Iklan

Albert Papilaya, Sang Legenda Tinju Tutup Usia

4/18/21, 15:58 WIB Last Updated 2021-04-18T08:59:12Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



AKSARANEWS.CO.ID.JAKARTA - Petinju legendaris Albert Papilaya tutup usia, Minggu (18/4) di RSUD Dr Hasan Boesoeri, Ternate pukul 01.40 WIT. Komisaris Polisi (Kompol) Albert meninggalkan banyak kenangan dan catatan tinju amatir Indonesia. Lahir 53 tahun lalu tepatnya 15 September 1967 di Tobelo, Maluku Utara, Albert Papilaya  di Polri karirnya dimulai dari satuan elit Brimob di Kelapa Dua Depok. Jabatannya Kepala Seksi Pasdal 2 Samapta Polda Metro Jaya.

Sejak kepulangannya ke Jailolo, Halmahera Barat  dan Ternate, Maluku Utara awal Maret 2021 lalu. Kesehatannya terus menurun dan harus mendapat perawatan di RSUD Ternate. Keterangan dari beberapa sumber petinju kebanggaan Indonesia tersebut mengalami sakit stroke ringan. Usaha penyembuhan dilakukan juga dengan pengobatan alternatif di tempat kelahirannya. 

Ketua Umum PP Pertina, Komaruddin Simanjuntak mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya dan semoga diterima segala amal ibadahnya dengan mendapatkan tempat terbaik di sisiNya. Dan kepada keluarga almarhum  senantiasa diberikan ketabahan . “ Segenap pengurus pusat Pertina dan pengurus daerah turut berdukacita , Semoga prestasi dan perjuangan almarhum Albert Papilaya dapat menjadi inspirasi bagi petinju tanah air,” tuturnya  

Prestasi Albert Papilaya

Karier di tinju amatir nasional dimulai dari Ternate dan kemudian pindah ke Ambon untuk masuk PPLP Tinju Maluku dan Pelatda. Prestasinya kemudian melejit di arena nasional. Ia tercatat sudah ikut PON sebanyak 5 kali. Hasilnya untuk Maluku 1 emas, 1 perak serta kemudian pindah ke DKI Jaya dan sumbangkan 3 emas.

Prestasi spektakuler lainnya yaitu 7 kali ikut SEA Games sejak 1989 hingga 2001. Hasilnya luar biasa yaitu meraih 6 medali emas dan 1 perak. Tak sampai disitu saja. Albert juga sukses meraih medali emas atau juara Asia sebanyak 4 kali pada tahun 1985, 1992, 1993 dan 1997.

Selain itu, Albert tercatat sebagai satu-satunya petinju Indonesia yang mampu lolos ke 8 Besar atau perempatfinal di Kejuaraan Dunia maupun Olimpiade di Barcelona 1992.

Yang uniknya. Sejak remaja bertinju di Ternate hingga pensiun dari ring tinju. Ia sudah bertanding di semua kelas tinju mulai dari layang ringan 45 kg hingga kelas berat 91 kg. "Beta sudah main di semua kelas tinju. Yang paling lama itu kelas 63,5 kg, 75 kg dan 81 kg. Kelas berat 91 kg malah beta juara di India," ungkap Albert yang kenal baik dengan Oscar De La Hoya legenda tinju prof Amerika Serikat kepada media ini beberapa bulan lalu.(Sera-21)****

Komentar

Tampilkan

Terkini