Indonesia Sadar Prokes (INSAP) Dicanangkan 29 Juni 2021 Bertepatan Dengan Hari Keluarga Nasional.

6/28/21, 23:46 WIB Last Updated 2021-06-28T16:46:58Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



AKSARANEWS.CO.ID. Jakarta- Pandemi Covid-19 masih belum mereda di Indonesia, apalagi yang bisa dilakukan ? Dari  virtual inspirational talk 1 Juni 2021 lalu dengan Menkes RI Budi G. Sadikin, bertajuk How to Make Friends with Your Enemy, A New Approach Dealing with Covid 19 perlu disadari virus Covid-19 akan terus berada di sekeliling kita seperti virus flu, polio, HIV, dan virus lainnya. 


Perlu strategi dan tindakan nyata tuk mengubah perilaku manusia Indonesia agar bisa hidup berdampingan dengannya. Ajakan Menkes untuk lakukan gerakan 

bersama disambut baik para inisiator, Syamsi Dhuha Foundation (SDF)

 dan Yayasan Ganesha 83 (G83) ITB untuk turut bantu pemerintah dalam mengubah cara pandang (paradigma) masyarakat Indonesia untuk hidup bersama virus Covid-19, dan mengejar  tercapainya kekebalan komunal melalui gerakan Indonesia Sadar Prokes (INSAP) yang akan dicanangkan  29 Juni 2021 bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional.


"Indonesia dalam hadapi Covid-19 sudah lakukan 4 strategi yang mengacu pada 

rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu : 1. Strategi Prokes, 5M: 

memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan & mengurangi mobilitas. 

2.Strategi Diagnostik (testing, tracing, treatment), jika ada yg tertular bisa segera diketahui, diisolasi dan diberi pengobatan. 3.Vaksinasi, target 181,5 juta 

penduduk Indonesia dan 4. Terapeutik (perawatan), siapkan sarana/prasarana 

kesehatan, tenaga kesehatan, obat-obatannya”, papar Budi G. Sadikin dalam inspirational  talk tersebut. 


Saat ini laju penyebaran virus Covid 19 belum terkendali, bahkan Ketua  Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan mengatakan kasus 

kematian anak di Indonesia jadi yang tertinggi dunia. Case fatality atau tingkat kematian mencapai tingkat kematian yg mengkhawatirkan.


Salah satu penyebabnya adalah belum maksimalnya penerapan strategi di atas secara efektif sebagai sikap hidup. “Gerakan INSAP akan gunakan pendekatan baru. Akan dilakukan pendekatan persuasif & kreatif tuk tanamkan INSAP values: peduli diri & orang lain, sehat itu tak ternilai, disiplin itu kebutuhan, keselamatan itu penting, sadar itu pilihan terbaik," ungkap  Ketua SDF Dian Syarief. 


Sementara itu Rudianto Rimbono, Ketua G83 ITB menambahkan, jelang pencanangan, serangkaian kegiatan telah dijalankan sejak deklarasi gerakan INSAP, 19 Juni 2021, untuk sosialisasikan misi ini, antara lain  kampanye media sosial, sesi membangun kesadaran melalui interaksi virtual maupun video singkat serta sedekah masker. Akan dilakukan pula ajakan untuk membuat poster digital dan senam prokes. 


INSAP, gerakan sosial nirlaba non-politis dari masyarakat tuk perubahan perilaku agar sadar dan peduli terhadap pelaksanaan prokes tuk Indonesia Sehat. Kami ingin ajak semua lapisan masyarakat untuk terlibat, terutama para ibu dan guru yang berperan sangat penting dalam membentuk perilaku seseorang". 


Di sesi perdana Membangun Kesadaran INSAP, Ir. Diah Utami Muhammad, MT, fasilitator sesi, ungkapkan,”The Speed of Trust, penting tuk membuat orang yakin dan percaya juga saling percaya , secepat orang itu yakin, secepat itu pula sikapnya akan berubah. 


Kepercayaan/keyakinan dibangun atas bukti-bukti yang mendukung, perlu semakin banyak dan sering contoh-contoh pembuktian hal-hal yang baik, jika taat, bagaimana, termasuk contoh efek/akibat buruk dari kebiasaan yang tidak baik. Pengulangan adalah Ibunya Kemahiran, terus ulangi, bombardir dengan dukungan informasi yang jujur, akurat, terpercaya, rasional, ilmiah dan bebas hoax. Semakin cepat kita beradaptasi dengan kebiasaan baru, semakin besar peluang kita untuk selamat di masa pandemi ini.” (Sera-21)****

Komentar

Tampilkan