Forum Komunikasi Taekwondo Mendesak Gelar Musyawarah Provinsi Luar Biasa Taekwondo DKI Jakarta

5/22/21, 17:26 WIB Last Updated 2021-05-22T10:27:28Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



AKSARANEWS.CO.ID.JAKARTA- Forum Komunikasi Taekwondo Indonesia (FKTI) DKI Jakarta mendesak segera menggelar Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia DKI Jakarta. 


Desakan tersebut diungkapkan Sudirman Limbong (Komisi Disiplin), Ketua Harian AR  Hasibuan (Master Balok) , Wakil Ketua Sekretaris Umum Firdaus yang tergabung di FKTI DKI Jakarta dan dihadiri Syamsu Djalal selaku penasehat hukum dalam jumpa pers, Jumat (21/5) di Jakarta. 


Ketua Umum (Ketum)  Pengprov TI DKI Jakarta, Ivan R Pelealu periode 2021-2025 sudah jelas cacat hukum. KONI hingga kini belum memberikan rekomendasi dan belum menerima Laporan Pertanggungjawaban (yang ada sekadar laporan kegiatan) serta tidak adanya klarifikasi rangkap jabatan Ketum dan Ketua Pengurus Kota. 


"Ketum terpilih secara aklamasi pada Musprov TI DKI Jakarta di Gedung Lemhanas, 31 Januari 2021 adalah cacat hukum," tegas Sudirman Limbong. Hal senada juga disampaikan Master Balok dan Firdaus dengan menambahkan " Segera digelar Musprovlub TI DKI karena banyak ketimpangan," tukas Master Balok. 


Firdaus mengungkapkan KONI DKI hingga kini belum memberikan rekomendasi atas mosi tidak percaya FKTI DKI Jakarta . "Mosi tidak percaya ini ditembuskan kepada KONI DKI, Dispora DKI dan PBTI serta seluruh Pengprov cabang olahraga lain yang ada dibawah naungan KONI DKI,"paparnya.


Mosi tidak percaya ini sebagai desakan utama menuju Musprovlub. Karena dengan adanya mosi tidak percaya itu sudah dicabut mandat Ivan R Pelealu sebagai Ketua Umum Pengprov TI DKI Jakarta periode 2021-2025.


Tujuan FKTI DKI Jakarta, murni ingin menyelamatkan agar taekwondo DKI Jakarta tidak terpuruk baik dalam managerial dan prestasi di tingkat nasional. " Pada saat PON 2021 Papua, taekwondoin DKI tidak akan meraih medali , karena organisasinya tidak kondusif, " papar Limbong penuh pesimis. (Sera-21)****

Komentar

Tampilkan