Iklan

Dibubarkan Turnamen U14 Karena Ilegal, Kemenpora Tidak Terlibat

12/13/20, 09:35 WIB Last Updated 2020-12-13T02:36:26Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



AKSARANEWS.CO.ID. JAKARTA- 

Polres Kuningan, Sabtu (12/12) sore membubarkan kegiatan Turnamen Liga Pelajar U14, di Stadion Ewangga Sangkahan, Kecamatan Kuningan, Jawa Barat. Turnamen yang memperebutkan Piala BLISPI itu, ilegal karena tidak memiliki izin penyelenggaraan.


Buntut dari dibubarkannya turnamen itu, Asisten Olahraga Pendidikan Kemenpora, Dr. Drs Ary Moelyadi M. Pd, menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak terlibat.


"Awalnya memang ada keinginan untuk itu, tapi karena situasi Pandemi Covid-19, maka kami batalkan," katanya.


Asdep Ordik itu menambahkan bahwa pihaknya mentaati regulasi terkait pandemi. "Liga resmi PSSI saja tidak memperoleh izin, jadi bagaimana mungkin liga pelajar diberi izin," tambahnya.


Sebelumnya mantan pemain nasional Ponaryo Astaman melalui media sosial mengajak para pemain muda untuk bergabung. Ponaryo menyebut kegiatan tersebut memperebutkan Piala Kemenpora.


Tak lama setelah kemunculan Popon, sapaan Ponaryo di medsos itu, Deputi III, yang membawahi Pembudayaan Olahraga langsung bergerak. "Kita tidak ikutan turnamen itu, makanya kami minta agar nama Menpora dan Kemenpora ditanggalkan oleh Panpel, " tukas Raden Isnanta, Deputi III.


Hal serupa juga disampaikan oleh Plt. Sekjen PSSI, Yunus Nusi. "Kami (PSSI) juga tidak terlibat dalam event itu. Wong kami saja belum bisa menggelar kompetisi, masak kami mendukung pihak lain," ujar Yunus.


Namun Panpel tampaknya masih membandel. Nama Kemenpora dan PSSI berkali-kali dibawa mereka. Puncaknya Polres Kuningan turun langsung untuk membubarkan turnamen yang diikuti oleh 45 tim dari seluruh Indonesia. Polisi juga membawa Ketua Panpel untuk diperiksa.


Baik Kemenpora maupun PSSI pada dasarnya mendukung kegiatan sejenis, tetapi tidak dalam posisi pandemi seperti sekarang. (Sera-21)****

Komentar

Tampilkan

Terkini