Iklan

Satgas Yonif 43Kostrad Terima Senjata Rakitan Sejenis Magister Dari Warga Koya

8/14/20, 21:21 WIB Last Updated 2020-08-14T14:21:30Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Aksaranews.co.id - Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad menerima senjata rakitan sejenis mauser kaliber 5.56 mm dari salah satu warga Kelurahan Koya Barat Distrik Muara Tami Bapak AT (45) di Pos Satgas Bendungan Tami pimpinan Letda Inf Bayu Dwigantara.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H.,M.Han dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. (14 Agustus 2020)

Menurutnya, AT mendapatkan senjata tersebut dari dua orang tak dikenal saat mereka memancing ikan di atas Jembatan Gantung Bendungan Tami pada hari Rabu, 12 Agustus 2020.

"Ketika kedua pemuda tersebut memancing, kailnya terlilit sebuah benda, saat ditarik ternyata benda tersebut merupakan senjata yang dipenuhi lumpur serta karat yang tebal. Kebetulan mereka memancing menggunakan tali nilon dan kail ukuran yang besar. Takut dengan barang yang didapat, mereka pun memberikan senjatanya kepada Bapak AT yang kebetulan sedang pulang dari kebun melintas persis di belakang," Ungkap Dansatgas.

Belum sempat menanyakan identitas, kedua pemuda tersebut bergegas pergi meninggalkan AT karena takut dituduh memiliki senjata tersebut. Merasa kebingungan, akhirnya AT memutuskan membawa senjata tersebut dengan dibungkus karung menuju ke rumahnya.

Sempat kebingungan selama dua hari menyimpan senjata tersebut, AT baru teringat akan keberadaan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Bendungan Tami yang berada dekat dengan kampungnya.

Hari Jumat (14/08/20) setelah pelaksanaan apel pagi, Pos pimpinan Letda Inf Bayu Dwigantara sempat dikejutkan dengan kedatangan AT didampingi saudaranya NJ (23) dengan membawa sebuah karung putih berisi senjata rakitan sejenis mauser.

Setelah detail menceritakan kronologis penemuannya, AT pun menyerahkan senjata tersebut kepada Komandan Pos. "Saya serahkan senjata ini kepada Pak Danpos, karena bukan hak dan wewenang saya menyimpan senjata ini. Saya pun tidak tau cara mengoperasikan senjata, hanya sekedar membersihkan dari lumpur yang sebelumnya saya dapat dari kedua pemuda tidak dikenal saat jumpa di Jembatan Bendungan Tami." Ungkap AT sambil menyerahkan senjata laras panjang tersebut.

Setelah menerima senjata secara sukarela tersebut, Danpos lantas melapor kepada Dansatgas Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han untuk proses tindakan selanjutnya.

"Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel Pos Bendungan Tami atas penerimaan senjata rakitan secara sukarela dari warga masyarakat, inilah bukti kedekatan TNI dengan rakyat. Jika kita tulus berbuat baik dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar, begitupun sebaliknya mereka juga akan tulus kepada kita." Jelas Dansatgas (*)



Komentar

Tampilkan

Terkini