Iklan

Jembatan Menutup Saluran Sungai , Seakan Mendapat Restu Pengampu Kewenangan

3/24/21, 19:03 WIB Last Updated 2021-03-24T12:03:24Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Selasa, 23 Maret 2021


Sambas, Aksaranews.co.id-  Terjadi polemik dimasyarakat terkait Pembangunan jembatan yang menutup saluran air sungai,  didesa Pemangkat kota, namun Pihak terkait terkesan tidak berdaya, menjadi tanda tanya masyarakat,  kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalbar, Selasa, ( 23/ 3/ 2021).


Jembatan tersebut dibangun tidak sesuai standar, mengabaikan Lingkungan, menyumbat saluran air sungai, serta tidak mengantongi ijin, sehingga membuat protes warga.


Masyarakat sangat menyayangkan pembangunan tersebut, sudah ditegur oleh masyarakat, namun tetap melakukan pembangunan. Pihak- Pihak pengampu kebijakan terkesan tutup mata, tutup telinga, sehingga pembangunan terus berlanjut, harus nya pembangunan tersebut dihentikan oleh Pengampu kebijakan.


Dalam membangun jembatan, Ijin maupun, Persoalan teknis sangatlah penting, Sebab, dalam membangun jembatan bentang harus sesuai dengan standar yang ditetapkan, tanpa menggangu aliran air.


Jembatan dibangun permanen, mengabaikan Lingkungan Maupun saluran air disungai, Dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru yang berakibat sungai tersumbat sehingga menyebabkan banjir.


Penggiat Lingkungan, Andre Mahyudi, menjelaskan, pembangunan jembatan seperti itu, nantinya akan menghambat aliran air.

semesti nya pemerintah merutikan normalisasi sungai, karena Pemangkat bersempadan dengan kawasan pantai dan kawasan hutan gunung lindung, wajib sungai untuk mengalirkan air pasang surut air laut dan air hujan dari gunung mengalir kelaut. Jangan sampai sungai tidak aktif akibat aktifitas yang tidak bertanggung jawab secara permanen, Ungkap Andre.


Sungai Jadi Cerminan Peradaban, jangan sampai punah Jadi ketika kita hari ini sama-sama tergerak hati untuk bisa menjaga sumber air, menjaga mata air dan juga memperhatikan masalah lingkungan terutama sungai, maka kita telah memberikan sebuah nilai tambah bagi generasi yang akan datang. Tapi kalau kita tidak memperhatikan ini maka kita telah menimbulkan persoalan bagi generasi yang akan datang , untuk daya tahan manusia serta melindungi hak alam berkepanjangan lurus.


Saya sangat menyesalkan kejadian tersebut, pemerintah Desa maupun Kecamatan peduli dengan kondisi tersebut, dan tidak ada tindakan. Hanya perangkat yang turun kelapangan, itupun harus didatangin, dan diminta untuk turun melihat kondisi Jembatan tersebut, Tutup Andre. (Tim).

Komentar

Tampilkan

Terkini