Iklan

Silaturahmi Nasional Lintas Agama Hadirkan Tokoh. Pesannya Begini:

12/27/20, 21:24 WIB Last Updated 2020-12-27T14:25:00Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



 AKSARANEWS.CO.ID. JAKARTA- Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Kebhinekaan menjadi tema 

Silaturahmi Nasional Lintas Agama  yang diselenggarakan Polda Metro Jaya.Minggu 27/12). 


"Peradaban dan Kemajuan Dunia ditopang oleh 3 hal yaitu Pengetahuan, Kemajemukan dan Toleransi. Kita wajib menjaga nilai nilai tersebut agar menjadi jangkar kemajuan Indonesia," tegas Kapolda Metro Jaya ,Irjen Pol. M Fadil Imran. 


Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Metro Jaya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Wakil Gubernur DKI Jakarta  Ahmad Riza Patria, Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman, dan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Marsudi Syuhud.


Hadir pula Ulama kharismatik Habib Lutfhi bin Yahya, Ketua NU DKI Jakarta Syamsul Ma'arif, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto, Koordinator Jaringan GUS DUR, Alissa Wahid dan sejumlah tokoh lainnya.


Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berpesan agar agama menjadi sumber inspirasi bukan aspirasi. Ia pun meminta jangan sampai agama digiring menjadi norma konflik.


"Jadikan agama sebagai sumber inspirasi bukan aspirasi, Agama jangan dijadikan sebuah norma konflik," tegas Yaqut Cholil Qoumas seperti dikutip pmjnews.com. 


Sementara itu ulama kharismatik yang juga anggota Watimpres Habib Luthfi bin Yahya mengatakan Indonesia harus tetap bersatu dan menghindari perpecahan.


"Indonesia harus belajar dari sejarah, bila ada perpecahan akan mudah dikuasai oleh lawan, namun bila bersatu maka Indonesia kuat," ujar Habib Luthfi.


Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH Marsudi Syuhud menegaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah sesuai dengan syariah. 

"Menjaga karakter negara Indonesia adalah kewajiban, itulah inti berbangsa dan bernegara," ucap Marsudi.


Pendeta Manuel ka Indung selaku Ketua DPW Persatuan Gereja Indonesia menyampaikan NKRI merupakan negara kesatuan dari Sabang sampai Marauke yang menjunjung tinggi ni


"Kita sudah mempunyai bekal sebagai bangsa yang terbuka, kokoh dan tangguh. Mari kita bangun persaudaraan sejati untuk menjaga Indonesia," tegas Pdt Manuel.


Terkait keberagaman ini, Koordinator Jaringan GUS DUR, Alissa Wahid  menyatakan Indonesia dibangun dan berkembang di atas azas Bhinneka Tunggal Ika.


"Indonesia ada karena keberagaman, jika tidak ada keberagaman tidak perlu ada Indonesia," kata Alissa.


Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI Purnawirawan Wisnu Bawa Tenaya meminta masyarakat saling menghormati. Hal ini salah satu cara menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.


"Hidup kita sementara maka berikanlah yang terbaik dalam menjalani kehidupan. Hormati orang lain dan saling mengisi," ungkap Wisnu.


WS Condro Setiawan sebagai Ketua Komite Pendidikan MATAKIN menyoroti peran generasi muda dalam menjaga NKRI. "Seluruh generasi harus mencintai dan menjaga tanah air dengan sepenuh hati," tuturnya.


Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengatakan perlunya peran TNI dan Polri dalam menjaga keamanan. Kendati begitu, peran serta masyarakat juga dibutuhkan dalam memelihara persatuan dan kesatuan.


"TNI-Polri harus bisa membangun bangsa dengan adanya kolaborasi kebangsaan," ungkap Sunanto.


"Menjaga keamanan adalah tanggung jawab kita semua kita harus menyingkirkan Duri yang mengganggu," tambah Ketua PWNU DKI Jakarta, Samsul Ma'arif.****

Komentar

Tampilkan

Terkini