Ajaran Peradapan Pertama di Terapkan d Bali

12/14/20, 12:09 WIB Last Updated 2020-12-14T05:09:08Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



Aksara news.co.id - Ajaran peradaban perta ma kali di Bali Nusa, di awali oleh salah seorang putra Resi Arcandya yg sbg Sri Maharaja Maha dewa Budha diwilayah Gunung Gede Pangrango antara th. 30 s/d 64 M, yakni Sanghyabg Bayu, yang melinggih di G. Karang sebelah Timur, Bali dg gelar Sri Maharaja Bima. (Tirta Bima msh bisa di ketemukan di Kusamba.)

Selanjutnya ttg ajaran ke Agamaan baru diawali oleh Resi Markandya pd awal abad ke VIII, yg da tang dari Krj. Pali atau Mahasin, karena Krj.nya bersama Krj. Sribuya di rebut oleh Sri Jayanasa dari Sriwijaya th. 682 M, maka banyak kaum Brah mana, Satriya dan Pung gawa mereka pd pergi keluar pulau ada yg ke daerah Banyar yg kemudi an dikenal sbg Banjarma hasin, ada jg yg menuju kepulau "Goh" yg kemudian dinamakan Pulau Pali.


Resi Markandya yg sebe lum ke Bali terlebih dahu lu menetap di G. Raung, baru kemudian melaku kan expedisi ke Bali sam pai 2 kali, dan baru bisa berhasil dg mendirikan Pura Basuki (Besakih) di sblh barat G. Tolangkir. Oleh karena itulah keda tangan rombongan dari Resi Markandya tsb, di kenal sbg Bali Mula.

Hampir secara bersama an datang pula seorang Ksatriya Trah Kalingga/ Kanyuruhan, yakni Sri Ugrasena, yg kemudian mendirikan Krj.& Pura di sekitar G. Batur, yg dike nal sbg Krj. Singa Manda wa, spt yg yg tertulis dlm Prasasti Pura Penulisan pd th. 804 M.

Kemudian pd sekitar th. 820 an, datang pula rom bongan Excodus dari Krj. Sribuya yg dipimpin oleh Kesari Warmadewa yg masuk didaerah Selatan Bali, & kemudian mendiri kan Krj. Singa Dwara dan tdk bisa dihindari sekitar th.824 M terjadilah pepe rangan antara Krj. Singa Mandawa & Singa Dwara disekitar Campuhan Blah batuh yg akhirnya dime nang oleh Kesari Warma dewa dg adanya Prasasti di Br. Blanjong Sanur.

Dari saat itulah Bali di kuasai Dinasti Warma dewa sedangkan Dinasti Sri Ugrasena bergeser ke daerah Sukawana. 


Pada sekitar th.1010 M, terjadi lah perkawinan Agung Agung antara Dinasti Istana dg Dinast Warma dewa, yakni antara Sri Mahendradata adik dari Sri Darmawangsa Teguh dg Darmodhayana War madewa, yg kelak menu Raja.2 penerus Krj.Jawa dan Bali, yakni Airlangga Marakata & AnakWungsu Maka era ini kemudian di maknai sbg era Bali Aga.

Puji Idha Sanghyang Widhi Wasa.🙏🕉️☯️🇮🇩


Pada masa Krj.Bali di kuasai oleh Raja Ratna Bhumi Banten dg patih.2 nya yang terkenal sakti yakni Pasung Grigis & Kebo Iwa, ditahun 1346 Bali dpt ditaklukan oleh pasukan Gajah Mada yg melaksanakan Tugas dg adanya Sumpah Palapa utk mempersatukan selu ruh wilayah Nuswantara. 


Itulah kemudian ditahun 1349 M, ditunjuk putra ke 4 dari penasehat Empu Kepakisan yakni Ketut Krisna Kepakisan sbg Adipati Krj.Majapahit yg berkedudukan di Bali, yg didampingi oleh 11 org. Ksatiya yg dikenal abg sebelas Arya Kepakisan.

Puncaknya pada masa Dalem Watur Enggong di kirimkan pula Peranda Sakti Bawurahu atau Idha Dahnyang Nirartha; jg me nyusul kemudian Dhy. Astapaka utk membena hi penataan ke Agamaan termasuk Tradisi & Upa caranya yg dulu dibangun oleh Empu Kuturan yg masih merupakan kakek buyut mereka berdua. Itulah ajaran Hindu berda sarkan Tri Purusha, yg artinya kekuasaan Tiga Dewa utama (Tri Murti) tlh masuk dlm kerangka Idha Sanghyang Widhi. Begitu pula dari paparan Falsafah Sapta Kanda Pat, muncul adanya isti lah Sanggah atau Mrajan yg dlm skala besar Pura, yakni merupakan tempat utk melakukan hubungan komunikasi scr Vertical maupun Horizontal anta ra Buana Alit dg Buana Agung sbg tempat yg di harapkan utk bisa men dpt.kan Petunjuk, berupa Sasmito maupun secara Pratondo, dg melalui Wangsit/Pewisik juga me lalui Data/ Prasasti wari san peninggalan Sejarah.


Nach semua itu sampai saat ini bisa dicari, dite mukan dg dilacak, sbg bikti adanya para Leluhur dan Guru.2 bangsa diseti ap daerah di Nusantara. Apakah itu bukan merupa  kan bukti nyata adanya Hindu berdasarkan kearif an lokal seperti Hindu.2 Parmalin, Kaharingan, Marapu dsb , yg mana layak disebut sbg Hindu Nusantara, dibanding dg Hindu lainnya yg ada di dlm wadah PHDI. Ampura kalau pendpt. ttyg dianggap salah. Untuk sementara papa ran yg tyg sebut sbg Hindu Jawa, sampai di sini dulu, kalau berminat bisa disambung lagi dg perkembangan Hindu yg ada di Tanah Jawa. Klungkung Semara Pura sakalangkung ttyg nunas ampura. (*)


Komentar

Tampilkan