Iklan

Linda Gumelar: Diperkirakan Dalam 9 Menit Ditemukan Satu Orang Terkena Kanker Payudara.

10/25/20, 14:02 WIB Last Updated 2020-10-25T07:02:21Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



AKSARANEWS.CO.ID.KAKARTA-   Temu Penyintas Kanker Payudara se- Indonesia  ke IV, yang digelar  Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) mendapat animo tinggi masyarakat. Sedikitnya 500 orang dari berbagai daerah ikut serta  secara virtual. 


  “Tetap Optimis Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru di Masa Pandemi Covid-19. Kamu Bisa, Kita Bisa!” tema yang diangkat  memperingati bulan peduli kanker payudara internasional yang  diperingati di  dunia setiap tahun sebagai kepedulian terhadap penyakit kanker payudara.


 Pendiri sekaligus Ketua YKPI Linda Agum Gumelar mengemukakan sekalipun dilakukan virtual tidak mengurangi semangat para penyintas kanker payudara se-Indonesia  untuk dapat saling menyapa dan menjalin kebersamaan sebagai ajang melepas kerinduan. 


Linda yang juga survivor kanker payudara menambahkan kepedulian masyarakat dan dukungan kepada para penyintas kanker payudara dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut. Menurutnya jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal maka kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup  lebih lama mencapai sekitar 98 %. 


"Tak sedikit penyintas yang menyesal karena tidak melakukan deteksi dini dan mendapatkan kanker sudah menyerang bagian tubuh," ujarnya.


 Di Indonesia  perempuan yang didiagnosa kanker terdeteksi yang paling tinggi (sekitar 30,9 %). “Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia. Hal ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 % sudah dalam stadium lanjut. "Sangat penting melakukan deteksi dini kanker payudara melalui SADARI dan SADANIS. Saat ini diperkirakan dalam 9 menit ditemukan satu orang terkena kanker payudara. Kalau dalam 1 jam sekitar 6 orang terdeteksi terkena kanker payudara," ungkap Linda prihatin.


 Selama pandemi covid-19, YKPI tetap melaksanakan berbagai kegiatan secara virtual dari bulan Juni sampai dengan Oktober telah melakukan 10 kali seri webinar tentang masalah kanker payudara, 6 kali sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara untuk wilayah Indonesia Timur, Indonesia Tengah, Jawa Tengah dan DIY, 1 kali sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara untuk Mahasiswa dan Pelajar.  


Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian  Kesehatan RI, dr Cut Putri Arianie , MH.Kes mengatakan kejadian pandemi Covid-19, di dunia telah berpengaruh kepada kegiatan pelayanan essensial lainnya, termasuk dalam pelayanan dan upaya penanggulangan kanker karena prioritas dilakukan pada penanggulangan covid. 


Tetapi penting untuk disadari bahwa prevalensi pengorbit dengan totality  rate yg cukup tinggi ini,  dapat mempengaruhi progresitivitas dari penderita covid sehingga pelayanan terhadap penyakit yang menjadi pengorbit tetap harus terus diupayakan tanpa mengabaikan  pencegahan pada faktor resiko penyakit.


Dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B-Onk, M.Epid, Pembina YKPI,  mengingatkan  di masa pandemi Covid-19 sebagai penyakit baru dan   belum ada penanganan yang  terstandart dan diketahui  mudah menular membuat beberapa orang yang rentan dapat terkena, diantaranya  pasien kanker.


Dengan ditundanya pengobatan kanker justru lebih memperburuk kondisi pasien kanker payudara.   " Jadi  harus terus melanjutkan pengobatan kanker dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu berdoa semoga segalanya dapat berjalan dengan baik,  selalu optimis dan tetap semangat," imbuhnya.


Akhirnya para penyitas berkomitmen dengan mencetuskan pernyataan bersama yang isinya senantiasa menjaga kesehatan diri sesuai anjuran dokter, saling mendukung dan menguatkan sesama penyintas untuk melawan kanker payudara, tetap semangat, optimis dan selalu berdoa. 


 Senantiasa melakukan kampanye deteksi dini  dengan SADARI dan melakukan adaptasi kebiasaan baru dengan melaksanakan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.(Sera-21)****

Komentar

Tampilkan

Terkini