Iklan

Polri Harus Ikuti Jejak TNI Ungkap Kasus LGBT

10/16/20, 14:48 WIB Last Updated 2020-10-16T07:48:43Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



AKSARANEWS.CO.ID. JAKARTA-  Ketegasan sikap petinggi TNI AD yang membuka kasus LGBT di institusinya patut diacungi jempol. Seharusnya kasus serupa di  Polri diungkap secara transparan terutama mengenai Brigjen E yang sempat ditahan Propam Polri beberapa waktu lalu.


Ind Police Watch (IPW) mendesak Polri agar bersikap transparan dan Promoter untuk menjelaskan, benarkah Brigjen E ditahan Propam berkaitan dengan kasus LGBT.  Kapolri Jenderal Pol Idham Azis beberapa waktu lalu di awal jabatannya  pernah menindak belasan polisi terduga LGBT , termasuk Brigjen E ditahan Propam Polri.


 Sikap tegas Kapolri Idham Azis tersebut patut diacungi jempol. Tapi sayangnya  kasusnya "menjadi misteri" karena tidak ada kelanjutan yang transparan.


Jadi isu LGBT bukan saja  mendera TNI yang  telah ditindak dengan transparan. Di Polri juga terjadi  isu dan sempat menjadi pembicaraan hangat. Terlebih saat awal Jenderal Idham Azis menjabat sebagai Kapolri melakukan  tindakan tegas dengan  menahan belasan Polisi LGBT dan diproses  Propam Polri. Penindakan Kapolri, diantaranya terdapat seorang  perwira tinggi berpangkat Brigjen yg pernah bertugas di Deputi SDM Polri.  Propam maupun Polri belum ada penjelasan   secara transparan pada kasus tersebut.  Polri terkesan sangat tertutup dengan kasus ini. Kelanjutannya  hingga kini pun tidak diketahui bagaimana nasib penahanan belasan Polisi LGBT tersebut.


IPW mengharapkan Polri tegas dan bersikap transparan untuk membuka persoalan LGBT di internalnya agar dapat  terselesaikan  utamanya kasus Brigjen E dan belasan polisi lainnya yang sempat ditahan di Propam Polri.


Kelompok Baru

Di sisi lain Ketua Kamar Militer Mahkamah Agung (MA), Mayjen TNI Burhan Dahlan , telah  membuka isu LGBT di lingkungan TNI . Hal tersebut patut diapresiasi karena segelumnya isunya  sangat tertutup dan cenderung ditutupi. Keterbukaan tindakan TNI didasari kegelisahan yang muncul akhir-akhir ini pada pimpinan TNI AD karena  terdeteksi kabar terdapat kelompok baru yakni kelompok persatuan LGBT TNI-Polri. 


Kelompoknya  dipimpin seorang berpangkat  Sersan, tapi anggotanya ada yang  berpangkat Letkol.  Pimpinan Mabes TNI juga sempat memyampaikan kemarahannya  lantaran terdapat 20 kasus prajurit TNI yang berperilaku LGBT  dibebaskan majelis hakim pengadilan militer. Sebanyak 20 TNI LGBT tersebut asalnya  dari daerah Makassar, Bali, Medan dan  Jakarta.


TNI  secara transparan memproses sebanyak 20 berkas perkara ke peradilan militer . Perkaranya  persoalan hubungan sesama jenis yang pelakunya antara prajurit dengan prajurit, juga  ada yang melibatkan profesi dokter berpangkat  perwira menengah. Data lain  melibatkan lulusan baru dari Akmil dan terendah prajurit dua (Prada). 


Mereka merupakan korban LGBT di lembaga pendidikan. Pelatihnya punya perilaku menyimpang. Lalu memanfaatkan kamar-kamar siswa untuk LGBT. Kasus yang terjadi di TNI ,  tidak ada pembiaran dan telah diupayakan pembersihannya . IPW memberi apresiasi tinggi terhadap TNI AD  yang  telah berinisiasi mengungkapnya dengan transparan sehingga kasus LGBT tidak berlarut-larut  dan dapat diselesaikan dengan tuntas.


IPW berharap TNI-Polri harus bersikap tegas dalam kasus ini. Sejatinya prajurit TNI-Polri, terhindari dari perilaku LGBT.Hal ini mengingat TNI-Polri mengemban tugas menjaga pertahanan dan keamanan negara, sehingga TNI-Polri sangat membutuhkan figur anggota yg benar benar sejati. Jika prajurit TNI-Polri itu memiliki kebiasaan  menyimpang, bagaimana mereka dapat menjalankan tugas dengan baik.****


 Penulis : Neta S Pane

(Ketua Presidium Ind Police Watch).

Komentar

Tampilkan

Terkini