Iklan

Pelajaran dari Timnas U-19 Bulgaria

9/07/20, 06:35 WIB Last Updated 2020-09-06T23:35:30Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


AKSARANEWS.CO.ID - JAKARTA. Tim nasional U-19 telah mendapat pelajaran berharga ketika ditekuk tim nas U -19 Bulgaria 0-3(0-0) dalam pertandingan persahabatan yang dilangsungkan di Kroasia,  Sabtu malam (5/9).

Seperti diketahui, Timnas yang ditukangi Pelatih kaliber internasional , asal Korea, Shin Tae Yong, sejak akhir Agustus lalu melakukan pemusatan latihan di Kroasia.
Selain berlatih, David Maulana dkk melakukan pertandingan persahabatan atau uji tanding sebanyak tiga kali di negara runner up piala dunia 2018. Diawali dengan melawan Bulgaria, kemudian, Selasa malam menantang timnas U-19 tuan rumah Kroasia dan pada tanggal 11 September menghadapi Saudi Arabia.

Ketika dalam uji tanding perdana menghadapi Bulgaria yang disiarkan secara langsung oleh televisi swasta, pasukan yang disiapkan untuk mengkuti Piala Dunia U-20 di Indonesia 2021 mendatang dibuat tak berkutik sepanjang 2 x 45 menit.
Justru pemain pemain Bulgaria yang lebih unggul tinggi badan memberi pelajaran yang berharga. Bahkan dijadikan pengalaman untuk Witan Sulaiman dkk.  Pemain pemain Bulgaria menerapkan strategi dan taktik bermain yang baik. Bermain dengan umpan umpan pendek, kemudian melakukan kombinasi untuk memindahkan bola dengan umpan lambung baik ke sektor pertahanan sebelah kiri maupun sektor pertahanan sebelah kanan tim asuhan Shin Tae Yong. Bola diterima oleh pemain sayap Bulgaria dan meneruskan umpan ke jantung pertahanan yang dikordinir Bayu Fikri.

Sementara pemain pemain timnas Indonesia dipaksa untuk menjaga daerah pertahanan. Dan upaya yang dilakukan dengan penuh disiplin ini berhasil mempertahankan gawang yang dikawal Adi Satrio dari kebobolan dibabak pertama.
 Permainan menekan timnas Bulgaria, memaksa pemain pemain timnas Indonesia untuk memblokir daerah pertahanan sendiri secara berlapis.
 Maksud hati mau melakukan serangan balik ke pertahanan Bulgaria, tapi apa daya  Witan Sulaiman dkk tidak bisa keluar dari tekanan pemain pemain Bulgaria dari berbagai lini.

 Kalaupun dapat mematahkan gempuran lawan kemudian pemain timnas Indonesia menguasai bola, maka bola begitu mudah direbut kembali oleh lawan sehingga serangan yang dibangun menjadi sia sia, bahkan pertahanan Bayu Fikri terancam.
 Dalam 45 menit pertama Bulgaria bermain separuh lapangan meskipun sedikit peluang yang tercipta ke gawang Adi Satrio.
 
Sentuhan dari Pelatih yang akrab disapa STY belum terlihat. Latihan terakhir di Stadion Madya Senayan, Jumat 28 Agustus lalu bermain satu atau dua kali sentuhan kemudian keluar dari tekanan lawan tidak nampak ketika melawan Bulgaria.
 Musibah tiga gol dicetak pada babak kedua, saat para pemain Indonesia sudah kurang fokus dan pertahanan yang dijaga begitu rapat dan disiplin dibabak pertama, menjadi terbuka, sehingga dengan mudah bola dicetak lewat sundulan Martin Petkov memanfaatkan tendangan bebas dari sektor kanan pertahanan timnas, di menit 78.

Tekanan pemain Bulgaria tidak mengendor, gol kedua lahir dimenit 83 oleh Ghopov. Satu menit kemudian Martin Petkov mengunci kemenangan.
Tentu kita berharap, menghadapi Kroasia, Selasa (8/9), Witan Sulaiman dkk harus tampil  lebih berani keluar dari tekanan lawan dan bermain lebih rileks tapi tetap fokus dan disiplin di lapangan. Kalah- menang dalam sebuah uji coba bukan utama. Yang penting bagaimana menerapkan hasil latihan yang diberikan STY. Pelajaran berharga dan pengalaman yang dipetik ketika melawan Bulgaria, dijadikan motivasi menghadapi tuan rumah.****

Eddy A.M.Lahengko(Wartawan Olahraga Senior).
Komentar

Tampilkan

Terkini