Jelang Piala Dunia U20 Indonesia Siaaap, Sumsel Siaaap...

12/08/20, 17:45 WIB Last Updated 2020-12-08T10:46:23Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



AKSARANEWS.CO.ID.Palembang- 

MENPORA Zainudin Amali bersama wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, Gubernur Sumsel, Herman Deru, dan Deputi-4 Kemenpora, Chandra Bakti melakukan peninjauan ke Stadion Jakabaring dalam rangka persiapan Piala Dunia U20, Mei-Juni 2021. Stadion kebanggaan masyarakat Sumsel itu menjadi satu dari enam stadion yang diajukan Indonesia untuk menggelar putaran final kejuaraan dunia itu.


Peninjauan ini merupakan lanjutan dari kunjungan ke kota-kota calon tuan rumah grup. 


Sebelumnya Menpora ZA telah  mengunjungi Denpasar, Bali, Surabaya, Jawa Timur, dan Bandung, Jawa Barat. Seluruh rangkaian kunjungan tersebut terkait persiapan Piala Dunia.


Yang menarik, setiap peninjauan itu, Menpora yang mantan pemain Liga Mahasiswa Jakarta 1980an awal itu, diawali dengan kegiatan virtual "Fun Juggling Competation" (FJC). Kegiatan ini meski melibatkan banyak pihak, tetapi protokol kesehatan yang sangat ketat telah dilakukan.


"Meski pandemi covid-19 masih terus berlangsung, tapi aktivitas berolahraga tidak boleh berhenti," tukas Menpora. 


"Selain untuk kesehatan, 'juggling' juga bagaian yang penting untuk menjadi pesepakbola, lanjut Mempora saat membuka acara FJC di hotel Novotel, Palembang.


Saat membuka acara yang diikuti oleh ratusan anak-anak melalui layar virtual baik di rumah, di tempat-tempat tertentu itu tetap mengedepankan protokol kesehatan. 


Di hotel Novotel, menpora ditemani  wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya yang juga politisi Golkar.

Wagub secara berkelakar menyatakan menpora adalah kawan seperjuangannya. 


"Untuk itu, saya tidak boleh memalukan beliau," tukasnya yang disambut tawa hadirin.


Sementara Menpora ZA menyebut wagub sebagai seniornya. "Saya selalau menyapanya dengan panggilan Kando Mawardi," gurauan ini pun disambut tepuk tangan.


Pesan menpora pada para peserta, jadikanlah FJC ini sebagai ajang bergembira dan serius. "Artinya, kalian bisa bertemu dengan teman-teman dengan perasaan gembira dan sekaligus serius agar kelak jika Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade 2032, kalianlah yang jadi pemain-pemainnya," tegas Menpora.


Siap

Ketika mengunjungi Stadion Jakabaring, menpora terlihat sangat puas. Gubernur Herman Deru yang mendampinginya, sangat antusias. 


Stadion sendiri sudah lebih dari 90 persen selesai di renovasi.


"Jujur, ini di luar ekspektasi saya. Pemerintah daerah Sumsel ternyata sangat serius," ucap Menpora ZA baik saat berada di lingkungan stadion maupun di Istana Gubernuran.


Herman Deru membalasnya dengan penuh antusias. "Kami tidak ingin membuat Indonesia malu," tegasnya.


Selain merenovasi stadion, sarana lapangan untuk berlatih juga dikerjakan 24 jam pethari. Di komplek Jakabaring ada tiga lapangan untuk berlatih para peserta, di antaranya di lapangan _Baseball_ dan panahan. 


Kunjungan diakhiri ke Stadion Bumi Sriwijaya. Stadion yang ada di tengah kota Palembang itu merupakan stadion yang memiliki jejak sejarah sangat besar untuk dunia olahraga Sumsel dan Indonesia. Satu di antaranya adalah Klub Krama Yudha Tiga Berlian, milik pengusaha asal Kenton, H. Syarnoebi Said.


Klub dengan sederet bintang dan menjadi satu-satunya klub dengan capaian tertinggi di Asia, posisi ketiga Kejuaraan antar klub Asia di Jeddah, Arab Saudi 1986, di antaranya Herry Kiswanto, Elly Idris, Mundari Karya, Bonar Tobing,  Zulkarnaen Lubis, Rully Neere dan lain-lain. Bahkan dalam kunjungan itu, Rully Neere juga ikut mendampingi.


Intinya hingga jelang Piala Dujia U20 itu, Menpora Zainudin Amali akan terus melakukan 'chek and re-chek' secara langsung. "Bukan tidak percaya laporan, tapi saya ingin melihat perkembangan fisik secara langsung," tandas menpora.


Indonesia siap, Sumsel siaaap... (mn)****

Komentar

Tampilkan