Iklan

Ini Kata DR Suroyo Terkait Tanah Bulak Kapal Permai Kab Bekasi

10/10/20, 09:50 WIB Last Updated 2020-10-10T02:50:45Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


Aksara News.co.id -  Klaim sepihak tanah Bulak Kapal Permai menurut Dr Suroyo adalah salah alamat pasalnya  , semestinya warga Bulak Kapal Permai oleh Sutarto Teguh yang juga sebagai ketua Rw 014 Kelurahan Jatimulya paham akan peraturan penyediaan tanah  Fasos /Fasik bagi pengembang  Developer  khususnya PT Petra Anggara Tama Perdana sebagai perusahaan yang membangun Perumahan Bulak Kapal Permai yang di kakiku  oleh Sutarto Teguh , paham akan peraturan penyediaan tanah tahap ke 2 dan menghentikan klaim sepihak  atas tanah kepemilikan Bhoen Herman Irawati seluas 8.150 m2. 



Sedang menurut pengacara Bhoen Herman Irawadi sebagai tergugat , Azis Santo mengatakan ja tetap akan melakukan yang terbaik , menurutnya  di Pengadilan Kota Bekasi terdokumen1 salinan putusan putusan gugatan perdata warga Bulak Ja pak Pernai nomor 546/pst/G/2013/PNBks yang di kakiku Drs Toto Irianto dkk sejumlah 136 orang tergugat terhadap 1.Bhoen Herwan Irawadi sebagai tergugat 1 dan 2. Drs Bambang Prayitno sebagai tergugat 2 serta ahli  waris Timun Rajim sebagai 3 kepala kantor BPN sebagai tergugat 4 dan hasilnya tidak di terima atau (NO)

Semua itu sudah terdokumen di pengadilan Kota Bekasi dengan salinan putusan banding No 279/PDT/2015/PT BDG pengadilan Kota Bekasi putusan menguatkan No546/PDT G/2013/PN/Bks , dokumen tersebut Sudan di baas ke Sutaryo Teguh.

 Setelah rentan satu minggu , kami bertemu lagi dengan Sutaryo Teguh dengan membawa dokumen malah saya di maki - maki dengan sebutan yang tidak pantas , akhirnya saya menempuh jalur hukum dan melaporkan Sutaryo Teguh dengan pidana pasal385 yang satunya sebagai tersangka dengan No B.607/VIII/2019 Restro Bekasi. Dan melaporkan perdata perbuatan melawan hukum dengan nomor gugatan138/pdt.G/2019 PN dit hasilnya di kabulkan tergugat 1 sampai 6.

Dikarenakan itu adalah perbuatan melawan hukum memerintahkan tergugat 1 sampai 6 untuk membongkar bangunan dan mengosongkan dari tanah pemilik DR Suroyo dan akhirnya Sutaryo Teguh melakukan gugatan Claes action dengan gugatan No60/PdtG/2019/PNckr terhadap tergugat 1 Bhoen Herwan Irawadi sebagai tergugat 1 ,Camat Tamsel tergugat 2 , BPN Kan Bekasi sebagai tergugat 3 dan Bupati Bekasi sebagai tergugat 4.

Sedangkan putusan petitum  gugatan di tolak untuk sekuruhnya putusan banding No 449 PDT 2020 /PT.BDG yang putusannya menguat putusan No 60 pdtG/2019/PNckr , untuk saat ini fisik yang berada di BKP Sudan di kuasai oleh Suroyo lahan seluas 5249 m2 dan dengan BPN telah di ukur ulang , untuk kepentingan balik nama.


Untuk  agar tanah tersebut aman saat ini telah di lakukan pagar keliling dan dalam waktu dekat akan  mendaftarkan perizinan mendirikan bangunan Universitas Mitra Karya ke Dinas terkait di Kabupaten Bekasi. (*)

Komentar

Tampilkan

Terkini