Iklan

Limbah CPO Genangi Sungai Sambas , Ketua IDI Angkat Bicara

4/23/21, 16:07 WIB Last Updated 2021-04-23T09:07:34Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Jumat, 23 april 2021


Sambas, Aksaranews.co.id-  bahaya limbah Minyak CPO mencemari  perairan Sungai Sambas, nantinya akan  berdampak pada kulit masyarakat Sambas  yang menggunakan air sungai, baik jangka panjang maupun jangka pendek, Sambas, Kalbar, Jumat, ( 23/ 4/ 2021).


Dalam hal ini Ketua ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Sambas Dr. Ganjar Eko Prabowo, MM menanggapi dari segi kesehatan terhadap dampaknya persoalan  dugaan kasus tumpahan 150 ton Minyak CPO di Sungai Sambas sehingga berpotensi mengalir ke Daerah aliran sungai-sungai lainnya dan saat ini yang terdampak tercemarnya minyak crude palm oil (CPO) tersebut terdampak di kawasan Sungai di kabupaten Sambas di karnakan masyarakat kabupaten Sambas masih ketergantungannya dengan Air Sungai.


Dampaknya asal air yang tercemar tidak untuk konsumsi masih tidak apa apa alias aman tetapi kalo di sungai yg tercemar tersebut untuk aktivitas manusia seperti mandi sangat berbahaya bagi kulit kita,dampak yang dekat adalah air sungai yg tercemar dapat menimbulkan alergi,iritasi,gatal,infeksi kulit sedangkan dampak jauhnya bisa terjadi kanker kulit.jadi memang sebaiknya hindari semua aktifitas kita di sungai yang tercemar karena bisa mengancam kesehatan kita."tegas Ketua ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Sambas Dr. Ganjar Eko Prabowo, MM ( jumat, 23/ 4/ 2021)


Ketua ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Sambas Dr. Ganjar Eko Prabowo, MM, mengharapkan kepada masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya dampak kesehatan bagi masyarakat kabupaten sambas untuk menghindari aktifitas dan pemakaian air sungai yang tercemar CPO.


Harapannya hindari aktivitas dan pemakaian air di sungai yg tercemar CPO,agar terhindar dari ancaman kesehatan akibat potensi merusak kesehatan dari sungai yang tercemar,sampai benar benar sungai tersebut aman untuk digunakan."terang ketua IDI kabupaten Sambas. ( Rai)

Komentar

Tampilkan

Terkini