Iklan

Pengacara Azis Iswanto , Akan Somasi Terkaiit Bhoend Herwan Irawadi Disebut Mafia Tanah

4/17/21, 04:32 WIB Last Updated 2021-04-16T21:38:25Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



Di temui di kantornya di bilangan Bekasi Dr Suroyo ,mengatakan terkait permasalahan tanah di BKP yang menyatakan Bhoend Herwan  Irawadi sebagai mafia tanah itu tidak berdasar , padahal semua apa yang sudah di lakukan oleh Bhoend  sudah sesuai mekanisme dan prosedural yang benar , Ungkap Dr Suroyo. "  yang sekarang sebagai pemilik sah tanah tersebut .




Sedang di tempat terpisah Pengacara  Aziz Iswanto,SH dari kantor Hukum Kusnadi SH & Rekan, yang beralamat di Jalan Raya Pertamina, no.42, RT.023, RW.03, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babel_an, Kabupaten Bekasi, dalam keterangannya  melalui telepon seluler ,menyatakan menolak jika kliennya Bhoend Herwan Irawadi dituding sebagai mafia tanah,bahkan ia akan somasi pihak terkait yang  menyatakan itu.



Tudingan yang di tujukan pada Bhoend  tersebut sangat tidak memiliki dasar hukum. Untuk Itu menurut Azis  sangat membantah keras, tudingan tersebut”.


Saat pembelian tanah dari Rinum Ajim klien kami sudah melalui mekanisme yang benar  ," Ungkap Azis Iswanto.SH




Terkait apa yang di tuduhkan , hendaknya jangan melalui media , ujar Aziz Iswanto.SH ,  tetapi harus dibuktikan dulu permasalahannya , Ujar Azis pada pihak yang menuding, Bhoend sebagai mafia tanah.


Terkait sengketa tanah Saya tidak memungkiri, adanya sengketa tanah tersebut memang ada, dan sedang terjadi saat ini. Dalam gugatan again clash action yang dilakukan oleh warga Bulak Kapal Permai pada Pengadilan Negeri Cikarang.


Tapi perlu di ingat Kami yang menang dan pada saat banding ke pengadilan tinggi Bandung, kami pun yang menang juga. Bayangkan saja pada saat gugatan itu terjadi, pihak penggugat juga tidak satupun menghadirkan saksi-saksi, padahal idealnya seorang penggugat sudah menyiapkan saksi-saksi untuk memperkuat gugatannya di persidangan.


“Walaupun hal ini tidak dilakukan, dan  itu adalah hak dari pada para penggugat,”kata Aziz Iswanto,SH.


Untuk perlu diketahui juga, bahwa semenjak terjadi konflik dan klaim tanah oleh warga Bulak Kapal Permai sudah menemui pihak PT Anggadatama Persada sebagai pihak developer yang membangun Perumahan Bulak Kapal Permai, baik itu dikantor yang di Cianjur, Jawa Barat, maupun di kantor yang ber-alamat di Jalan Gajah Mada, Jakarta.


Terkait pertemuan dengan warga Perumahan Bulak kapal Permai itu, Direktur PT.Anggadatama Persada, selalu mengatakan, bahwa pihaknya tidak pernah membebasan lahan tersebut. Karena tanah seluas 8.150 M2 itu tidak pernah dibeli oleh pihak PT.Anggadatama Persada, karena lahannya berada dibawah jaringan tegangan tinggi sutet milik PLN,”kata Aziz Iswanto,SH.


 Inilah  yang menjadi inti persoalan, akan tetapi karena pihak warga Perumahan Bulak Kapal Permai, selama ini selalu mengklaim, hanya berdasarkan site plaint perencanaan dari PT.Anggadatama Persada, padahal lahan yang disengketakan itu, tidak jadi dibebaskan oleh PT.Anggadatama Persada.


“Sekarang janganlah, kita menuding seseorang, dengan label mafia, tanpa ada bukti-bukti kuat yang bisa di jadikan dasar hukum,”kata Aziz Iswanto,SH.


Rencana penutupan akses yang akan dilakukan oleh warga Perumahan Bulak Kapal Permai, semestinya warga yang diduga dimotori oleh Ketua RW.014. Hal ini tidak perlu terjadi, sebab siapapun warga negara Indonesia, yang berdomisli dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu, berhak untuk menikmati sarana jalan tersebut.


“Bila hal itu benar-benar terjadi, maka jangan salahkan kami.untuk mengambil langkah hukum , sesuai undang-undang yang berlaku ,tutur Azis Iswanto SH.


Azis  menyatakan bahwasanya Polda Metro Jaya, telah mendapatkan dokumen dari PT. Anggadatama Persada sebagai pengembang Perumahan Bulak Kapal Permai (BKP), bahwa pengalihan hak tanah yang dibangun Perum BKP tahap I dan tahap II, tidak pernah mencantumkan tanah atas nama Rinum Ajim almarhum sebagai sarana fasos-fasum Perum BKP. Disamping itu, PT. Anggadatama Persada juga tidak pernah membeli tanah tersebut.


“Bila Pengembang perumahan yang membangun Perumahan Bulak Kapal Permai tidak membebaskan tanah tersebut, bagaimana mungkin tanah tersebut menjadi lahan fasos/fasum ?,”pungkasnya.


(Red)


 


 


 


 



Di temui di kantornya di bilangan Bekasi Dr Suroyo ,mengatakan terkait permasalahan tanah di BKP yang menyatakan Bhoend Herwan  Irawadi sebagai mafia tanah itu tidak berdasar , padahal semua apa yang sudah di lakukan oleh Bhoend  sudah sesuai mekanisme dan prosedural yang benar , Ungkap Dr Suroyo. "



Sedang di tempat terpisah Pengacara  Aziz Iswanto,SH dari kantor Hukum Kusnadi SH & Rekan, yang beralamat di Jalan Raya Pertamina, no.42, RT.023, RW.03, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babel_an, Kabupaten Bekasi, dalam keterangannya  melalui telepon seluler ,menyatakan menolak jika kliennya Bhoend Herwan Irawadi dituding sebagai mafia tanah.


Tudingan yang di tujukan pada Bhoend  tersebut sangat tidak memiliki dasar hukum. Untuk Itu menurut Azis  sangat membantah keras, tudingan tersebut”.


Saat pembelian tanah dari Rinum Ajim klien kami sudah melalui mekanisme yang benar  ," Ungkap Azis Iswanto.SH




Terkait apa yang di tuduhkan , hendaknya jangan melalui media , ujar Aziz Iswanto.SH ,  tetapi harus dibuktikan dulu permasalahannya


Terkait sengketa tanah Saya tidak memungkiri, adanya sengketa tanah tersebut memang ada, dan sedang terjadi saat ini. Dalam gugatan again clash action yang dilakukan oleh warga Bulak Kapal Permai pada Pengadilan Negeri Cikarang.


Tapi perlu di ingat Kami yang menang dan pada saat banding ke pengadilan tinggi Bandung, kami pun yang menang juga. Bayangkan saja pada saat gugatan itu terjadi, pihak penggugat juga tidak satupun menghadirkan saksi-saksi, padahal idealnya seorang penggugat sudah menyiapkan saksi-saksi untuk memperkuat gugatannya di persidangan.


“Walaupun hal ini tidak dilakukan, dan  itu adalah hak dari pada para penggugat,”kata Aziz Iswanto,SH.


Untuk perlu diketahui juga, bahwa semenjak terjadi konflik dan klaim tanah oleh warga Bulak Kapal Permai sudah menemui pihak PT 

Anggadatama Persada sebagai pihak developer yang membangun Perumahan Bulak Kapal Permai, baik itu dikantor yang di Cianjur, Jawa Barat, maupun di kantor yang ber-alamat di Jalan Gajah Mada, Jakarta.


Terkait pertemuan dengan warga Perumahan Bulak kapal Permai itu, Direktur PT.Anggadatama Persada, selalu mengatakan, bahwa pihaknya tidak pernah membebasan lahan tersebut. Karena tanah seluas 8.150 M2 itu tidak pernah dibeli oleh pihak PT.Anggadatama Persada, karena lahannya berada dibawah jaringan tegangan tinggi sutet milik PLN,”kata Aziz Iswanto,SH.


 Inilah  yang menjadi inti persoalan, akan tetapi karena pihak warga Perumahan Bulak Kapal Permai, selama ini selalu mengklaim, hanya berdasarkan site plaint perencanaan dari PT.Anggadatama Persada, padahal lahan yang disengketakan itu, tidak jadi dibebaskan oleh PT.Anggadatama Persada.


“Sekarang janganlah, kita menuding seseorang, dengan label mafia, tanpa ada bukti-bukti kuat yang bisa di jadikan dasar hukum,”kata Aziz Iswanto,SH.


Rencana penutupan akses yang akan dilakukan oleh warga Perumahan Bulak Kapal Permai, semestinya warga yang diduga dimotori oleh Ketua RW.014. Hal ini tidak perlu terjadi, sebab siapapun warga negara Indonesia, yang berdomisli dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu, berhak untuk menikmati sarana jalan tersebut.


“Bila hal itu benar-benar terjadi, maka jangan salahkan kami.untuk mengambil langkah hukum , sesuai undang-undang yang berlaku ,tutur Azis Iswanto SH.


Azis  menyatakan bahwasanya Polda Metro Jaya, telah mendapatkan dokumen dari PT. Anggadatama Persada sebagai pengembang Perumahan Bulak Kapal Permai (BKP), bahwa pengalihan hak tanah yang dibangun Perum BKP tahap I dan tahap II, tidak pernah mencantumkan tanah atas nama Rinum Ajim almarhum sebagai sarana fasos-fasum Perum BKP. Disamping itu, PT. Anggadatama Persada juga tidak pernah membeli tanah tersebut.


“Bila Pengembang perumahan yang membangun Perumahan Bulak Kapal Permai tidak membebaskan tanah tersebut, bagaimana mungkin tanah tersebut menjadi lahan fasos/fasum ?,”pungkasnya.


(Red)


 


 


 


 




Di temui di kantornya di bilangan Bekasi Dr Suroyo ,mengatakan terkait permasalahan tanah di BKP yang menyatakan Bhoend Herwan  Irawadi sebagai mafia tanah itu tidak berdasar , padahal semua apa yang sudah di lakukan oleh Bhoend  sudah sesuai mekanisme dan prosedural yang benar , Ungkap Dr Suroyo. "



Sedang di tempat terpisah Pengacara  Aziz Iswanto,SH dari kantor Hukum Kusnadi SH & Rekan, yang beralamat di Jalan Raya Pertamina, no.42, RT.023, RW.03, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babel_an, Kabupaten Bekasi, dalam keterangannya  melalui telepon seluler ,menyatakan menolak jika kliennya Bhoend Herwan Irawadi dituding sebagai mafia tanah.


Tudingan yang di tujukan pada Bhoend  tersebut sangat tidak memiliki dasar hukum. Untuk Itu menurut Azis  sangat membantah keras, tudingan tersebut”.


Saat pembelian tanah dari Rinum Ajim klien kami sudah melalui mekanisme yang benar  ," Ungkap Azis Iswanto.SH




Terkait apa yang di tuduhkan , hendaknya jangan melalui media , ujar Aziz Iswanto.SH ,  tetapi harus dibuktikan dulu permasalahannya


Terkait sengketa tanah Saya tidak memungkiri, adanya sengketa tanah tersebut memang ada, dan sedang terjadi saat ini. Dalam gugatan again clash action yang dilakukan oleh warga Bulak Kapal Permai pada Pengadilan Negeri Cikarang.


Tapi perlu di ingat Kami yang menang dan pada saat banding ke pengadilan tinggi Bandung, kami pun yang menang juga. Bayangkan saja pada saat gugatan itu terjadi, pihak penggugat juga tidak satupun menghadirkan saksi-saksi, padahal idealnya seorang penggugat sudah menyiapkan saksi-saksi untuk memperkuat gugatannya di persidangan.


“Walaupun hal ini tidak dilakukan, dan  itu adalah hak dari pada para penggugat,”kata Aziz Iswanto,SH.


Untuk perlu diketahui juga, bahwa semenjak terjadi konflik dan klaim tanah oleh warga Bulak Kapal Permai sudah menemui pihak PT 

Anggadatama Persada sebagai pihak developer yang membangun Perumahan Bulak Kapal Permai, baik itu dikantor yang di Cianjur, Jawa Barat, maupun di kantor yang ber-alamat di Jalan Gajah Mada, Jakarta.


Terkait pertemuan dengan warga Perumahan Bulak kapal Permai itu, Direktur PT.Anggadatama Persada, selalu mengatakan, bahwa pihaknya tidak pernah membebasan lahan tersebut. Karena tanah seluas 8.150 M2 itu tidak pernah dibeli oleh pihak PT.Anggadatama Persada, karena lahannya berada dibawah jaringan tegangan tinggi sutet milik PLN,”kata Aziz Iswanto,SH.


 Inilah  yang menjadi inti persoalan, akan tetapi karena pihak warga Perumahan Bulak Kapal Permai, selama ini selalu mengklaim, hanya berdasarkan site plaint perencanaan dari PT.Anggadatama Persada, padahal lahan yang disengketakan itu, tidak jadi dibebaskan oleh PT.Anggadatama Persada.


“Sekarang janganlah, kita menuding seseorang, dengan label mafia, tanpa ada bukti-bukti kuat yang bisa di jadikan dasar hukum,”kata Aziz Iswanto,SH.


Rencana penutupan akses yang akan dilakukan oleh warga Perumahan Bulak Kapal Permai, semestinya warga yang diduga dimotori oleh Ketua RW.014. Hal ini tidak perlu terjadi, sebab siapapun warga negara Indonesia, yang berdomisli dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu, berhak untuk menikmati sarana jalan tersebut.


“Bila hal itu benar-benar terjadi, maka jangan salahkan kami.untuk mengambil langkah hukum , sesuai undang-undang yang berlaku ,tutur Azis Iswanto SH.


Azis  menyatakan bahwasanya Polda Metro Jaya, telah mendapatkan dokumen dari PT. Anggadatama Persada sebagai pengembang Perumahan Bulak Kapal Permai (BKP), bahwa pengalihan hak tanah yang dibangun Perum BKP tahap I dan tahap II, tidak pernah mencantumkan tanah atas nama Rinum Ajim almarhum sebagai sarana fasos-fasum Perum BKP. Disamping itu, PT. Anggadatama Persada juga tidak pernah membeli tanah tersebut.


“Bila Pengembang perumahan yang membangun Perumahan Bulak Kapal Permai tidak membebaskan tanah tersebut, bagaimana mungkin tanah tersebut menjadi lahan fasos/fasum ?,”pungkasnya.


(Red)


 


 


 


 







_



 



_



 




_



 

Komentar

Tampilkan

Terkini