-->

Iklan

Tetap Hijau di Lahan Sempit , Kampung Budikdamber Rusun Pengadegan Dipuji Sandiaga Uno

11/13/20, 11:38 WIB Last Updated 2020-11-13T05:08:48Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Aksaranews.co.id - Relawan Indonesia Bersatu Dukung Pemberdayaan Kampung Budikdamber ala Warga Rusun Pengadegan*



Menurunnya daya beli masyarakat akibat pembatasan aktivitas sosial untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 menjadi pukulan berat bagi perekonomian Indonesia.


Mahalnya harga kebutuhan pokok membuat rumah tangga mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan yang diperlukan di masa pandemi Covid-19. 


Salah satu upaya mempertahankan kesediaan pangan yakni dengan melakukan inovasi pertanian, seperti menggunakan sistem budidaya sayuran dan ikan dalam ember, atau disingkat Aquaponik Budikdamber.


Menyulap ruang sempit menjadi lahan hijau produktif memang bukan urusan mudah, Namun, hal ini bisa dibuktikan oleh Kelompok Tani Hidrofresh 2 Rusunawa Pengadegan, Jakarta Selatan. 


Tanaman pak coy, kangkung, bayam, seledri, kini tumbuh subur menghiasi kebun yang terdapat di rumah susun tersebut. 


Menerapkan sistem urban farming, 26 anggota kelompok tani ini mencoba memenuhi kebutuhan pangan mandiri kala dampak Covid 19 menghantam perekonomian mereka.


"Modal awal itu kami swadaya sesama anggota, urunan bikin dua kolam ikan budidaya," ujar Ketua Poktan Hidrofresh 2 Pengadegan Saparno ketika diwawancara.


Bagi warga, berkebun mendekatkan mereka pada sumber makanan. Sayur mayur yang ditanam sendiri lebih jelas perawatannya dan harganya pun lebih murah. Di pasaran, harga sayuran organik dibanderol 2-3 kali lipat dari sayur pada umumnya.


"Alhamdulillah, bisa menghemat pengeluaran," lanjutnya.


Meski sederhana, lanjut Saparno, metode akuaponik Budikdamber membutuhkan keterampilan khusus agar hasil yang didapatkan bisa maksimal.

 

Suparno melanjutkan, keterbatasan modal dan sarana yang dimiliki masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan kelompok maupun warga sekitar yang membutuhkan. 


"Semoga warga sekitar sini bisa mendapatkan sayuran murah dan ikan berkualitas setiap harinya," harap pria asal Klaten, Jawa Tengah tersebut.


Mendukung program tersebut, Relawan Indonesia Bersatu berinisiatif menyokong kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan 400 unit budikdamber, 40.000 ekor bibit lele, 4000 Pot kangkung, dan 1,6 ton pakan lele.


Ketua Relawan Indonesia Bersatu Sandiaga Uno mengatakan, gagasan urban farming dengan konsep ekosistem terpadu budi daya Ikan yang terintegrasi dengan sistem produksi sayuran merupakan inovasi yang memberikan dampak besar bagi keberlangsungan hidup.


"Kalau harga bahan pangan ini melonjak, tentu semua terdampak, makanya urban farming ini sangat cocok diterapkan warga," ujar Sandi saat mengunjungi Rusun Pengadegan, Jakarta Selatan, 13 November 2020. 


Selain manfaat ekonomi, Sandi berharap, kegiatan ini dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong royong dalam lingkungan tempat tinggal melalui kelompok tani dan usaha UMKM.


"Tetap produktif menemukan ide-ide baru dan segar agar bertahan dalam kesulitan,” jelasnya.


Relawan Indonesia Bersatu juga memberikan bantuan pelatihan pengelolaan budidaya pangan dari pakar pertanian, sehingga diharapkan masyarakat penerima bantuan memiliki keahlian untuk menjalankannya secara mandiri dan berkelanjutan.


Untuk mendukung keberlangsungan usaha mikro yang dikembangkan UMKM Poktan Hidrofresh 2, RIB memberikan bantuan mesin pembuat donat, mesin pendingin, serta blender.


Sebanyak 200 paket bantuan sosial juga diberikan kepada warga. Penerima bantuan adalah warga yang tinggal di bantaran sungai ciliwung dan warga pindahan bantaran sungai yang direlokasi ke Rusun Pengadegan. 


"Semoga usaha kemandirian pangan hasil swadaya warga, dapat berperan dalam membangun perekonomian nasional, termasuk pengembangan usaha berbasis potensi daerah dan berorientasi pasar," pungkas Sandi.

Komentar

Tampilkan

Terkini