itu rontok di ronde ke-2 (14/12/2019)
Madison Square Garden, New York City, New York, USA. 

Bukan hanya Commey dan kubunya yang terkejut, tapi banyak pihak yang seperti tidak percaya dengan hasil itu. Lopez masih sangat muda, 22 tahun dan baru 14 kali tampil di ring. 

Menurut evaluasi, kekalahan Commey disebabkan kelemahan dalam pertahanan. Maklum selama ini Commey terbilang sebagai petinju yang 90 persen karirnya dihiasi dengan kemenangan cepat. Dari 30 kemenangan, 27 di antaranya menang TKO/KO. 

Commey adalah satu dari sepuluh petinju Ghana yang sempat meramaikan ring tinju pro dunia. Azumah Nelson dan Ike Quartey, dua di antaranya yang paling mengesankan. Kehebatan keduanya tak kalah dari bintang-bintang yang bersinar di ring tinju Las Vegas, Los Angekes, dan New York. 

Saat ini, Ghnana berharap banyak pada prestasi Commey. Petinju kelahiran Accra, Ghana (10/3/1987) pernah menyandang gelar juara dunia kelas  Lightweight versi IBF. Petarung yang satu ini dikenal tidak mudah menyerah. 

Vs Lomachenko
Ahad (12/12/2021) pagi waktu tvone atau Sabtu (11/12/2021) malam waktu New York, akan bertarung melawan petinju paling beruntung di dunia, Vasiliy Lomachenko. Bagi keduanya, pertarungan itu adalah alat untuk mengembalikan sesuatu yang pernah sama mereka miliki, tapi saat ini hilang. Pertarungan ini juga akan menjadi ajang pembuktian siapakah di antara keduanya yang terhebat dan pantas kembali menantang serta menyandang gelar juara dunia kelas layang. 

Baik Lomachenko maupun Commey, keduanya dikenal sebagai petinju-petinju yang pantang menyerah. Ini bisa kita buktikan semangat keduanya sama sekali tidak runtuh meski saat percobaan pertama menantang juara dunia, sama-sama kalah. 

Commey menghadapi Robert Easter Jr, juara dunia  Lightweight versi IBF (9/9/2016) dan gagal. Tiga bulan kemudian, Commey kalah lagi saat bertemu Denis Fuatovich Shafikov dari Rusia (2/12/2016). 

Tiga bulan setelah itu, Commey merebut gelar juara WBC Internasional, menang angka atas Hedi Slimani (11/3/2017), petinju asal Tumisia. Gelar juara dunia kelas layang yang kosong setelah ditinggalkan Easter Jr, akhirnya bisa direbutnya. 

Commey tampil cemerlang di ring Ford Center at the Star, Frisco, Texas, USA (2/2/2019). Isa Chaniev, petinju asal Rusia terkapar di ronde-2. Dua laga sebelumnya, juga dimenangkan Commey dengan TKO. Alejandro Luna (10/3/2018), dihajar di ronde 6 dan Yardley Armenta Cruz (4/8/2018) dihentikan di ronde 2. Sayang, Commey hanya sekali mampu mempertahankan gelarnya, di laga ke-32 sepanjang karirnya, ia kehilangan sabuk IBFnya. 

Petinju muda (22 tahun) Mexico kelahiran Brooklyn, New York, Teofimo Lopez, mengkandaskannya di ronde-2. Lopez juga (17/10/2020) mampu merebut dua sabuk Lightweight WBA/WBO milik Lomachenko. 

Kekalahan dari Lopez itulah yang membuka tabir kelemahan Commey. "Pertahannya mengendur, maka Lopez menerobosnya dan Commey rontok di ronde ke-2, " tulis Bernard Neequaye di Graphic Online dalam catatan Boxing Talk. 

Masih menurut Beequaye, Commey sungguh-sungguh tak boleh mengulang kesalahannya. Lomachenko memiliki 'speed dan power'  luar biasa. Lomachenko juga jauh lebih tajam. Meski Commey sendiri memiliki  'power' yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Tengok saja dari 30 kemenangan yang diraih, 27 di antaranya menang KO/TKO. 

Jadi, jika Commey ingin kembali memiliki kesempatan menantang juara dunia, maka satu-satunya cara yang harus dilakukan adalah memperkokoh double cover nya. Dan, meningkatkan akumulasi pukulan serta akurasi. Sekali lagi, Teofimo Lopez, telah 'memberikan' pelajaran saat mengalahkan Lomachenko. 

Mampukah Commey memperkokoh pertahannya? Mampukah Commey meningkatkan akumulasi pukulannya? Atau, tepatkah akurasinya untuk menghentilam langkah Lomachenko? 

Jangan lewatkan tayangan langsungnya hanya di tvone. Ya, Talking about boxing, just only one and one only on tvone, don't miss it!_
Bersambung... 

M.Nigara
Wartawan Tinju Senior                    
  Komentator Tinju tvone          
                                         ****                      
Komentar

Tampilkan