Iklan

Diduga Oknum Pegawai Negri Sipil (PNS) Melakukan Penyimpangan , Alat Bantuan Pemerintah

Kamis, 17 September 2020, 11:04 AM WIB Last Updated 2020-09-17T04:05:03Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Kamis, 17 September 2020

Sambas, AksaraNews.co.id- Sejumlah petani di Dusun Pelaik Utara, Desa Singa Raya Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas, mengaku keberatan harus membayar sewa Rp. 150.000 ( seratus Lima puluh ribu rupiah) per borong, ketika menggunakan Alat bantuan pemerintah berupa Traktor.

NR Salah satu warga Dusun Pelaik Utara Desa Singa Raya Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas, Selaku kelompok tani ( POKTAN), mengungkapkan kepada awak media AksaraNews terkait bantuan alat Traktor tersebut, bahwa yang mengurus dan mengelolanya Bapak JAMHARI, beliau Merupakan Pegawai Negeri Sipil ( PNS ). Jelas NR, Selasa, (16/ 9/ 2020)

Bantuan alat tersebut memang sudah lama di tangan Bapak JAMHARI, bahkan bukan alat traktor saja yang mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti, Penggiling Padi, Embung Air, Traktor, dan Langkau Penjemur padi. Jelasnya.

Masyarakat ( POKTAN) pernah  mempertanyakan perihal tersebut kepada Bapak JAMHARI tentang bantuan tersebut, malah ditolak mentah oleh beliau,  bahkan dibilang bukan penguruskamu dan bukan ada apa apanya," Ya tapi saya sebagai masyarakat biasa apa tidak boleh menanyakan dan mengurusnya" hal ini, saya lakukan semata mata untuk orang banyak bukan untuk pribadi, Ungkap NR.

Bantuan Alat Traktor tersebut yang semestinya di pergunakan untuk kelopok tani, namun seenaknya saja melakukan aturan yg di duga menguntungkan diri sendiri dan merugikan anggota kelompoknya, seperti yang dirasakan oleh kelompok tani di Dusun Pelaik Utara Desa Singa Raya Kecamatan Semparuk."Paparnya"

Lebih parahnya lagi, ada berapa program bantuan seperti, Embung Air, Penggilingan Padi, dan Langkau Penjemur padi. dari bantuan penggilingan padi, dikelola anaknya Pak Jamhari, Embung Air di bikin di belakang rumahnya, begitu juga dengan bantuan langkau untuk penjemur padi yang memakainya anaknya bahkan tetangga tidak bisa memakainya," Apa lagi kami selaku anggota kelompok tani, jelas NR.

Lanjutnya lagi, NR memaparkan kepada Aksaranews, semua program bantuan semata mata hanya untuk kepentingan pribadi, dan dimonopoli, kami selaku kelompok tani hanya bisa diam dan tak bisa berbuat apa apa, bukan berarti takut, kami tidak mau ribut, apa lagi kami tau bagaimana sifat beliau.

Setahu saya Sebagai Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) apa lagi Bapak Jamhari selaku kepala sekolah SD apa boleh menjadi pengurusan,?
Perundang undangan sudah sangat jelas melarang PNS menjadi pengurusan, itukan sudah melanggar kedisplinan karena mereka sudah di gaji rakyat." Ucapnya NR dengan nada penuh kesal dan kecewa"

Pada hari yang sama Awak Media Aksara News, melakukan penyelusuran ingin mencari kebenaranya mendatangi kelokasi tersebut, memang benar alat traktor sedang bekerja di salah satu tanah pertanian warga.

Awak media mendatangi dua orang warga yg tidak mau disebutkan namanya, mengatakan dan membenarkan mereka menyewa alat punya Bapak JAMHARI perborongnya rp 150,000 ( Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah ) untuk menggarap tanah sawah mereka. Jelas Warga.

Awak Media AksaraNews Konfirmasi melalui Via  Whatshapp, menanyakan perihal tersebut kepada JAMHARI, beliau mempersilahkan Pihak media atau pun lembaga untuk melaporkan hal tersebut kepada instansi maupun Institusi terkait dan dia siap untuk di panggil, ungkap Jamhari, Rabu, ( 16/ 9/ 2020).

 ( Ovi Yandi)
Komentar

Tampilkan

Terkini