Iklan

Menpora : Menggapai Prestasi harus By Design

Jumat, 28 Agustus 2020, 5:27 AM WIB Last Updated 2020-08-27T22:27:35Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



AKSARANEWS.CO.ID - JAKARTA. Kantor Kemenpora berserta cabang olahraga secara bersama dan bahu membahu berupaya meningkatkan prestasi olahraga nasional.  Upaya peningkatan prestasi dilakukukan dengan berbagai pendekatan ilmiah. Beberapa cabang olahraga sudah melakukan program- program kementerian dibawah komando, Zainudin Amali ini.

 " Dalam setiap menggapai prestasi dan meraih kemenangan , untuk saat ini, tidak bisa ujuk - ujuk tapi harus by design, " Ujar Menpora, dalam arahannya kepada para peserta Manajemen Strategi Olahraga Prestasi cabang olahraga Dayung dan Wushu , Selasa lalu (25/8) di Hotel Sultan, Jakarta
 
Pelatihan yang diselenggarakan Deputi IV Kemenpora Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga ini sudah dilakukan untuk kesekian kalinya dengan cabang olahraga berbeda.

Selain memberikan arahan, Menpora, membuka secara resmi pelatihan yang berakhir, Jumat(28/8). Hadir dalam acara pembukaan, Ketua Umum PB Wushu, Airlangga Hartato beserta Sekjen, Ngatino, Wakil Ketua Umum, Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia, Hari Sidharta dan Jarot Widyoko.
 
Menurut Menpora , Zainudin Amali, adanya pelatihan ini, para pengurus atau atlet Dayung dan Wushu yang datang dari daerah telah mendapat pengetahuan.  Karena manajemen strategi olahraga prestasi, adalah bagian penting dari perbaikan dan peningkatan tata kelola.

Sebagaimana lima program prioritas Kantor Kemenpora saat ini dan untuk ke depannya. Salah satu  adalah pembenahan tata kelola. " Pembenahan tata kelola ini sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, kami lakukan secara perlahan, dan oleh Badan Pemeriksa Keuangan, mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian  WTP, "ujarnya

Prestasi ini adalah semangat kita bersama. Saat ini bukan hanya Kemenpora yang diperiksa BPK, tapi cabang olahraga cabang olahraga akan diperiksa oleh Badan negara itu. Makanya diadakan pelatihan ini, supaya cabang olahraga (cabor) sudah mendapat pengetahuan tentang tata kelola.

Ditambahkan, dalam manajen strategi perlu dirumuskan secara jelas bagaimana mencapai kemenangan yang terukur dan terencana. Tidak sekedar by accident, tapi     by design. " Kemenpora saat ini sedang membuat Grand Design ,peta jalan olahraga nasional yang saat ini sedang uji publik. Peta jalan ini sangat perlu, mengingat kelemahan kita adalah pada sport science. Sementara negara negara lain sudah melakukan ini, "ujar Zainudin Amali
 
 Berkaitan dengan itu, pada Hari Olahraga Nasional ( Haornas) 9 September mendatang, Kemenpora dengan Stakeholder, mengusung Thema Haornas 2020 yakni Sport Science, Sport Tourism dan Sport Industri. Kita berharap ini berkelanjutan, prestasi makin baik ,begitu juga dengan ekonomi makin baik pula.

 Menpora juga menyinggung soal sport intelligence yang dibutuhkan cabor untuk berlaga pada iven internasional seperti menghadapi SEA Games di Vietnam 2021.
 
Mengintip kekuatan lawan dari negara lain adalah penting dan sebuah keharusan. Untuk SEA Games Vietnam, menurut Menpora harus sudah tahu nomor apa yang akan dipertandingkan. " Jangan sampai cabor yang dipersiapkan justru tidak dipertandingkan, " tambah Menpora
 
Sementara Ketum PB Wushu, Airlangga Hartato menyambut baik adanya pelatihan ini. Saatnya mengonsilidasi pengelolaan keolahragaan, karena bertukar pengalaman dan keberhasilan. " Cabornya bisa berbeda tapi pengelolaan prestasinya bisa sama, karena manajemen sifatnya universal.Dipihak lain, sumber atlet nasional itu dari daerah. Maka dengan pelatihan ini kemampuan Pengda Pengda semakin membaik, "ujarnya

Deputi IV Kemenpora bidang Prestasi Olahraga, Chandra Bhakti dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti masing masing cabor 50 peserta dari daerah, baik wushu maupun dayung  dengan nara sumber para praktisi dan akademisi fakultas ilmu keolahragaan  perguruan tinggi.
 
Dan pelatihan dijalankan sesuai protokol kesehatan serta mendapat pengawasan  pihak terkait dari DKI. (edl)****
Komentar

Tampilkan

Terkini