Pertaruhan Kinerja Presiden RI Jokowidodo Dengan Reshuffle Kabinet Jilid 2

4/21/21, 20:48 WIB Last Updated 2021-04-21T13:53:27Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Aksara news.co.id, Jakarta  -  Isu Reshuffle Kabinet Indonesia Maju jilid 2 menguat setelah penggabungan Kemendikbud-Ristek dan pembentukan Kementrian Investasj  disepakati Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) dalam rapat paripurna 9 April 2021.



Ada 3 point penting terkait wacana Reshuffle kabinet  jilid 2. 


   1. Bongkar pasang kabinet adalah hak prerogatif presiden. Kemungkinan ini adalah reshuffle kabinet terakhir sebelum masa jabatan presiden berakhir di 2024. Jokowi tidak ingin meninggalkan kinerja yang buruk sebagai presiden. Beliau harus mencari sosok menteri yang tidak hanya kompeten, namun juga mempunyai kredibilitas , inovatif, mampu mengambil langkah atau terbosan yang berani dan segar dalam sejumlah kebijakan penting dalam pemerintahan.



2. Wacana Reshuffle kabinet juga  mengacu pada kinerja para menteri terutama dalam kacamata Tugas pokok dan fungsi ( Tupoksi ). Penggabungan Kemdikbud ristek merupakan momentum tepat untuk menggantikan Nadiem Makariem. Selama ini Nadiem dinilai belum mampu memberikan terobosan pendidikan di era pandemi. Mendikbud Ristek tidak hanya  membutuhkan sosok Menteri yang berpengalaman dibidang pendidikan namun juga inovatif dan membawa visi yang jelas dalam menata ulang sistem pendidikan Nasional sehingga mampu bersaing dikancah internasional. 


Terkait pos kementrian investasi dibutuhkan sosok yang bisa mampu mengambil langkah yang cepat mendorong investasi di Indonesia. Hal ini sangat penting untuk recovery perekonomian di Indonesia akibat pandemi. 


 Mendag M Luthfi atau kepala BKPM Bahlil Lahadalia Dapat dipertimbangkan untuk mengisi pos menteri investasi. Dalam beberapa kali kesempatan Jokowi memuji kinerja dari Bahlil Lahadalia. 



Di pos ekonomi yang menjadi catatan untuk di rombak adalah menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo karena adanya wacana keran impor untuk beras. Pemerintah dinilai kurang tanggap menghadapi situasi iklim di Indonesia yang terancam gagal panen akibat cuaca ekstrim dan banjir. Syahrul dinilai belum mampu membawa terobosan baru dalam kebijakan impor beras. Apakah penggantinya nanti berasal dari fraksinya  sendiri yaitu Nasdem atau bukan , yang jelas dibutuhkan sosok berani , tegas , memberantas mafia pertanian yang sering bermain di balik kuota impor serta inovatif. 



Sosok yang menjadi perhatian lagi untuk di ganti adalah Kepala Staf Presiden , Moeldoko.  Kisruh yang terjadi di Partai Demokrat akibat manuver politiknya dinilai  melanggar batas standar Etik dan moral pejabat publik. 


3. Terakhir Reshuffle kabinet ini harus berdasarkan kepentingan rakyat dan hajat hidup orang banyak jangan berdasarkan kepentingan elite semata karena masuknya lagi menteri berdasarkan partai koalisi. Reshuffle harus membawa efek positif dalam tata kelola pemerintah yang berorientasi kepentingan publik.



Ike Suharjo

Direktur Eksekutif Candidate Center

Komentar

Tampilkan