Live Boxing Tvone Ahad (21/11) Bagian Satu: Setahun Absen, Porter tantang Crawford

11/27/21, 23:18 WIB Last Updated 2021-11-27T16:19:05Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini




 AKSARANEWS.CO.ID . JAKARTA -SAMA-sama absen setahun, Shawn Porter peringkat kedua di badan tinju dunia WBO, menantang sang juara bertahan Terrance Crawford. Laga yang dipromotori duet Top Rank dan Priemer Boxing itu akan dipentaskan di Michelob Ultra Arena, Paradise, Las Vegas, Nevada, USA, Ahad (21/11/2021) pagi WIB atau Sabtu (20/11/2021) malam, waktu Nevada. 


Di masa pandemi Covid-19, baik Crawford maupun Porter sama-sama tidak melakukan banyak pertarungan. Laga terakhir Crawford, 14 November 2020 ketika ia menang TKO-4 atas Kell Brook, di MGM Grand Conference Center, Las Vegas, Nevada untuk mempertahankan sabuk WBO Welterweight nya. 


Sementara laga terakhir Porter, 22 Agustus 2020. Saat itu ia bertarung dengan Sebastian Formella dan menang angka untuk merebut kembali gelar WBC Silver  Welterweight  yang kosong karena ia tanggalkan. 


Absennya selama setahun akankah mempengaruhi keduanya? Banyak prediksi para pakar terkait hal itu, namun mayoritas pakar tetap mengatakan keduanya merupakan jagoan-jagoan dengan kualitas nomer wahid. Benarkah? Kita perlu membuktikannya hanya melalui kaca tvone, Ahad (21/11/2021) pagi. 


Belum terkalahkan

Juara dunia di tiga kelas berbeda:  Lightweight (ringan), Light welterweight (welter ringan), dan Welterweight  (welter), Terrance Crawford yang berjuluk  BUD (Tunas), hingga di laga ke-38 nanti vs Shawn Porter, belum sekali pun menderita kekalahan, bahkan draw saja, belum pernah. Bahkan dari 37 kemenangan, 28 di antaranya menang KO dan TKO. 


Lebih konkret lagi, dari 50 persen kemenangan KO/TKOnya di raih di bawah 5 ronde. Menang 6 kali di ronde-1, 4 kali di ronde-2, 3 kali di ronde-3, dan masing-masing menang dua kali di ronde ke-4 serta 5. 


Nama-nama besar yang sempat dikanvaskan Crawford adalah: Viktor Postol, John Molina, Amir Khan, Felix Diaz, Kell Brook, dan Jeff Horn. 


Khusus terkait Horn, rasa penasaran orang akhirnya bisa tersampaikan saat petinju Australia itu kandas di tangan Crawford, TKO-9. Maklum, 2 juli 2017, secara mengejutkan Horn mampu merampas gelar juara dunia WBO _Welterweight_ dari tangan Manny Pacquiao. 


Hasil kontroversial itu membuat banyak pakar penasaran. Laga yang dipentaskan di Suncorp Stadium, Brisbane, Australia itu (21/10/2016), dianggap tidak fair. Kemudian bermunculan hasil hitungan pakar yang mayoritas  memenangkan Pacquiao. 


Tapi fakta di atas ring, Hornlah yang menang. Orang menduga 'ada sesuatu' di balik itu. Publik makin curiga ketika laga ulang yang diajukkan Pacquiao, ditolak kubu Horn. 


Nah, di tangan Crawford semua menjadi jelas. Horn bukan hanya kehilangan gelar WBO welterweight nya, tapi ia jadi bulan-bulanan, sebelum akhirnya menyerah di ronde-9. 


Meski demikian, kehebohan itu tak berlanjut. Semua isue dan praduga menguap bersama waktu. 


Tarik-menarik

Akan halnya Shawn  the Showtime  Porter, mantan juara dunia kelas welter dua kali, IBF, WBA, dan WBC itu, sudah tiga kali kalah. Kekalahan pertama di derita dari Kell Brook, (16/6/2014) yang sekaligus kehilangan gelar juara dunia kelas welter IBF. 


Lalu, kalah dari Keith Thurman (25/6/2016) dan gagal merebut gelar WBA milik sang lawan. Dan kekalahan ketiga dialami saat ia dipecundangi Errol Spance Jr (28/9/2019) selain gagal merebut sabuk IBF, ia juga kehilangan sabuk WBCnya yang ia rebut dari posisi kosong saat menang atas Danny Garcia (8/9/2018). 


Pertarungan Crawford vs Porter ini mengalami dua kali penundaan. Meski sedang berada dalam situasi pandemi, tetapi penundaan tidak ada kaitannya dengan Covid-19. Awalnya 2 September, lalu digeser ke 12 bulan yang sama. Tapi, masih mentok juga. 


Terjadi tarik-menarik yang seru soal bayaran. Kubu Crawford dengan dukungan Bob Arum dan Top Ranknya, menentukan pembagian bayaran dari 10 juta USD atau setara Rp 142 miliar yang disiapkan promotor, 80-20. Kubu Porter tegas menolak mentah-mentah. Porter dengan _back up_ Boxing Premiernya, meminta 50-50. 


Saat tahu sang lawan minta dibagi rata, giliran kubu Crawford yang mencak-mencak. Tapi, Crawford tidak berani bertahan kelamaan dengan opsinya. Maklum WBO  sudah memberi 'warning' jika hingga akhir tahun pertarungan tidak terjadi, maka gelar Crawford akan dicopot. 


Merasa terpojok, Crawford pun akhirnya menyetujui ketika ada pihak ketiga yang menyarankan bayaran 60-40 atau Crawford 6 juta USD setara Rp 85, 200 miliar dan Porter 4 juta USD alias Rp 56, 800 miliar. Jumlah ini langsung disepakati Porter. Ya, dalam situasi seperti ini, ketika banyak bisnis tidak berjalan mulus, jumlah itu tentu sangat besar. 


Bagaimana prediksi pertarungannya? Tunggu bagian kedua dari 'Live Boxing tvone.... 


                                          **** 


Penulis : M. Nigara

Wartawan Tinju Senior                                       Komentator Tinju TVONE

Komentar

Tampilkan