Iklan

Kasus Covid 19 Meningkat di Sambas , Bagaimana Sosialisasi Penyelenggara Pilkada ?

11/24/20, 23:42 WIB Last Updated 2020-11-24T16:42:00Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Sabtu,  24 November 2020


Sambas, Aksaranews.co.id - kasus Pandemi Covid- 19 Meningkat disaat Pilkada kabupaten Sambas, tentunya didukung dari banyaknya kerumunan masa yang tidak mengedepankan Protokol Kesehatan, sehingga rentan terciptanya kluster baru penyebaran Covid - 19, Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu, ( 24/ 11/ 2020)


Meningkat Kasus Covid- 19 diKabupaten kabupaten terlihat dari data komulatif  Kasus Konfirmasi Covid - 19 Pemerintah Kabupaten Sambas, setiap hari nya meningkat, hingga kini pertanggal 23 November 2020, data Komulatif kasus terkonfirmasi Covid-  19 di 19 kecamatan di kabupaten Sambas, terdiri dari 76 orang yang terkonfirmasi, dari 76 orang, yang sembuh 42 orang, meninggal 3 orang, dalam perawatan 31 orang, dibanding dengan data pertanggal 20 November 2020, terkonfirmasi 72 Orang, dari 72 Orang, yang sembuh 42 orang, dalam perawatan 27 orang, meninggal dunia 3 0rang, jadi dalam rentang waktu antara tanggal 20 s/d 23 November 2020 ada penambahan 4 kasus. 


Meningkat tajam kasus tersebut dikarenakan masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, masih banyaknya kerumunan- kerumunan masa di berbagai daerah di kabupaten Sambas terkait pilkada, dan masih lemahnya penegakan aturan Terhadap kerumunan- kerumunan masa oleh penyelenggara pilkada, maupun pengawas dan minimnya sosialisasi.


Bahkan Sekretaris DPD PKS Kabupaten Sambas, Sekaligus ketua Tim Koalisi Pemenangan Atbah - Hairiah ( AHA), H. Eko Suprihatino  terkonfirmasi Covid 19, yang harus menjadi catatan kita semua,  apakah orang- orang yang pernah kontak langsung dengan beliau sudah di lakukan Swab test dan sudah dilakukan Tracking, apalagi beliau sering berkontak langsung Paslon, serta  masyarakat terkait pilkada Sambas.


Anggota Bawaslu Kabupaten Sambas, ( Divisi Penyelesaian Sengketa), Andreas, terkait dengan ketua tim koalisi pemenangan salah satu Paslon yang  terkonfirmasi,  Kami baru mengetahui nya, jelas Andreas, Sabtu, ( 21/ 11/ 2020).


Setiap acara tentunya mengedepankan protokol kesehatan, jumlahnya kami batasi, kemudian semuanya  wajib menggunakan masker dan cuci tangan, apabila terjadi pelanggaran maka kami akan beriperingatan maupun tindakan, Jelas Andreas.


Sekretaris Dinas kesehatan Kabupaten Sambas, ( tim Satgas Covid- 19 ), dr. Ganjar Eko Prabowo Menjelaskan,  tertanggal 22 november 2020,  jumlah akumulasi pasien positif berjumlah 76 orang, dari 76 ada penambahan 2 orang,  yang baru ada dua orang yang baru, kemudian yang sembuh ada 42 orang kemudian yang dirawat ada 31 orang dan yang meninggal ada 3 orang, jadi total nya 76 orang, Senin, (23/ 11/ 2020)



Pasien yang terkonfirmasi positif ada yang di isolasi mandiri,  maupun di rumah sakit, namun dipantau oleh Puskesmas 24 jam selama masa isolasi Mandiri. Apakah ada Gejala yang yang signifikan, apakah dia  tidak bisa mencium bau dan tidak bisa mencicipi rasa, maka harus segera dirujuk kerumah sakit.


Penyakit penyerta yang menambah parah dari Pasien itu sendiri ada yang kena diabetes melitus darah tinggi dan ada yang kena penyakit TBC. Tutup Ganjar. ( Urai Rudi)

Komentar

Tampilkan

Terkini