Andi Darussalam Tabusalla Telah Tiada Kebaikanya Selalu Dikenang

8/17/21, 21:49 WIB Last Updated 2021-08-17T14:49:59Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



AKSARANEWS.CO.ID.Jakarta-  " Kita saling mendoakan ya Ed, supaya kita tetap, sehat, "itulah kalimat terakhir, H. Andi Darussalam Tabusalla bin Tabusalla dengan saya, awal Juli lalu. 

      Tokoh sepakbola nasional itu yang akrab disapa ADS, atau Bang Andi, disuatu pagi awal bulan Juli itu, melakukan telepon video dari Makassar dengan saya. " Sudah lama kita nggak ketemu ya Ed. Gua cuma pengen liat muka lu. Liat dari muka, lu sehat sehat Ed, " ujar Bang Andi . "Ia, Abang juga sehat dan agak gemukan, cuma sekarang tampil beda, berjenggot, " jawab saya sambil ketawa- ketawa berdua. 

      " Makanya lu berjenggot aja  kayak gua, "tambah Bang Andi. " Nggak Bang suka gatal  saya kalau pelihara jenggot , "jawab saya. " Ok Ed, kita saling mendoakan ya, biar tetap sehat, " tutur Bang Andi, menutup dialog singkat berdua dari seberang telepon video. 

     Pertenghan Juli lalu melalui WhatsApp( WA) Bang Andi memposting ke saya "Ed, Assalamualaikum WrWb,  mhn doanya hari ini QADARULLAH HSL TEST PCR KU D NYATAKAN POSITIF....SY TERIMA DGN IKHLAS SERTA TAWAKAL KPD ALLAH YG MAHA PENYEMBUH 🤲🤲🤲, " begitu bunyi postingannya

    Selama Bang Andi  dirawat di Rumah Sakit, saya selalu meminta informasi dan perkembangan melalui mantan pelatih, Makassar Utama, klub galatama dimanejeri Bang Andi, dan Asisten Palatih Nasional, Syamsuddin Umar.  Senin, pagi Syamsudin Umar yang juga pelatih kesayangan Bang Andi mengabarkan lewat WA, kalau Kondisi Bang Andi sudah sangat kritis. Dokter sudah minta keluarga semua ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. " Saya menuju kesana. Mohon doanya, "ujar Syamsuddin 

     Tapi pada pagi hari ini, Selasa, 17 Agustus 2021,mendapat berita  duka dari sahabat saya Mahfudin Nigara. " Jek, ADS meninggal. Dia orang sangat baik jek, " begitu isi postingan sahabat yang akrab disapa MN kepada saya

    Saya terdiam sejenak, dan tak terasa air mata berjatuhan, mengingat kebaikan dan perhatian Bang Andi kepada saya dan keluarga. Tidak hanya kepada saya, tapi kepada siapa saja yang dia kenal, termasuk kepada teman teman wartawan yang meliput sepakbola. Orangnya sangat ramah kepada siapa saja yang dia kenal, selalu disapa Bang Andi. 

    Wajah Bang Andi sampai saya membuat tulisan ini selalu terbayang, dan tak terasa air mata keluar dari kedua kelopak mata. 

   Seperti sahabat saya MN mengatakan Bang Andi pribadi yang sangat baik. Bicara selalu apa adanya, tidak ada kata basa basi dalam diri Bang Andi. Nggak suka ya bilang  nggak suka

    Tidak sedikit teman teman wartawan yang mendapat uluran tangan Bang Andi, jika ada kesulitan. Apalagi ada keluarga teman wartawan yang dikenalnya mengalami musibah atau sakit, tanpa diminta dia langsung membantunya. 

    Atas kebaikan Bang Andi, tentunya banyak diantara teman teman wartawan yang merasa kehilangaan. Bagaimana candanya, ketawanya, kadang ledekannya. Dan budi baikmu Bang. Semua itu akan selaku dikenang. 

     Bagi Saya Seorang Andi Darussalam Tabusalla, tidak hanya sebagai nara sumber ketika meliput sepakbola , tapi Bang Andi , sosok Abang, kakak dan orang tua, yang selalu memberi nasehat, dan masukan masukan yang bermanfaat bagi saya dalam melakoni hidup dan penghidupan. Bang Andi, sudah menganggap saya seperti adiknya sendiri. 

     Kini Abang sudah dipanggil menghadap sang Pencipta, delapan hari menjelang ulang tahun Abang ke 71 tahun tanggal 25 Agustus mendatang. Tidak ada lagi ucapan selamat Ulang Tahun Bang, yang ada hanya doa yang saya, kami dan teman teman panjatkan ke Sang Khalik, semoga mendapat tempat yang layak di sisi Nya. 

     Bang Andi sudah menyelesaikan pertandingannya di dunia dengan baik. Saya dan kami semua selalu mengenang kebaikanmu Bang. Selamat Jalan Abangku .****


Penulis : Eddy Lahengko

                  Wartawan senior

Komentar

Tampilkan