Iklan

Black Box FDR Sriwijaya Air SJ 182 Diunduh Diperlukan Lima Hari Untuk Mengungkap Misteri Kecelakaan

1/12/21, 20:53 WIB Last Updated 2021-01-12T13:54:25Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



AKSARANEWS.CO.ID. JAKARTA- Tim penyelam TNI AL , berhasil menemukan dan mengangkat kotak hitam berupa FDR pesawat komersial Sriwijaya SJ 182, Selasa (12/1) yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu (9/1). 


Panglima TNI Hadi Tjahjanto saat upacara serah terima di Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok, Jakarta Utara  lebih lanjut mengatakan

black box berupa Flight Data Recorder (FDR) itu ditemukan pada Selasa (12/1) pukul 16.40 WIB.


"Pukul 16.40 WIB, kepala staf angkatan laut melaporkan kembali bahwa flight data recorder sudah ditemukan," jelasnya.


Meski FDR sudah ditemukan, namun Cockpit Voice Recorder (CVR) masih dalam proses pencarian.


"Dilaporkan pula underwater locator beacon ditemukan sebanyak dua.

"Artinya, satu lagi Cockpit Voice Recorder masih perlu dicari dengan tanpa adanya bantuan yaitu beacon tersebut," katanya.


"Namun kami meyakini semua bahwa beacon yang ada di cockpit voice juga ditemukan di sekitar itu, maka dengan keyakinan yang tinggi, cockpit voice akan segera ditemukan," jelas Hadi.


Black box terdiri dari dua kombinasi perangkat yaitu CVR (Cockpit Voice Recorder) atau percakapan dalam kokpit pesawat dan FDR (Flight Data Recorder) atau rekaman data penerbangan.


FDR terus merekam beragam data tentang semua aspek pesawat saat terbang dari satu tempat ke tempat lain. Sementara CVR merekam percakapan di dek penerbangan dan suara-suara seperti transmisi radio dan alarm otomatis. 


Sementara itu,  Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengatakan diperlukan dua hingga lima hari untuk mengunduh FDR untuk mengungkap misteri apa yang menjadi penyebab kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182. (Sera-21)****

Komentar

Tampilkan

Terkini