Iklan

Membongkar Dugaan Aktifitas Barang Ilegal di Pelabuhan Tikus Punggur Batam

12/23/20, 12:52 WIB Last Updated 2020-12-23T05:52:42Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Batam, Aksara news .co.id ]  15/12/2020 pukul 04.20 wib. Membongkar dugaan aktivitas barang ilegal di pelabuhan tikus punggur batam, di temui aktifitas pada malam hari hingga pagi  menggunakan armada truk yang bermuatan skala besar menuju pelabuhan tikus punggur batam yang di temui wartawan aksara news com bersama rekan-rekan wartawan lainnya. 



Hasil Pengamatan di lapangan, sekilas di lihat dari kasat mata, dan dari pintu gerbang masuk wilayah punggur menuju ke pelabuhan tikus. Armada truck bermuatan sekla besar terparkir dan tersusun rapi di pingir jalan menunggu pompong untuk di muat.


Dengan adanya bangunan-bangunan pertokoan yang berjajar sehingga pelabuhan tikus tersembunyi.


Waktupun nampak menjalang pagi, mengejutkan karena muncul nya tampang-tampang yang di duga cukong-cukong yang melakukan aktivitas bongkar muat barang-barang.

diduga barang-barang ilegal yang  bisa hingga barang2 kebutuhan pokok sehari-hari.serta kotak-kotak yang di bungkus rapi menggunakan plastik dengan rapi (?) Yang akan di langsir keluar Batam.


Yang jelas, aktifitas yang sangat berskala besar meraup keuntungan karena semua elemen pemerintah yang sepertinya sudah di ninabobokan oleh cukong-cukong tersebut.

Aksi pengangkutan barang yang diduga ilegal pun lancar tanpa memperdulikan membayar pajak kepada Negara. 


Faktanya dilapangkan melenggang dugaan barang ilegal di pulau batam, seakan ada oknum aparat hukum yang ikut berperan, alhasil para mafia-mafia tersebut bisa operasi berjalan lancar tanpa ada oknum penegak hukum. 

Siapa oknum penegak hukum yang menjadi dalang suksesnya aksi mafia ini (?)

Sehingga kewajiban pajak untuk bawa barang yang akan di bawa keluar dari batam yang seharusnya. Wajib dikenakan PPN 10% dari total barang hilang, karena barang tersebut lolos dibawa keluar dari batam. Dengan kondisi seperti ini dapat di bayangkan sudah berapa besarnya kerugian Negara.

Dengan aksi penyeludupan yang sudah berjalan dengan lamanya. Bersambung.(Tim).

Komentar

Tampilkan

Terkini