Korban Meninggal 13 Orang Akibat Erupsi Gunung Semeru

12/05/21, 15:06 WIB Last Updated 2021-12-05T08:07:44Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



AKSARANEWS.CO.ID. LUMAJANG - Sebanyak 13 orang meninggal akibat erupsi Gunung Semeru, di Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12). 


Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatin BNPB Abdul Muhari mengatakan hal tersebut dan menambahkan baru dua jenazah yang terindentifikasi. 


"Poniyem 50 tahun, dari Curah , Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, dan Pawon Riyono, " ungkapnya. 


Terdapat beberapa korban yang mengalami luka bakar di tubuhnya, akibat  lahar panas. 


Para korban yakni sejumlah penambang pasir di Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. 


"Sementara belum terdeteksi ada berapa jumlah warga sini yang terluka. Tetapi ada tiga warga dengan kulit terkena lahar panas. Mereka sopir dari luar desa," ujar Sekretaris Desa Sumberwuluh, Samsul arifin. 


Koordinasi Terpadu 


Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah mengkoordinasikan para bupati terdekat untuk segera melakukan penanganan kegawatdaruratan pasca terjadi erupsi Gunung Semeru. Utamanya di daerah Pronojiwo yang aksesnya terputus akibat ambruknya Gladak Perak. 


"Bupati Malang sudah kirim tim, kami sudah mengkomunikasikan antara Pak Bupati Lumajang, Pak Bupati Malang, Jember ini juga sudah kirim TRC, bagaimana action plan kegawatdaruratan sebaik mungkin," ujar gubernur saat meninjau lokasi di Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh Candipuro. 


Dusun Kampung Renteng menjadi lokasi terparah dampak erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (04/12/2021) kemarin. Terpantau sejumlah rumah milik warga dan kendaraan angkutan pasir tertimbun material vulkanis Gunung Semeru. 


Gubernur juga menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi, pasokan logistik telah didistribusikan ke posko-posko pengungsian.

Thoriqul

Sementara itu, Bupati Lumajang  Haq menyampaikan bahwa fokus penanganan pasca erupsi saat ini adalah proses evakuasi. Ia berterima kasih tim relawan dan BPBD dari kabupaten sekitar turut membantu proses penanganan kegawatdaruratan di Lumajang. 


"Terima kasih Ibu Gubernur sudah mengkoordinasikan antar kabupaten/kota terdekat sudah meluncur, tentu ini akan memaksimalkan proses penanganan kegawatdaruratan di sini," ujarnya. (Sera-21/Berbagai sumber) *****

Komentar

Tampilkan