Iklan

Puluhan Tablet Android Buat Siswa Belajar Daring Dicuri Oknum Guru Honorer

10/21/20, 21:42 WIB Last Updated 2020-10-21T14:42:29Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Rabu, 21 Oktober 2020


Sambas,  Aksaranews.co.id- Seorang Oknum Guru Honorer bernama Syamsudin ( 37) di sekolah Dasar Negeri 13 Pangkalan Bemban, Kecamatan Selakau, di amankan di Polres Sambas, Kalimantan Barat, terkait Pencurian 51 (Lima puluh satu) unit Tablet Android.



Pelaku Tersebut Bernama Syamsudin ( 37)  sempat melarikan diri ke Jakarta. pelaku juga  merupakan Guru honorer di SD Negeri 13 Desa Pangkalan Bemban,  Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas,  Kalimantan Barat.


Kapolres Sambas, AKBP Robertus Bellariminus Herry Ananto Pratiknyo Menjelaskan melalui Kasatreskrim Polres Sambas, Iptu Siko  Sesaria Putra Suma, Tersangka Syamsudin telah kami amankan dalam pelariannya di kawasan Tambora, Jakarta Barat, Ujar Siko, Rabu,( 21/ 10/ 2020).


Pengusutan kasus tersebut berawal dari Laporan pihak sekolah ke Polres Sambas tanggal 09 Oktober 2020, Didalam laporannya, pihak sekolah mencurigai Syamsudin karena mengundurkan diri dari sekolah pada hari diduga pencurian berlangsung.


Kejadian pencurian itu terungkap saat para guru SDN 13 Pangkalan Bemban hendak melakukan rapat, saat kepala sekolah mengecek keberadaan tablet android tersebut yang tersisa hanya kotaknya saja, sementara isinya yang berupa tablet android sudah raib, Ujar Siko


Pihaknya saat ini masih melakukan pengumpulan barang bukti tablet android yang dijual Syamsudin ke sejumlah lokasi, karena tersangka menjual tablet android tersebut secara acak.


Diperkirakan pihak sekolah mengalami kerugian hingga Rp100 juta. Tablet itu sendiri dibeli dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi Pusat yang memang di peruntukan untuk Pihak SDN 13 pangkalan Bemban, Ujar Siko.


Dengan Kejadian Tersebut, pelaku dapat dijerat Dengan Pasal 362 KUHP  ”Barangsiapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah” atau Pasal 363 KUHP 


Dengan kejadian tersebut, siswa sekolah tersebut tidak dapat melakukan belajar daring karena tidak ada tablet android, apalagi hampir seluruh wilayah Indonesia menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring karena pandemi Covid-19.

(Tim)

Komentar

Tampilkan

Terkini