Iklan

Ledakan Bom di Depan Gereja Katedral, Makassar Sedikitnya Melukai 14 Orang.

3/28/21, 14:49 WIB Last Updated 2021-03-28T07:50:56Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



AKSARANEWS.CO.ID. JAKARTA. Sedikitnya ada 14 orang yang terluka menyusul peristiwa  ledakan di depan pintu masuk Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3) .



“Ada 14 korban yang sekarang masih dalam perawatan, dan sudah ditangani oleh dokter dan mudah-mudahan yang sakit-sakit ringan bisa segera kembali,” ungkap Irjen Pol Argo Yuwono, Kadiv Humas Polri dalam konferensi pers, Minggu (28/3).


Tiga orang dirawat di RS Steĺla Maris yang mengalami luka lecet di bagian tangan dan kaki. Sedangkan 7 orang di rawat di RS Akademi Makassar dengan mengalami luka di betis dan paha. Sementara 4 orang lagi dirawat di RS Pelamonia dengan luka di paha, betis dan mata kaki akibat serpihan -serpihan . 


Fakta di lapangan juga ditemukan sepeda motor yang sudah hancur dan ada kobaran api kecil. Didekatnya juga  terdapat beberapa bagian tubuh yang terduga pelaku peledakan bom. 


Para korban yang dirawat  kebanyakan jemaat gereja usai melaksanaka ibadah dan ada petugas keamanan gereja  dengan mengalami luka di bagian leher, dada, muka, tangan dan kaki.


Argo mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 10.20 WITA di pintu gerbang  Gereja.


Terkait kejadian tersebut kepolisian daerah Sulawesi Selatan bersama Polrestabes Makassar langsung melakukan olah kejadian perkara.


Berdasarkan  informasi, ada dua orang yang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua jenis sepeda motor matic yang plat nomor polisi DT 5984 MD ini diduga dinaiki oleh dua orang yang kemudian terjadi ledakan di depan pintu gerbang gereja Katedral Makassar ini,” ujar Argo.


Argo menyebut, pelaku diduga hendak masuk ke pelataran gereja melalui pintu gerbang. Namun, saat pelaku datang kegiatan Misa di gereja sudah selesai.

Melihat banyak orang yang keluar dari Gereja, pelaku kemudian melakukan ledakan di depan gerbang Gereja tersebut.(Sera-21)****

Komentar

Tampilkan

Terkini