Taekwondo Jateng Gaspol . Atlet Peraih Emas Dapat Bonus  Rp.50 juta.

9/20/21, 17:17 WIB Last Updated 2021-09-20T10:17:48Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



AKSARANEWS.CO.ID. SEMARANG - Sebanyak 20 atlet taekwondo Jawa Tengah diterjunkan  Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, 2-15 Oktober 2021. Mereka akan unjuk aksi untuk meraih prestasi tertinggi. 



Lima di antara 20 atlet tersebut berlabel atlet nasional. Kelima atlet tersebut secara terpisah berlatih di Jakarta dan sisanya intensif berlatih di GOR Jati diri Semarang. 


Atlet Taekwondo Jateng akan turun pada nomor poomsae (jurus) dalam empat kategori dan nomor kyurogi (tarung) sebanyak 14 kelas. 


"PON selalu menjadi barometer prestasi olahraga. Jadi PON Papua memiliki arti penting bagi taekwondo Jateng untuk menggores prestasi maksimal," kata Master Alex Harijanto, Ketua Pengrov Taekwondo Indonesia Provinsi Jawa Tengah. 


Lebih lanjut dikatakan Pengrov TI Jateng sudah melakukan banyak hal untuk mempersiapkan diri menuju PON XX Papua. Mulai dari training center, try out dan pembenahan organisasi. 


Menurut Alex semua atlet taekwondo Jateng memiliki peluang sama untuk meraih medali emas. Bukan hanya bergantung pada kelima atlet yang berlabel nasional. 


Tapi, Alex mengakui semua provinsi sekarang ini tidak bisa diremehkan. Perkembangan taekwondo semakin merata. "Tapi saya yakin, Jawa Tengah lebih siap dari semuanya," tandas Alex. 


Jawa Tengah acap menjadi salah satu 'gudang' taekwondo nasional. Pada perhelatan PON sebelumnya di Jabar, tim Taekwondo Jateng menyabet juara umum kedua. Dengan mengumpulkan dua emas, tujuh perak, dan enam perunggu. 


Tapi target Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jateng dalam ajang PON Papua, bisa meraih tiga emas dalam cabang olahraga tersebut. 


Untuk meraih target tersebut, tergolong mudah jika melihat hasil Pra PON 2019. Jeda dua tahun membuat peta kekuatan lawan pun berubah, begitu pula ketika di lapangan semua bisa saja terjadi. 


Maka Pengprov TI Jateng, tidak memasang target muluk-muluk, tiga emas dalam ajang tersebut. 


Tim Taekwondo Jateng berhasil meraih sukses dalam kejuaraan Pra-PON XX yang digelar di Banten pada 27-29 September 2019 lalu. Hasil tersebut menjadi lecutan untuk meraih hasil lebih baik dalam gelaran PON XX di Papua 2021. 


Persiapan untuk target lebih tinggi juga mulai dirancang oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia Jawa Tengah. Di antaranya adalah pelatihan daerah (Pelatda) dan sejumlah tryout di luar negeri. 


"Ini kebangkitan Taekwondo Jateng. Atlet yang kita kirim mengikuti Pra-PON berhasil meraih 13 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu. Hasil yang luar biasa," ujar Alex. 


Pengprov TI Jateng bertekad semua atlet yg diterjunkan mampu raih medali emas. " Target KONI memang 3 medali emas. Tapi Pengprov TI Jateng meyakini atlet yg bertarung semuanya dapat emas," tegas Alex sambil menambahkan peraih medali emas dapat bonus Rp.50 juta  langsung diserahkan pada atlet saat juara . 


Selama ini Pengprov TI Jateng telah memiliki kantor sekretariat yang representatif 3 lantai di Jalan Sedane 10 Semarang. Dan kini Pengprov TI Jateng sedang membangun dua Dojang  lengkap dengàn mess atlet. Satu bangunan lagi untuk sarana latihan olahraga beladiri lengkap dengan fasilitasnya di kawasan Cangkiran, Mijen Semarang. " Pengprov TI Jateng melakukan gaspol untuk Taèkwondo Jateng," tegas Alex mantan pelatih taekwondo nasional yang menghasilkan 3 perak dan 1 perunggu di Olimpiade Barcelonan'92 itu. (Sera-21) ****

Komentar

Tampilkan