Iklan

Ketum KONI Jawa Tengah, Subroto Wafat. Cita-Citanya Membangun Gedung Olahraga di Cangkiran, Mijen Akan Diteruskan

6/28/21, 18:00 WIB Last Updated 2021-06-28T11:01:07Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



AKSARANEWS.CO,ID. Telah berpulang kepangkuan Ibu Pertiwi, tokoh pembina olahraga Jawa Tengah dengan kepribadian yang rendah hati , Brigjen TNI (P) Subroto di RS DKT Salatiga, Minggu malam (27/6) sekitar pukul 21.00 WIB. “ Almarhum langsung dikebumikan di Osa Maliki Salatiga,” ujar Sekum KONI Jateng Heny Setyawati.



Banyak pengurus olahraga di tingkat Kabupaten dan Kota Jawa Tengah yang merasa kehilangan sosok pemimpin olahraga yang tegas dan rendah hati dan sangat memahami persoalan olahraga di JawaTengah .Subroto menjabat sebagai ketua Umum KONI setelah terpilih pada Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Jateng di Semarang, 28 November 2017. Masa jabatannya akan berakhir pada November 2021.

Dari keterangan yang dihimpun,  Pak Broto sebagai panggilan akrabnya ingin menghadiri rapat pada Kongres PSSI Jawa Tengah pada tanggal 19 Juni. Persyaratan kehadiran mewajibkan tes bebas Covid-19. Kehadiran membuka Kongres tersebut akhirnya digantikan pengurus KONI lainnya, karena Pak Broto diketahui terpapar Covid-19. 

Selama menjalani perawatan di RS tersebut, pemikirannya tentang olahraga Jawa Tengah tidak berhenti. “ Hal penting kesiapan Pelatda berbagai cabang olahraga jelang PON Papua 2021 ini, terus dimonitor dengan chat lewat WA- an,’ ujar Wakil Sekretaris Umum I , Ade .

Pak Broto kelahiranKendal, 22 Februari 1959

  sangat konsen dengan pembinaan olahraga , apalagi jelang PON Papua. “ Antara lain kesiapan Training cetre sentralisasi yang sudah dilakukan sejak Januari 2021, untuk cabang olahraga yang diperhitungkan mendapat tiga medali emas  menjadi prioritas,” tambah Ade.

Subroto masih berkomunikasi melalui WhatsApp Pimpinan KONI mendiskusikan pelaksanaan Pelatda PON Papua, beberapa jam menjelang saat-saat terakhirnya. Dari ruang ICU Rumah Sakit DKT Kota Salatiga, Minggu 27 Juni sekitar jam 14.30 dia masih mem-forward percakapannya dengan Kerpala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, Sinoeng Rahmadi mengenai koordinasi pelaksanaan Pelatda. 

Malamnya, sekitar pukul 21.00, keluarganya mengabarkan kepada Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Bona Ventura Sulistiana bahwa Subroto telah meninggal dunia. Tepat 96 hari menjelang pelaksanaan PON XX.

Menurut Sekretaris Umum KONI Jateng, Heny Setiawati, sebelum dirawat di Salatiga, beberapa pekan Subroto sudah sering mengeluhkan sakitnya. Selama perawatan telah menjalani kateter dan CT-scan, karena mengalami keluhan pada jantungnya.

“Beliau masih sering ngantor di kompleks Jatidiri, Karangrejo. Itu sebagai bentuk tanggung jawabnya dalam penyiapan kontingen PON. Dalam chating-chating terakhir dengan sejumlah unsur pimpinan, beliau sempat menitipkan agar kami berbagi tugas,” tutur Heny.

“Kami sangat kehilangan. Kebersamaan selama tiga tahun ini telah merekatkan banyak hal,” tutur Wakil Ketua Umum Bidang Kerja Sama, Amir Machmud NS.

Sedangkan Sudarsono, Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan menilai almarhum sebagai orang yang hidupnya sudah menyatu dengan dunia olahraga.

Ketua Umum Pengprov Taekwondo Jawa Tengah, Master Alex Harijanto mengatakan sangat sedih dan kehilangan sebagai teman dekat dan pembina olahraga di Jawa Tengah. “Dia selalu panggil abang.Taekwondo termasuk yang diandalkan untuk meraih medali emas di PON Papua,” tuturnya. 

Alex Harijanto menuturkan cita-cita yang digagas bersama Pengprov Taekwondo Jawa Tengah akan diteruskan. “ Pak Broto merencanakan pembangunan tiga gedung. Gedung itu digunakan untuk TC Taekwondo daerah dan nasional. Gedung lainnya untuk latihan gym dan gedung ketiganya untuk cabang beladiri lainnya seperti karate,atau tinju. Tanahnya  di Cangkiran, Mijen Kota Semarang, di groundbreaking   bersamaan terpilihnya  Ketua Pengprov Taekwondo Jawa tengah, 10 Pebruari 2021,” tambah Alex.

Subroto meninggalkan seorang istri, Retno Yulianti, B.A., tiga anak Kapten CHK Fandy Irawan, S.H., dr. Ahmad Agus Salim, Fany Puspitasari, S.E, serta lima orang cucu.

Jabatan terakhir: Karo Hukum, Persidangan, dan Hublem Kemenko Polhukam 2016. (Sera-21, suara.com)****

Komentar

Tampilkan

Terkini