Rendezvous At Sea DJBC dan SPCG

11/30/21, 21:39 WIB Last Updated 2021-11-30T14:39:41Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



     







Aksara news.co.id , Batam, (30/11/2021). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melalui Kantor Pelayanan Utama Bea



dan Cukai Batam, Kantor Wilayah Khusus Kepulauan Riau, Pangkalan Sarana Operasi Bea dan


Cukai Tanjung Balai Karimun, dan Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Batam mengadakan

pertemuan di laut (Rendezvous at Sea) dengan Singapore Police Coast Guard (SPCG) di Selat

Singapura, Selasa, (30/11/2021).


Pertemuan kali ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh DJBC dan SPCG sejak

ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak oleh Direktur

Jenderal Bea dan Cukai dan Commander of Singapore Police Coast pada 03 Februari 2020 di

Jakarta.


Pertemuan yang dilaksanakan di atas kapal patroli milik masing-masing pihak merupakan gambaran

ketika melakukan pengejaran penyelundup memasuki salah satu batas perairan negara, DJBC

maupun SPCG akan tunduk kepada aturan teritorial masing-masing negara dan bersikap saling

mempercayai.

Kerja sama antara DJBC dan SPCG bertujuan untuk mencegah terjadinya segala bentuk kejahatan

kemaritiman di wilayah perbatasan Indonesia dan Singapura seperti praktik perdagangan ilegal yang

dikhawatirkan akan digunakan untuk mendanai kejahatan yang lebih besar antara lain transnational

organize crime atau terorisme.


Wilayah perbatasan laut Indonesia dan Singapura merupakan jalur strategis yang dipadati oleh

kegiatan kemaritiman internasional sekaligus menjadi perlintasan kapal yang berlayar antarbenua dan

antarsamudera. Kondisi tersebut menyebabkan perlunya pengawasan yang ketat di wilayah perairan

Indonesia dan Singapura.


Dalam pertemuan kali ini, DJBC diwakili oleh Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kantor

Wilayah Khusus Kepulauan Riau, I Wayan Sapta Darma; Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Iwan Kurniawan; Kepala Pangkalan Sarana Operasi

Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Balai Karimun, Kholis Kamaludin dan Kepala Pangkalan Sarana

Operasi Bea dan Cukai Batam, Waloyo serta jajaran awak kapal patroli BC 30005.

Terdapat dua topik pembahasan utama yang dibahas pada kesempatan ini, yaitu cara

mengoptimalisasikan strategi komunikasi khususnya di bidang patroli laut di wilayah Selat Singapura

dan cara mempercepat penyelesaian koordinasi patroli laut dengan adanya standar operasional

prosedur.


“Acara ini tentu dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kerja sama kedua negara, optimalisasi

komunikasi khususnya dalam pelaksanaan patroli laut, dan terutama menjaga perbatasan kedua

negara dari kegiatan ilegal,” kata Iwan Kurniawan.


SPCG yang diwakili oleh Operations Officer Management, Deputy Superintendent of Police Billy Tan;

Training Officer, Coastal Patrol Squadron, Deputy Superintendent of Police Isham Mohamed dan

Manpower, Admin and Logistics Officer, Assistant Superintendent of Police Firdaus Taufik.


“Kerja sama ini sudah melalui banyak hal sejak ditandatanganinya MoU tahun 2020 lalu. Saya harap

kita dapat terus menjalin kerja sama dengan baik, saling up date, dan mampu mencapai tujuan untuk

menjadikan wilayah lebih aman dan lebih baik lagi,” ucap Billy Tan   perwakilan SPCG.


Di tempat terpisah Atase Keuangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, Deni

Surjantoro mengatakan bahwa pertemuan seperti ini perlu diadakan rutin dalam jangka pendek satu

hingga tiga bulan sekali. Hal tersebut sekaligus sebagai strategi komunikasi berupa pertukaran

informasi sesuai kondisi periode tersebut.


“Sebagai Atase Keuangan sekaligus perwakilan Bea Cukai di Singapura, saya menyampaikan

apresiasi yang tinggi kepada rekan-rekan SPCG, rekan-rekan BC Batam dan Kanwil DJBC Khusus

Kepri yang tiada lelah untuk selalu menjalin kerja sama dalam menegakkan hukum kepabeanan di

perbatasan laut, di samping itu saya juga mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya RV kali ini

dengan baik dan lancar, semoga ke depan koordinasi dan kolaborasi antara 2 institusi kedua Negara

akan semakin meningkat,” pungkas Deni.


(HMS / Austin media)

Komentar

Tampilkan