Iklan

Kawasan Joglo Kumpul- kumpul Cangkiran Semarang Miliki Dojang Yang Didukung Fasilitas Olahraga Komplet

2/13/21, 21:07 WIB Last Updated 2021-02-13T14:07:54Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



AKSARANEWS.CO.ID. SEMARANG - Pembangunan fasilitas olahraga yang dipadukan dengan sport tourism (wisata olahraga), sport industry (industri olahraga) dan sport science (sport pendidikan/pengetahuan) dibangun di Cangkiran, Kota Semarang, Jawa Tengah. 

 


Hal tersebut dikemukakan Ketua Pengprov Taekwondo Jateng, Alex Harijanto, usai  terpilih secara aklamasi sebagai ketua Pengprov TI Jawa Tengah untuk periode 2021-2024. Kepemimpinan Alex merupakan periode kedua kalinya. 



Di atas lahan tanah seluas  11 hektare nantinya terdapat Dojang Taekwondo yang dapat dimanfaatkan  untuk Pelatda maupun Pelatnas atlet seni bela diri lainnya. 


 Kawasan Cangkiran Jaraknya 23 km dari pusat kota Semarang, Jawa Tengah. Sekitar 1 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat. Wilayahnya berdekatan dengan properti  BSB (Bukit Semarang Baru). 


Lokasinya sangat strategis di Jalan Jatikalangan No.1 Kelurahan Cangkiran, Mijen, Kota Semarang. Diskekitarnya masih terdapat lahan sawah dan pertanian yang subur.  Lalulintas kendaraan juga cukup ramai yang melintasi jalan tersebut.


Di depan gedung fasilitas tersebut terdapat sarana baru berupa bangunan Joglo yakni "Kumpul-Kumpul" . Di tempat ini masyarakat dapat menikmati kuliner Indonesiaan Food. Bangunan Joglo ini  menampung 100 orang yang dapat disewa untuk rapat, resepsi dan kegiatan lain dengan pemandangan alam terbuka yang sejuk dan hijau pepohonan.


Pembanguna dojang yang peletakan batu pertamanya (ground breaking) dilakukan  Rabu 10 Februari 2021 oleh Alex Harijanto, Ketua Umum TI Pengprov Jawa Tengah, Ketua KONI Jateng Brigjen TNI (Purn) Subroto dan Wakil Ketua Umum PB TI HM Noor Fajari .


Master Alex yang tepat 70 tahun, di tanggal 13 Februari 2021 ini mengaku memiliki uang khas sebesar Rp1 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk perkembangan dan pembinaan taekwondo Jateng.


"Anggaran awal Rp1 miliar. Targetnya kelak Pelatnas taekwondo ada di sini," kata mantan Manajer Timnas Taekwondo di Olimpiade Barcelona 1992 yang berhasil meraih 3 perak dan 1 perunggu. 


Di bagian lain Wakil Ketua Umum PB TI Noor Fajari berharap pembangunan dojang ini akan lebih banyak mencetak atlet berkualitas.


"Selama ini Jateng menjadi barometer prestasi taekwondo nasional. Banyak kontribusi atlet Jateng di tim nasional," ujarnya.

Sementara itu, Subroto mengatakan, tiga sasaran itu (sports industry, sports science dan sports tourism) sesuai dengan arahan pemerintah.


Subroto mengaku sangat mensupport.  Pria berpangkat Brigjen TNI (Purn) itu menilai opsesi 8yang dicanangkan Master Alex memiki banyak keuntungan.


Pertama pola pelatda akan lebih tersentral dan fokus karena tempat latihan dan asrama atlet akan menyatu. Kedua, tak perlu menyewa dojang yang berarti menghemat dana.


‌"Kami mengapreasi keberadaan dojang ini. Ke depan saya optimistis taekwondo akan lebih meningkatkan prestasinya. Jika di PON 2016 lalu taekwondo meraih dua medali emas,enam perak, tujuh perunggu maka PON 2021 lebih meningkat," kata Subroto.


Dia menyebut, pihaknya optimistis taekwondo akan berjaya di PON Papua. Dasarnya tiga atletnya masuk Pelatnas SEA Games Vietnam dan sebagian besar atlet yang lolos PON adalah takwondoin berpengalaman," ujarnya sambil menyebut taewondo masuk satu dari tujuh cabang prioritas.


Menurut Subroto, cabor-cabor yang punya potensi sports scient, sports industry dan sports tourism perlu dianalisis dan dikaji. Semua cabor wajib hukumnya melek teknologi. Hanya kelemahannya sports scient kurang diminati pelatih.


"Perkembangan olahraga tidak lepas dari kontek ilmu teknologi diwarnai oleh situasi dan dinamika itu sendiri. Dulu untuk meningkatkan VO2 Max, atlet berlatih ke dataran tinggi. Di Jerman tidak lagi. Mereka menggunakan teknologi dengan mengambil darahnya dicari sel-sel untuk kepentingan VO2 Max," jelas Subroto.


Sports industrynya seperti apa?

Menurut Subroto akan dibuatkan fitness outdoor untuk masyarakat. Misalnya dengan menempatkan peralatan olahraga seperti double sit and full training equipment, cycling equipment, outdoor fitness equipment, sit and push equipment, double surf board, single walker, leg pressing, dan double sit and pedal.


Dia berharap ada prioritas yang saling menunjang. Misalnya membangun character building dengan menggelar tenda perkemahan untuk pelajar maupun mahasiswa.


Membangun karakter tidak semudah membangun rumah, jembatan, jalan, dan lainnya. Karena membangun karakter adalah bentuk hakekat jiwa seseorang yang terus berkelanjutan agar menjadi lebih baik dan mulia," jelasnya.


Membangun karakter banyak komponen yang harus dilibatkan instusi lembaga pendidikan, orang tua dan masyarakat sehingga berjalan dengan ideal dengan harapan bersama. disiplin diri merupakan hal yang terpenting dalam setiap upaya membangun dan membentuk karakter seseorang," papar Subroto.


Dari semua rangkaian kegiatan Character Building dapat diambil berbagai manfaat yang dirasakan oleh peserta yaitu:


1. Menjadikan peserta pribadi yang disiplin, jujur, dan inisiatif.

2. Menanamkan jiwa positive mental attitude sebagai landasan utama mencapai kesuksesan.

3. Mengenali berbagai kelebihan dan kekurangan diri sendiri.

4. Meminimalkan karakter negatif pada diri sendiri.


Menurutnya steak holder terkait diperlukan mulai dari Kemenpora, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta pemerintah daerah Jawa Tengah.(Sera-21)****

Komentar

Tampilkan

Terkini